<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303</id><updated>2011-11-15T23:51:33.116-08:00</updated><category term='Geofisika'/><category term='Info'/><category term='Pendidikan'/><category term='Soul'/><category term='Bisnis'/><category term='Resep'/><category term='KKN UM PAIT'/><title type='text'>Dagan Center</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>59</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-8059546894833048415</id><published>2011-04-01T23:46:00.000-07:00</published><updated>2011-04-01T23:48:07.632-07:00</updated><title type='text'>KAK ROS</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Begitu keluar dari kamar dan tak&lt;br /&gt;sengaja menatap ke taman itu,&lt;br /&gt;aku terpaku: Kak Ros,&lt;br /&gt;perempuan hampir separo baya&lt;br /&gt;itu, sedang membungkuk&lt;br /&gt;menyorongkan wajahnya ke&lt;br /&gt;rimbun tapak dara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu bukan sesuatu yang aneh kalau cuma menyorongkan wajah, tetapi ini, seperti kemarin kata Ben, bibir perempuan itu bergerak-gerak samar. Jadi, apakah benar, Kak Ros sedang bicara dengan daun-daun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tampaknya, bukan hanya bicara. Tangan Kak Ros bergerak lembut, menyentuh, mengusap daun-daun. Tangan yang lain, dengan tak kalah hati-hati, menyemprotkan air dari botol sprayer sedemikian rupa, hingga tampak seperti seorang ibu yang memandikan dan mengeramas rambut anaknya. Tempo-tempo, semprot dan usapan itu terhenti, lalu jarinya tampak seperti mengutip dan memindahkan sesuatu dari tangkai atau punggung daun, juga sangat lembut dan hati-hati. Kembali aku ingat kata Ben. Apakah perempuan itu tengah memindahkan semut, atau serangga kecil lain, agar tak terpelanting oleh semprotan air?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Naa,” tepukan halus di pundak mengejutkanku, ”Om memerhatikannya.” Ben yang rupanya juga telah keluar dari kamar, berdiri di sampingku.&lt;br /&gt;”Aa… ti-tidak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jangan bohong,” nada Ben menggoda. ”Sangat lembut ya?”&lt;br /&gt;”Si-siapa?” Entah kenapa aku agak gugup.&lt;br /&gt;”Yaa, dia!” Telunjuk Ben bergerak sedemikian rupa, membentuk paruh burung pelatuk, mematuk ke arah Kak Ros. Senyum Ben, sungguh menjengkelkan. Seraya melotot, kudorong tubuhnya dengan bahu, kusorongkan wajah, lalu mendesis: ”Berapa usianya, berapa usiaku?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ben adalah ponakanku, anak sulung kakak perempuanku paling tua. Meski Ben memanggilku ”om”, usia Ben hanya tiga tahun lebih muda. Karena bisa dibilang sepantaran, sejak kecil kami memang lebih tampak seperti sahabat, maksudku bila dibanding hubungan paman-ponakan. Dan itulah sebabnya, ketika ada undangan pertemuan sastra ke sini, Tanjungpinang, kota tempat Ben merantau dan bekerja di sebuah mal, aku lebih memilih menginap di tempat kost Ben ketimbang hotel yang disediakan panitia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak aneh sebetulnya. Pertemuan yang jarang, ditambah kenyataan bahwa ini merupakan kunjungan pertamaku ke tempat Ben, mestinya membuat kami tenggelam dalam nostalgia baku-canda. Tetapi itu hanya sebentar, cuma di hari pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di hari kedua dan kemarin, obrolan Ben melulu itu: Kak Ros, ibu kostnya yang sudah hampir separo baya, tapi masih lajang, sangat lembut, halus, pengasih, dan seperti bisa bicara dengan daun-daun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa bicara dengan daun-daun? Tentu saja aku tak percaya. Setelah membantah, menyanggah ini-itu, kubilang, ”Daun memang sangat mungkin disukai, disenangi, bahkan disayangi orang, Ben. Orang yang sangat sayang pada daun bisa saja tampak seperti bercakap-cakap saat merawatnya.”&lt;br /&gt;”Maksud Om, bunga?”&lt;br /&gt;”Bukan. Daun. Tidakkah menurutmu daun sangat luar biasa?”&lt;br /&gt;Wajah Ben seperti bingung.&lt;br /&gt;”Daunlah yang membongkar molekul air, menghasilkan oksigen yang dilepas ke udara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daunlah makhluk yang bisa memasak makanan sendiri. Dan karenanya, tahukah kau, kalori yang mengalir dari satu mata rantai ke mata rantai lain itu sesungguhnya berawal dari daun?”&lt;br /&gt;tertegun, tersipu, sekaligus tampak jengkel kuceramahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka baik ceramah lalu kurampungkan dengan canda, ”Kau boleh lupakan pelajaran biologi-mu, Ben. Tetapi, untuk hal-hal penting tentang hidup, sebaiknya kau selalu ingat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ben tertawa, menonjok pundakku. Maka baik topik ini tak kulanjutkan dulu. Kubilang tak kulanjutkan dulu, karena memang ada hal yang sebenarnya Ben harus tahu. Bahwa aku, telah tiga tahun ini, juga menanam dan memelihara banyak tanaman. Menyukai dan menyenangi dan menyayangi bermacam daun. Ya, seperti Kak Ros. Semua tanaman di pekarangan ini, tapak dara, sangitan, salam, sinyo nakal, tempuyung, suruhan, sidaguri, srikaya, tahi kotok, juga kumiliki. Pun berbagai tanaman lain, temu giring, siantan, sosor bebek, daun dewa, sente, sereh wangi, senggani, dan banyak lagi. Ya, aku seperti Kak Ros. Itulah yang membuatku sangat yakin Ben keliru. Tetapi, itu pulalah yang membuatku tertegun (dan lalu tampak gugup?), ketika, tadi, betul-betul melihat Kak Ros seperti bicara dengan daun-daun. Tetapi ah, bukankah bisa saja kalau aku cuma salah lihat? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turun dari kamar (merupakan bagian dari paviliun) ke lantai satu, lalu melangkah menuju pintu pagar (yang tak begitu jauh dari Kak Ros) di samping taman, aku tak bisa menahan diri untuk tak lebih memerhatikan perempuan itu. Dan tidak, ia tidak tengah bicara. Mulutnya memang agak sedikit terbuka. Ataukah sudah? Dan oh, ia memang tengah mengutip memindahkan serangga. Sangat hati-hati. Sangat lembut. Ah, sungguh halus. Tiba-tiba ia menoleh, dan kami bersitatap. Cepat aku tersenyum. Ia membalas. Matanya, matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di ruang seminar, di lantai empat sebuah hotel, aku tak bisa fokus pada topik yang disampaikan pemakalah. Entah kenapa, mata itu, sorot mata Kak Ros, bagai terus terbayang di kepalaku. Ada apa ini? Ada apa dengan diriku? Tidak, ini bukan debar, ini bukan soal rasa yang digodakan Ben. Sorot itu, sangat lembut (atau sangat tenang?), tetapi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai istirahat siang, sampai kemudian masuk lagi, masih juga pikiranku ke mata itu. Tetapi untunglah, saat istirahat sore, aku tenggelam dalam obrolan menarik dengan kenalan baru. Seorang penyair, sastrawan setempat. Mulanya kami bercerita tentang tempat-tempat menarik di kota ini. Saat obrolan beralih ke hal-hal lebih khas, lebih spesifik, aku mendapat pengetahuan tentang sesuatu: papaitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papaitan? Ya, benar, nama daun juga. Daun yang kata si teman bisa diramu untuk mengobati tipus, TBC, dan darah tinggi. Ah, sayang ia tak tahu nama Indonesianya, atau nama dalam bahasa daerah lain. Dari gambaran yang ia berikan, daun itu mirip-mirip sembung. Tetapi tentu bukan sembung, karena sembung (yang nama latinnya blumea balsamifera) manfaatnya beda: mengobati diare, malaria, dan jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuminta ia bertanya ke sesama peserta seminar dari Tanjungpinang, tetapi tetap tak ada yang tahu. ”Eh, kenapa kau begitu peduli pada daun?” tanyanya heran.&lt;br /&gt;Kutatap wajahnya. Berkelebat wajah Ben. Pertanyaan tolol. Hih, kenapa ada tolol di mana-mana. Harusnya aku yang bertanya, kenapa mereka tak peduli daun: sumber hidup mereka, asal kalori mereka. Semua tanaman, daun-daun yang kupelihara itu, bahkan bisa menyelamatkan mereka dari penyakit apa pun. Dan mendadak, kembali aku terbayang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kak Ros. Lembutnya. Halusnya. Dan betapa ia tentu menangis setiap melihat daun-daun dirambah, pohon-pohon ditebas. Tetapi, tetapi, matanya…&lt;br /&gt;Kembali aku disergap, oleh mata itu. Sampai saat seminar selesai, sampai orang-orang tetap belum bubar walau harusnya sudah istirahat karena mesti bersiap-siap untuk pagelaran seni nanti malam. Aneh, aku seperti tak sabar. Orang-orang tetap masih belum pulang saat kuputuskan meninggalkan ruang seminar.&lt;br /&gt;Ben tentu juga belum pulang, aku tahu. Tetapi ini tak ada urusan dengan Ben. Masih di balik pagar, saat kulihat sosok Kak Ros di taman. Ya, aku tahu, perempuan itu akan kembali ada di taman pada sore jam-jam segini. Tetapi, saat aku sudah membuka pintu pagar dan sudah pula melangkah ke dalam, sosok Kak Ros bergeming. Ia tetap dalam posisi itu: menunduk, seperti terpaku, menatap ke rimbun daun suruhan di ujung kakinya&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Merasa heran, mataku ikut memerhatikan apa yang ia tatap. Tak ada yang aneh pada rimbun daun suruhan itu. Eh, ada. Beberapa batangnya yang lunak tampak seperti patah. Mungkin aku ikut tertegun. Sejenak. Saat aku akan meneruskan langkah, ia baru sadar akan kehadiranku dan mengangkat wajah.&lt;br /&gt;Kami bersitatap.&lt;br /&gt;Mata itu…&lt;br /&gt;”Kucing. Kucing itu lagi. Telah beberapa kali ia mematahkan daun-daunku.”&lt;br /&gt;Besoknya, Sabtu. Hari keempat aku di sini, hari ketiga seminar sekaligus penutupan. Hanya sebentar aku di ruang seminar, dan setelah meminta dengan sedikit membujuk, si kenalan tolol kemarin bersedia mengantarku mencari memperlihatkan seperti apa wujud daun papaitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tak setiap waktu kita punya hari yang baik. Setelah mencari ke mana-mana, bahkan juga ke tukang obat tradisional—mereka menyebutnya bomo, yang menurut si teman biasa menggunakan daun itu, agaknya aku harus menerima kenyataan daun papaitan mungkin hanya kutemukan di kesempatan lain. Lagipula, ini sudah hampir sore. Jelas sekali terlihat kecemasan di wajah si teman. Rautnya seolah nyaris berkata, ”Kenapa daun bisa begitu lebih penting bagi kau ketimbang seminar?”&lt;br /&gt;Hih, tentu saja lebih penting. Apalagi dibanding semacam seminar. Sastra itu dunia kreatif, dunia melakukan. Maka yang paling penting ya menulis, bukan berkumpul-kumpul membuat rumusan. Ah, penyair. Kau mestinya tahu: betapa indah yang diungkapkan kata, dan betapa buruk pengarangnya.&lt;br /&gt;Dan memang, sampai kembali di lokasi seminar, acara sudah hampir selesai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membayangkan orang-orang berkumpul tetapi enggan pulang—seperti kemarin itu, tiba-tiba kembali berkelebat wajah Kak Ros. Dan mendadak, tiba-tiba pula, melintas pikiran itu: kenapa aku tak coba menanyakan daun papaitan kepada Kak Ros? Ah, kenapa aku sampai lupa ada seseorang yang sangat mungkin tahu, tak jauh-jauh dariku, dan seseorang itu justru orang yang tak lepas-lepas dari kepalaku.&lt;br /&gt;Bergegas aku pulang. Dan karena ini jam-jam yang lebih kurang sama dengan saat aku pulang kemarin, kukira aku juga bakal segera menemukan Kak Ros di taman itu. Tetapi, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ternyata tidak. Kulayangkan pandang ke atas rumah. Juga seperti kosong. Akan kulangkahkan kaki menaiki teras, menuju pintu depan, saat kudengar lengking suara kucing dari halaman samping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lengking yang aneh. Seperti gerung ngeong keras, lalu tiba-tiba terhenti. Ada pula suara seperti pukulan (atau tumbukan?) beruntun, lalu satu-satu.&lt;br /&gt;Segera aku bergerak, melangkah ke situ. Dan oh, betapa aku terkejut. Di situ, di bawah teras halaman samping, pemandangan itu menyambutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala seekor kucing, nyaris gepeng, menjulur dari karung goni. Kedua tangan Kak Ros terangkat, memegang sebongkah batu besar, siap diempaskan kembali ke kepala si kucing.&lt;br /&gt;Tangan itu terhenti.&lt;br /&gt;Kak Ros menatapku.&lt;br /&gt;Mata itu. Mata itu. Baru aku tahu. Bukan lembut bukan tenang, tetapi dingin. Sangat dingin. Membuatku kini menggigil&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-8059546894833048415?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/8059546894833048415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2011/04/kak-ros.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/8059546894833048415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/8059546894833048415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2011/04/kak-ros.html' title='KAK ROS'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-6796215579638711550</id><published>2011-04-01T23:43:00.000-07:00</published><updated>2011-04-01T23:45:53.772-07:00</updated><title type='text'>PEMEBURU AIRMATA</title><content type='html'>Buat penggemar matahari, malam selalu menakutkan. Karena hanya pada malam, semua khayalan tentang iblis dan hantu memiliki tempatnya. Malam entah kenapa selalu memecahkan rongga-rongga dada dan membuat denyut jantung lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang gemerisik angin terlembut pun entah kenapa tetap membuat helaan napas menjadi lebih berat. Malam adalah waktu di mana hanya boleh dimiliki oleh orang-orang yang menahbiskan dirinya pada kekuatan hati. Benar hanya orang yang berhati kuat yang akan berani menghadapi malam. Seperti para pemberani di desaku. Suatu tempat amat elok di kaki gunung Jaganmantri. Gunung yang kontur tanahnya menyerupai payudara ranum ibu yang baru melahirkan itu benar-benar sangat cantik. Ibu semesta begitu setiap kali ada orang yang bertanya tentang arti Jaganmantri.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat penggemar matahari, malam selalu menakutkan. Karena hanya pada malam, semua khayalan tentang iblis dan hantu memiliki tempatnya. Malam entah kenapa selalu memecahkan rongga-rongga dada dan membuat denyut jantung lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang gemerisik angin terlembut pun entah kenapa tetap membuat helaan napas menjadi lebih berat. Malam adalah waktu di mana hanya boleh dimiliki oleh orang-orang yang menahbiskan dirinya pada kekuatan hati. Benar hanya orang yang berhati kuat yang akan berani menghadapi malam. Seperti para pemberani di desaku. Suatu tempat amat elok di kaki gunung Jaganmantri. Gunung yang kontur tanahnya menyerupai payudara ranum ibu yang baru melahirkan itu benar-benar sangat cantik. Ibu semesta begitu setiap kali ada orang yang bertanya tentang arti Jaganmantri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desaku sangat indah luar biasa. Setiap pagi saat matahari pertama kali menyetubuhi bumi, genting-genting rumah berkilauan bersahut-sahutan dan dari kilau itu bermunculan warna-warni seperti pelangi yang menyilaukan memantul ke angkasa. Seperti selendang para bidadari bertebaran di langit yang begitu tampak selalu tertawa. Seluruh negeri ini tahu bahwa pantulan kilau dari genting itu adalah air mata yang membeku sehingga bisa dibentuk apa saja. Benar semua benda di desaku terbuat dari kristal-kristal airmata yang membeku. Mulai dari jalan desa, rumah-rumah, bahkan beberapa baju yang dipakai penduduk tebuat dari pintalan warna-warni kristal airmata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada satu orang pun tahu siapa yang pertama kali membuat adonan airmata sehingga bisa dibentuk menjadi apa saja itu. Desaku menjadi desa terindah di seluruh negeri dan airmata adalah hal yang sangat biasa ditemukan di sini. Penduduk desaku hidup dari airmata. Apapun yang kami lakukan selalu diiringi airmata. Bahkan ketika di saat-saat bahagia sekalipun, saat bersenang-senang, airmata selalu harus hadir di sana. Kami tidak mengenal airmata kesedihan ataupun kebahagiaan. Kami hanya mengenal airmata adalah napas. Seperti detak jantung yang berdentam setiap detik, airmata di desa ini pun adalah hidup mereka. Di sini diyakini orang yang semakin mengeluarkan airmata adalah orang yang benar-benar bahagia. Tak heran salah satu seniman nomor satu di desa ini mampu membuat satu komposisi dari lolongan tangis dan tawa sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon komposisi ini pernah ditawar salah satu produsen besar dari ibukota, tapi seniman itu tak melepaskan karena si produser ternyata tidak bisa mengeluarkan airmata. Ke mana pun penduduk desa ini pergi mereka tampak selalu membawa tas berisi botol besar air mineral kosong dan spons. Karena ketika airmata merekan mengucur deras, segera disapunya dengan spons dan diperas hati-hati ke dalam botol air mineral tersebut. Sangat lazim telihat orang-orang membawa lebih dari satu botol. Airmata dari botol-botol tersebut terus dikumpulkan ke dalam sebuah koperasi unit desa untuk kemudian diolah menjadi potongan 2 baluk kristal airmata sebagai bahan dasar apa pun benda di desa itu. Potongan-potongan kristal itu terus diolah menjadi berbagai macam kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah desaku begitu damai dan nyaman penuh keberlimpahan dengan airmata. Airmata yang menjadi hidup dan juga bahagia. Orang-orang sederhana dengan airmata bercucuran ternyata membuat hati orang-orang di desaku menjadi orang-orang kuat luar biasa. Orang-orang yang pemberani. Bahkan malam dengan kepekatan akan duka sekalipun tak mampu membuat mereka menghindar dari gulita. Setiap menjelang senja, saat roh-roh tua mulai ingin mengembara, para lelaki di desaku segera keluar menghadap ke barat. Dengan penuh cinta dibungkukkan badan mereka dalam sikap berdoa. Mereka tidak menganggap matahari itu Tuhan, tetapi mereka percaya saat matahari mulai membakar kaki langit dengan ujung-ujung lidah apinya sehingga langit berubah kemerahan, saat itu pula seluruh alam raya ini menangis sejadi-jadinya. Nah, karena tangisan alam raya inilah maka mereka membungkuk menghormatinya karena mereka merasa bahkan alam raya turut merestui tangisan-tangisan yang mereka haturkan sebagai puja. Sungguh jika malaikat kesayangan Tuhan sekalipun pasti akan selalu merasa senang tinggal di desa itu. Desa yang penuh air mata, tetapi begitu bahagia luar biasa ini. Hingga suatu hari ada yang merubah segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya terjadi dari kedatangan salah satu warga yang sudah lama merantau. Entah karena sudah lama merantau hingga lupa bagaimana caranya mengeluarkan air mata atau memang dia tidak mau lagi mengeluarkan air matanya. Tentu saja pada awalnya para penduduk terheran-heran bagaimana bisa lelaki itu tidak lagi mengeluarkan air mata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya mengapa dia tidak mengeluarkan air mata oleh kepala desa yang diyakini sangat sakti karena mampu mengeluarkan air mata seputih susu sungai-sungai sorga itu, jawabannya sungguh mengglegarkan “Airmata hanya untuk para perempuan. Lelaki tidak menangis. Karena hanya lelaki pengecut saja yang menangis.” Sungguh, kalimat itu seperti angin puting beliung yang merontokkan semua peradaban dalam satu helaan napas. Semua lelaki yang mendengarnya langsung tanpa sadar menghentikan air matanya. Sejak saat itu, terjadilah proses penghentian besar-besaran air mata oleh para lelaki di desa itu. Wajah-wajah lelaki di desa itu yang tadinya begitu ringan dan penuh dengan harapan, tiba-tiba menjadi tegang dan tampak sekali ada desakan-desakan air yang mati-matian ditahan di dalam sekat-sekat dadanya. Benar, lelaki tidak menangis. Begitu jargon baru yang terjadi didesa itu dan itu fatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu pula para lelaki menempatkan dirinya lebih tinggi daripada para perempuan di desa itu. Lelaki-lelaki yang tadinya mau membantu para perempuannya memasak, menjahit dan mengurus anak tiba-tiba menjadikan diri mereka tuan. Air mata hanya milik kaum perempuan. Karena hal ini, maka sejak hari lelaki berhenti menangis, tidak ada lagi lelaki yang membawa botol mineral kemana-mana. Koperasi pengolah air mata mulai kesulitan pasokan karena hanya kaum perempuanlah yang menyetor air mata. Tentu saja pasokan itu tidak akan cukup mensuplai kebutuhan. Terlebih kompisisi mineral air mata lelaki dan perempuan berbeda. Balok-balok kristal air mata menjadi menurun kualitasnya. Orang akhirnya mencampurnya dengan air untuk memproduksi apa saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja ini sama sekali menghancurkan. Setiap pagi pelangi-pelangi yang berkilau karena terpaan matahari di atap-atap kristal air mata rumah-rumah penduduk mulai berkurang kadar warnanya. Meredup pelan-pelan seperti detak jarum yang berputar terbalik, makin lama warna itu makin samar dan begitu tipisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desa itu benar-benar menjadi desa yang sedih sesedih-sedihnya. Air mata menjadi barang langka, tetapi kesedihan menjadi begitu berakar. Hingga satu hari koperasi pengelola balok kristal air mata itu menyatakan bangkrut. Mereka tak sanggup lagi berproduksi karena suplai air mata hampir tidak ada lagi. Air mata yang tersedia begitu buruk kualitasnya karena hanya air mata perempuan sehingga tidak mampu lagi membuat kristal yang solid tanpa air mata lelaki. Ketika menyadari bahwa balok kristal air mata tidak ada lagi, mulailah mereka panik. Kepala desa membunyikan kentongan tanda para lelaki harus berkumpul, “Ini sebuah kesalahan, lelaki boleh menangis karena kita butuh air mata untuk kelangsungan hidup kita, mari kita menangis lagi.” Dia pun mulai mengejap-kejapkan matanya untuk memanggil roh air mata agar kembali hadir, tanpa sadar semua lelaki yang hadir mengikutinya. Tetapi roh air mata mereka memang sudah tidak ada lagi. Mereka pun mulai panik. Semakin keras mereka berusaha, semakin air mata tidak lagi keluar. Bahkan karena terlalu keras hanya darah yang keluar dari mata mereka. Tentu saja itu bukan air mata karena berwarna merah. Air mata seperti suara Tuhan, begitu bening dan sejuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Roh air mata itu harus kita cari, kalau perlu ke ujung dunia pun harus kita buru,” begitu akhirnya keputusan kepala desa itu dalam keputuasaannya. Begitulah, sejak hari itu banyak lelaki keluar dari desaku. Mereka memburu air mata ke seluruh pelosok negeri.&lt;br /&gt;Ada yang berhasil ada pula yang tidak. Ada yang pulang dengan membawa bergalon-galon air mata, ada yang mengirimkan lewat kilat khusus, tetapi ada juga yang pulang hampa sia-sia. Lelaki perantau pencetus gagasan penghapusan air mata bagi lelaki itu menghilang entah kemana. Konon, ada yang pernah melihat dia secara diam-diam menghilang ke atas gunung dalam penyesalannya karena telah membuat desanya menjadi berantakan. Tetapi ada juga rumor yang menyebutkan bahwa saat dia menyebarkan propaganda anti air mata itu sebenarnya dia telah disuruh oleh setan yang tidak pernah ingin melihat manusia bahagia. Entah benar atau tidak, yang jelas sekarang ini sangat jarang ditemui lelaki di desaku. Kebanyakan mereka telah menjadi pemburu air mata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka akan sangat mudah ditemui di kota-kota besar maupun kecil. Dengan berbagai cara mereka akan membuat orang-orang menangis, yang paling sering dilakukan adalah menjadi pendongeng cerita-cerita sedih dimana ketika para penonton beramai-ramai menangis maka si pendongeng akan buru-buru mengambilnya dengan sponsnya dan dimasukkan kedalam botol air mineralnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, desaku yang tadinya begitu damai dan indah kini menjadi sunyi. Kesunyian yang begitu menyayat. Kesunyian yang melahirkan pekat. Seloka-seloka yang disenandungkan perempuan yang tinggal hanyalah senandung kesepian yang dibungkus rapat dengan kerinduan, karena para lelaki mereka menjadi pemburu air mata dan tidak tahu kapan mereka pulang. Benar-benar desa yang tidak bahagia. Mereka sering sekali merindukan waktu lalu, dimana air mata begitu mudah didapat, sangat bening seperti hati. Mereka begitu mendendam kepada lelaki pencetus ide penghapusan air mata. Dendam yang melahirkan bara di dada. Bara yang melahirkan air mata api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata menjadi makin langka. Air mata pada akhirnya melahirkan hanya lolongan. Air mata pada akhirnya menjadi absurd maknanya dan para pemburu air mata tak pernah lelah memburunya karena mereka benar-benar tahu bahwa hidup mereka akan kembali penuh dengan air mata. Ya, karena dari air mata akan melahirkan tawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Ahmad saifuddin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-6796215579638711550?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/6796215579638711550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2011/04/pemeburu-airmata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/6796215579638711550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/6796215579638711550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2011/04/pemeburu-airmata.html' title='PEMEBURU AIRMATA'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-1984015137876037690</id><published>2010-06-16T02:07:00.000-07:00</published><updated>2010-06-16T02:10:59.247-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/TBiU45aCoNI/AAAAAAAAANo/iHbqME1B3GE/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/TBiU45aCoNI/AAAAAAAAANo/iHbqME1B3GE/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483296251527209170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-1984015137876037690?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/1984015137876037690/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2010/06/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/1984015137876037690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/1984015137876037690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2010/06/blog-post.html' title=''/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/TBiU45aCoNI/AAAAAAAAANo/iHbqME1B3GE/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-4320874709967842207</id><published>2009-06-19T13:50:00.000-07:00</published><updated>2009-06-22T23:04:36.604-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soul'/><title type='text'>Sekedar Kata</title><content type='html'>/*Hati*/&lt;br /&gt;Dalam raga ada hati, dan dalam hati ada satu ruang tak bernama. di tangganmu terngengam kunci pintunya. ruang itu mungil, isinya lebih halus dari serat sutra, berkata-kata yang hanya dimengerti oleh bahasa nurani. begitu lemahnya ia berbisik, sampai kadang-kadang engkau tak terusik. hanya kehadirabya yang terus terasa dan bila terjadi sesuatu dengannya, duniamu runtuh bagai pelangi yang meluruh usai gerimis. dirung kecil itu, ada teras untuk tamu. hanya engkau yang berhak ada dalam inti hatimu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;/*sebentuk kasih*/&lt;br /&gt;logikaku telah terhenti ...&lt;br /&gt;untuk mencari sebentuk kasih&lt;br /&gt;yang terukir bukan dengan tinta&lt;br /&gt;melainkan abtrak rasa yang ku pilih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika tak kutemukan dirimu disini&lt;br /&gt;kan kubiarkan mendung menyelimuti hati&lt;br /&gt;dengan pengharapan...&lt;br /&gt;yang takkan terhenti............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kan kuluapkan cinta sejati&lt;br /&gt;pada hari yang telah pasti...&lt;br /&gt;dimana engkau nyata bagiku..&lt;br /&gt;dan diriku nyata bagimu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;/* .....*/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak dapat melihat semua kekurangan&lt;br /&gt;orang yang kukasihi dan tidak pula sebagianya&lt;br /&gt;jika aku memang menyukainya&lt;br /&gt;pandangan puas terhadap semua kekurangan&lt;br /&gt;yang ada adalah pandangan sakit&lt;br /&gt;tetapi pandangan kebencian&lt;br /&gt;akan memperlihatkan semua keburukan yang ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;/* .....*/&lt;br /&gt;Semula hanya main-main&lt;br /&gt;kemudian menjadi cinta beneran&lt;br /&gt;setelah cinta menjadi taktertahankan,&lt;br /&gt;dia melihat riak air yang dikiranya gelombang biasa&lt;br /&gt;tetapi setelah masuk kedalamnya ia tengelam&lt;br /&gt;dia berupaya membebaskan diri dari dosanya&lt;br /&gt;namun tidak mampu karea tidak tertahan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-4320874709967842207?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/4320874709967842207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/06/sekedar-kata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/4320874709967842207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/4320874709967842207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/06/sekedar-kata.html' title='Sekedar Kata'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-6677438437409297824</id><published>2009-05-30T02:10:00.001-07:00</published><updated>2009-05-30T02:10:47.054-07:00</updated><title type='text'>buat mbak aq</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.friendster.com/photos/101704966/1/877886229"&gt;&lt;img border="0" src="http://photos-p.friendster.com/photos/66/94/101704966/1_877886229l.jpg"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.friendster.com/photos/101704966/1/877886229"&gt;&lt;img border="0" src="http://photos-p.friendster.com/photos/66/94/101704966/1_877886229l.jpg"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-6677438437409297824?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/6677438437409297824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/05/buat-mbak-aq.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/6677438437409297824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/6677438437409297824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/05/buat-mbak-aq.html' title='buat mbak aq'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-3176665019288981388</id><published>2009-05-15T16:47:00.000-07:00</published><updated>2009-05-15T16:50:16.015-07:00</updated><title type='text'>yang nikah</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;selamat menempuh hidup baru kawan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/Sg3_eY6_ATI/AAAAAAAAANg/OxoOOMtJYDA/s1600-h/nikahaa.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 293px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/Sg3_eY6_ATI/AAAAAAAAANg/OxoOOMtJYDA/s400/nikahaa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336202031054913842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-3176665019288981388?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/3176665019288981388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/05/yang-nikah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/3176665019288981388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/3176665019288981388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/05/yang-nikah.html' title='yang nikah'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/Sg3_eY6_ATI/AAAAAAAAANg/OxoOOMtJYDA/s72-c/nikahaa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-6261240409324168248</id><published>2009-05-09T16:13:00.000-07:00</published><updated>2009-05-09T16:14:12.387-07:00</updated><title type='text'>Aku melihat, aku menangis dan aku ingin berbuat</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di padang ilalang demokrasi&lt;br /&gt;Kulihat tubuh-tubuh ringki&lt;br /&gt;Yang tak lagi kuasa berdiri&lt;br /&gt;Karena mereka sudah terlalu letih…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat mereka telanjang&lt;br /&gt;Dan tanpa alas kaki&lt;br /&gt;Terus merangkak dan merangkak&lt;br /&gt;Hingga darah mengalir tanpa henti…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka digiring pengembalah berdasi&lt;br /&gt;Dengan perut yang muat semua isi bumi&lt;br /&gt;Yang setiap saat menganyunkan cambuk&lt;br /&gt;Untuk mengiring mereka kepadang kesengsaraan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pupil seorang anak desa yang sekian lama dia terlahir dan harus bernafas udara yang bercampur dengan belerang-belerang kebohongan yang semua atas nama demi rakyat. Telah terekan dan kemudian terpatri dibilik-bilik memorinya adegan demi adegan kesewenang-wenangan. 11 tahun sudah, rakyat telah dibawa untuk mentranformasikan budayah yang sekian lama carut marut namun hingga hari ini kita masi menjadi orang yang sama seperti sebelum 11 tahun yang lalu. Masyarakat yang hari ini semakin sekarat dengan permasalah-permasalahan rutinitas seperti lapangan kerja, tingginya biaya hidup, fasilitas umum yang belum memadai (kesehatan masi terlalu mahal dan pendidikan menjadi komoditi perdangan) mahalnya biaya pertanian dan murahnya harga hasil panen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal diatas bukan tidak bisa diselesaikan namun hingga hari ini kita belum memiliki seorang pemimpin yang mampu melaksanakan fungsinnya sebagai seorang yang mengabdikan hidupnya untuk rakyat melainkan bagaimana rakyat mengabdikan seluruh hidup rakyat untuk mereka. Bagaimana kita lihat fenomena ketika pejabat melakukan tur keliling wilayahnya yang harus dikawal polisi lengkap dengan sirine yang terdengar dipenjuru kota. Padahal dengan melakukan tindakan yang semacam ini selain mengangu aktifitas masyarakat juga mereka tidak Pemimpin-pemimpin kita masi orang-orang yang dibentuk oleh orde-orde yang bagaimana agar dia dapat mengambil sebanyak-banyaknya, bagaimana agar keluraganya kaya raya dan persetan dengan yang lainnya. Koropsi yang masi meraja relah bukan hanya dipemerintahan tapi juga diwilayah-wilayah agama, bukan hanya ditingkat-tingkat elet bahkan ditingkat desa. Suatu kondisi yang ironis bahwa hari ini, ditengga masyarakat yang memiliki kepercayaan kepada tuhan, masyarakat yang memiliki moral,masyarakat yang konon katanya berbudaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi lain yang tak kalah ironis, pimpinan-pimpinan agama yang seakan-akan mendiamkan semua itu. Belum ada suatu tindakan kongkrit yang mereka lakukan, Entah apa yang mereka pikirkan… bukakkah mereka mempunyai tugas untuk mengajak berbuat baik dan mencegah kejahatan???? Bahkan pada kondisi tertentu merekah malah menjadi corong-corong pemerinta yamg enta mereka tau apa yang mereka lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini tinggal kita, genersi-genersi muda yang sembarai kecil memakan bangkai-bangkai kebohongan dan memum comberan kebodoan. Apa hari ini kita tidak ingin memilih atau kita tidak berani memilih untuk menjadi generai yang lebih baik. Janganlah kita diam wahai genersi mudah, jikalau dulu kita makan bangkai dan meminum cemberan karena kita tidak punya pilihan namun hari ini kita telah menjadi orang-orang yang punya akal orang-orang yang punya kuwajiban untuk membangun masyarakat yang beradap, membangun masyarakat yang menjadikan agama sebagai jalan hidupnya bukan hanya sebagai identitas maupun simpul kekuasaaan semata. Katanka kita tetap diam saudaraku, lihatlah disekeliling kita betapa banyak orang-orang ringki yang setiap saat dicambuk oleh penguasa-pengusa yang tholim, bukankah mereka saudara kita, keluarga kita bahkan hari ini kita telah merasak sendiri ribuan jambukan yang sama, apakah kita tidak merasakan rasa sakit dan perinya?????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai generasi muda…&lt;br /&gt;Hari ini waktunya kita memilih …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-6261240409324168248?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/6261240409324168248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/05/aku-melihat-aku-menangis-dan-aku-ingin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/6261240409324168248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/6261240409324168248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/05/aku-melihat-aku-menangis-dan-aku-ingin.html' title='Aku melihat, aku menangis dan aku ingin berbuat'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-7705983057635755914</id><published>2009-05-09T15:46:00.001-07:00</published><updated>2009-05-09T15:48:57.439-07:00</updated><title type='text'>MUBES 2009 FOSHMA TABAH KORDA MALANG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SgYIQ1XmxjI/AAAAAAAAANY/UC4NuYD2t0c/s1600-h/KETUA.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 296px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SgYIQ1XmxjI/AAAAAAAAANY/UC4NuYD2t0c/s400/KETUA.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333959893963949618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-7705983057635755914?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/7705983057635755914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/05/mubes-2009-foshma-tabah-korda-malang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/7705983057635755914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/7705983057635755914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/05/mubes-2009-foshma-tabah-korda-malang.html' title='MUBES 2009 FOSHMA TABAH KORDA MALANG'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SgYIQ1XmxjI/AAAAAAAAANY/UC4NuYD2t0c/s72-c/KETUA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-5072797455633755801</id><published>2009-02-28T13:38:00.000-08:00</published><updated>2009-02-28T13:38:01.076-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soul'/><title type='text'>Kado Pernikahan</title><content type='html'>Wahai Istri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai istri.......&lt;br /&gt;Suami yang menikahi kamu&lt;br /&gt;Tidaklah semulia Muhammad SAW&lt;br /&gt;Tidaklah setaqwa Ibrahim AS&lt;br /&gt;Pun tidak setabah Ayub AS&lt;br /&gt;Ataupun sagagah Musa AS&lt;br /&gt;Apalagi setampan Yusuf AS&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Wahai istri.......&lt;br /&gt;Justru suami adalah.....&lt;br /&gt;Pria akhir zaman&lt;br /&gt;Yang punya cita-cita&lt;br /&gt;Membangun keturunana yang sholeh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai istri.......&lt;br /&gt;Suami bagai balita yang nakal&lt;br /&gt;Kamu adalah penuntun kenakalannya&lt;br /&gt;Saat suami jadi raja&lt;br /&gt;Kamu nikmati anggur singgasananya&lt;br /&gt;Ketika suami menjadi bisa&lt;br /&gt;Kamulah penawarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai istri&lt;br /&gt;Seandainya suami masuk yang lancang&lt;br /&gt;Sabarlah memperingatinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------------------------------------&lt;br /&gt;Wahai Suami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai suami......&lt;br /&gt;Istrimu bukanlah Khotijah&lt;br /&gt;Yang begitu sempurnah dalam menjaga&lt;br /&gt;Bukan pula Hajar&lt;br /&gt;Yang begitu setia dalam sengasara&lt;br /&gt;Bukan pulah Aisyah&lt;br /&gt;Yang begitu tegu dan pandai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai suami......&lt;br /&gt;istri yang engkau miliki&lt;br /&gt;diciptakan dari tulang rusukmu&lt;br /&gt;bukan dari kepalamu&lt;br /&gt;untuk menjadi atasanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukanpulah dari kakimu&lt;br /&gt;untuk menjadi alas&lt;br /&gt;melainkan dari sisimu&lt;br /&gt;untuk menjadi teman hidup&lt;br /&gt;dekat dengan lenganmu&lt;br /&gt;untuk selalu dilindungi&lt;br /&gt;dan dekat dengan hatimu&lt;br /&gt;untuk selalu dicintai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-5072797455633755801?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/5072797455633755801/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/02/kado-pernikahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/5072797455633755801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/5072797455633755801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/02/kado-pernikahan.html' title='Kado Pernikahan'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-6082460528311345565</id><published>2009-02-19T13:54:00.000-08:00</published><updated>2009-02-22T15:11:48.916-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soul'/><title type='text'>Kata Mencari Makna</title><content type='html'>apabila satu bintang terjatuh saat aku merindukanmu, sungguh takkan tersisa bintang di langit malam ini maka aku akan menahan rinduku agar malam ini tetap indah.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;/**/&lt;br /&gt;Aku tau engaku bukan purnama ataupun bintang nan indah tapi bagiku engaku adalah kesempurnaan dari keduanya.&lt;br /&gt;/**/&lt;br /&gt;kutanyakan kepada angin tentang dirimu, kutanyakan kepada langit tentang dirimu, kutanyakan kepada apapun yang berjumpa denganku, tapi alangka bodohnya diriku karena engkau sudah ada dalam hatiku.&lt;br /&gt;/**/&lt;br /&gt;ketika cinta mulai membutakan mataku, maka sirnalah logika dalam otakku.&lt;br /&gt;/**/&lt;br /&gt;apabila satu bintang terjatuh saat aku merindukanmu, sungguh takkan tersisa bintang di langit malam ini maka aku akan menahan rinduku agar malam ini tetap indah.&lt;br /&gt;/**/&lt;br /&gt;janganlah pertanyakaan arti cinta, janganlah pertanyakan arti kasih sayang, janganlah pertanyakan arti kehadiranku untukmu karena aku ada untukmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-6082460528311345565?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/6082460528311345565/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/02/kata-mencari-makna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/6082460528311345565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/6082460528311345565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/02/kata-mencari-makna.html' title='Kata Mencari Makna'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-5165515935737478502</id><published>2009-02-18T03:19:00.000-08:00</published><updated>2009-02-22T15:11:48.917-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soul'/><title type='text'>6 Pertanyaan IMAM AL-GHOZALI</title><content type='html'>Suatu hari, saat Imam Al ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al ghozali bertanya kepada murid-muridnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pertanyaan pertama Imam Al ghozali kepada murid-muridnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia. Murid-murid ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi menurut Imam Ghozali yang paling dekat dengan manusia adalah mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(lihat QS. Ali Imran ayat 185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang ke dua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini. murid-murid ada yang menjawab negara cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban mereka benar. Tapai yang paling benar adalah masa lalu. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bias kembali ki masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu imam ghozali melanjutkan dengan pertanyaan yang ketiga :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Apa yang paling besar di dunia ini. murid-murid ada yang menjawab gunung, bumi dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah nafsu (Al Araf). Maka, Kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan keempat ialah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Apa yang paling berat di dunia ini. Ada yang menjawab dengan baja, besi, dan gajah, semua jawaban itu benar. Tapi yang palaing berat adalah memegang amanah Sebagaimana Firman Allah dam surat Aahzab ayat 72. tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi [permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak biasa memegang amanahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang kelima :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. apa yang paling ringan di dunia ini. ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalahmeninggalkan Sholatgara-gara kerja kita meninggalkan sholat, gara-gara meeting kita meninggalkan sholat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas pertanyaan yang keenam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. apakah yang paling tajam di dunia ini. Murid-murid serempak, pedang. Benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling adalah lidah manusia. Karena melalaui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudara sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://illo88.multiply.com/reviews/item/11&lt;br /&gt;http://rayhanpark.multiply.com/journal/item/22/PERTANYAAN_IMAM_GHAZALI&lt;br /&gt;http://dehagoblog.wordpress.com/2007/11/01/enam-pertanyaan-imam-ghozali/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-5165515935737478502?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/5165515935737478502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/02/6-pertanyaan-imam-al-ghozali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/5165515935737478502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/5165515935737478502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/02/6-pertanyaan-imam-al-ghozali.html' title='6 Pertanyaan IMAM AL-GHOZALI'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-8834120261722040149</id><published>2009-02-11T14:32:00.000-08:00</published><updated>2009-02-11T14:52:20.607-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Geofisika'/><title type='text'>Konfigurasi dan Profil kedalaman</title><content type='html'>Metode geolistrik merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengetahui (memperkirakan) lapian bawah permukaan. hasil dari pengukuran dengan meode ini digunakan sebagai data potensi bawah permukaan suatu daerah dan digunakan untuk pengembangan suatu daerah.&lt;br /&gt;Petode geolistrik memiliki beberapa metode turunan, salah satunya metode geolistrik resistivitas atau tahanan jenis (selanjutnya dibaca metode resistivitas). metode resistivitas merupakan metode untuk mendeteksi bawah permukaan berdasarkan kelistrikan batuan.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pengikuran dengan mengunakan metode ini memiliki dua tipe: 1] Tipe pengukuran Metode Resistivitas Sounding, Metode ini digunakan untuk menyelidiki variasi atau kontur resistivitas kearah vertikal (kedalam). Metode ini akan mengetahui ketebalan masing-masing lapisan batuan yang tersurvei yang ada dibawah permukaan.Pelaksanaannya dilakukan dengan menggerakkan elektroda menjauhi pusat konfigurasi, sehingga semakin jauh jarak elektrodanya semakin dalam jangkauan kedalaman yang dicapai.2] Tipe pengukuran Metode Resistivitas Mapping. Metode ini digunakan untuk menyelidiki variasi atau kontur kearah lateral (horisontal) atau biasa disebut pengukuran 2D, karena menggunakan spasi tetap maka kedalaman dibawah permukaan yang tersurvei adalah sama. Cara pengukuran dilakukan dengan menggeserkan seluruh elektroda dan konfigurasi tetap sepanjang lintasan pengukuran secara bersama-sama dengan interval tertentu dan arah yang sama. &lt;br /&gt;Kedalaman yang dihasilkan dari Tipe pengukuran Metode Resistivitas Mapping dapat dirumuskan: kedalaman= nx[(0.5)x(MN)]; dinama n adalah banyaknya lintasan pengukuran, MN adalah jarak antara elektroda potensial satu (C1) dengan elektoda potensial lainya (c2).&lt;br /&gt;contoh jika pada pengukuran dilapangan dengan panjang lintasan 110 meter, n=4 dan spasi=5 meter, maka  profil hasil interprestasi data untuk permukaan (lapisan paling atas terdeteksi) pada  5 meter dan kedalaman (lapisan terbawa yang terdeteksi) adalah 20 meter. Tapi pada kenyataannya seringkali kita menemukan hasil interprestasi data dengan software (salah satunya Res2dinv 3.5) mengalami pergeseran profil.Profil permukaan akan mengalami pergeseran keatas dan profil kedalaman akan kurang dari rumusan diatas. jika Pengukuran ini dilakukan dilapangan hal tersebut bukan merupakan yang berarti tapi jika kita melakukan pengukuran sekalah laboratorium maka kita harus berhati-hati dalam meletakkan anomali.&lt;br /&gt;tapi dalam hal ini belum bisa kami berikan alasan-alasan yang logis terhadap hal diatas, mungkin akan dimuat dalam tulisan selanjutnya....&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SZNTf_jc9II/AAAAAAAAAMA/sc-wD4KFHFY/s1600-h/Graphic1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 197px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SZNTf_jc9II/AAAAAAAAAMA/sc-wD4KFHFY/s320/Graphic1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301672995446387842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-8834120261722040149?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/8834120261722040149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/02/metode-geolistrik-merupakan-salah-satu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/8834120261722040149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/8834120261722040149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/02/metode-geolistrik-merupakan-salah-satu.html' title='Konfigurasi dan Profil kedalaman'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SZNTf_jc9II/AAAAAAAAAMA/sc-wD4KFHFY/s72-c/Graphic1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-6021278833305191082</id><published>2009-02-09T15:14:00.000-08:00</published><updated>2009-02-09T15:14:00.192-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Memahami Perilaku Individu</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tugas utama guru adalah berusaha mengembangkan perilaku peserta didiknya. Dalam hal ini, Abin Syamsuddin Makmun (2003) menyebutkan bahwa tugas guru antara lain sebagai pengubah perilaku peserta didik (behavioral changes). Oleh itu, agar perilaku peserta didik dapat berkembang optimal, tentu saja seorang guru seyogyanya dapat memahami tentang bagaimana proses dan mekanisme terbentuknya perilaku para peserta didiknya.&lt;br /&gt;Untuk memahami perilaku individu dapat dilihat dari dua pendekatan, yang saling bertolak belakang, yaitu: (1) behaviorisme dan (2) holistik atau humanisme. Kedua pendekatan ini memiliki implikasi yang luas terhadap proses pendidikan, baik untuk kepentingan pembelajaran, pengelolaan kelas, pembimbingan serta berbagai kegiatan pendidikan lainnya.&lt;br /&gt;A. Mekanisme Pembentukan Perilaku Menurut Aliran Behaviorisme&lt;br /&gt;Behaviorisme memandang bahwa pola-pola perilaku itu dapat dibentuk melalui proses pembiasaan dan penguatan (reinforcement) dengan mengkondisikan atau menciptakan stimulus-stimulus (rangsangan) tertentu dalam lingkungan. Behaviorisme menjelaskan mekanisme proses terjadi dan berlangsungnya perilaku individu dapat digambarkan dalam bagan berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S &gt; R atau S &gt; O &gt; R&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S = stimulus (rangsangan); R = Respons (perilaku, aktivitas) dan O=organisme (individu/manusia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena stimulus datang dari lingkungan (W = world) dan R juga ditujukan kepadanya, maka mekanisme terjadi dan berlangsungnya dapat dilengkapkan seperti tampak dalam bagan berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;W &gt; S &gt; O &gt; R &gt; W&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan lingkungan (W = world) di sini dapat dibagi ke dalam dua jenis yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Lingkungan objektif (umgebung=segala sesuatu yang ada di sekitar individu dan secara potensial dapat melahirkan S).&lt;br /&gt;2. Lingkungan efektif (umwelt=segala sesuatu yang aktual merangsang organisme karena sesuai dengan pribadinya sehingga menimbulkan kesadaran tertentu pada diri organisme dan ia meresponsnya)&lt;br /&gt;Perilaku yang berlangsung seperti dilukiskan dalam bagan di atas biasa disebut dengan perilaku spontan.&lt;br /&gt;Contoh : seorang mahasiswa sedang mengikuti perkuliahan Psikologi Pendidikan di ruangan kelas yang terasa panas, secara spontan mahasiswa tersebut mengipas-ngipaskan buku untuk meredam kegerahannya.&lt;br /&gt;Ruangan kelas yang panas merupakan lingkungan (W) dan menjadi stimulus (S) bagi mahasiswa tersebut (O), secara spontan mengipaskan-ngipaskan buku merupakan respons (R) yang dilakukan mahasiswa. Merasakan ruangan tidak terasa gerah (W) setelah mengipas-ngipaskan buku.&lt;br /&gt;Sedangkan perilaku sadar dapat digambarkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;W &gt; S &gt; Ow &gt; R &gt; W&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh : ketika sedang mengikuti perkuliahan Psikologi Pendidikan di ruangan kelas yang terasa agak gelap karena waktu sudah sore hari ditambah cuaca mendung, ada seorang mahasiswa yang sadar kemudian dia berjalan ke depan dan meminta ijin kepada dosen untuk menyalakan lampu neon yang ada di ruangan kelas, sehingga di kelas terasa terang dan mahasiswa lebih nyaman dalam mengikuti perkuliahan.&lt;br /&gt;Ruangan kelas yang gelap, waktu sore hari, dan cuaca mendung merupakan lingkungan (W), ada mahasiswa yang sadar akan keadaan di sekelilingnya (Ow), –meski di ruangan kelas terdapat banyak mahasiswa namun mereka mungkin tidak menyadari terhadap keadaan sekelilingnya–. berjalan ke depan, meminta ijin ke dosen, dan menyalakan lampu merupakan respons yang dilakukan oleh mahasiswa yang sadar tersebut (R), suasana kelas menjadi terang dan mahasiswa menjadi lebih menyaman dalam mengikuti perkuliahan merupakan (W).&lt;br /&gt;Sebenarnya, masih ada dua unsur penting lainnya dalam diri setiap individu yang mempengaruhi efektivitas mekanisme proses perilaku yaitu receptors (panca indera sebagai alat penerima stimulus) dan effectors (syaraf, otot dan sebagainya yang merupakan pelaksana gerak R).&lt;br /&gt;Dengan mengambil contoh perilaku sadar tadi, mahasiswa yang sadar (Ow) mungkin merasakan penglihatannya (receptor) menjadi tidak jelas, sehingga tulisan dosen di papan tulis tidak terbaca dengan baik. Menggerakkan kaki menuju ke depan, mengucapkan minta izin kepada dosen, tangan menekan saklar lampu merupakan effector.&lt;br /&gt;B. Mekanisme Pembentukan Perilaku Menurut Aliran Holistik (Humanisme)&lt;br /&gt;Holistik atau humanisme memandang bahwa perilaku itu bertujuan, yang berarti aspek-aspek intrinsik (niat, motif, tekad) dari dalam diri individu merupakan faktor penentu untuk melahirkan suatu perilaku, meskipun tanpa ada stimulus yang datang dari lingkungan. Holistik atau humanisme menjelaskan mekanisme perilaku individu dalam konteks what (apa), how (bagaimana), dan why (mengapa). What (apa) menunjukkan kepada tujuan (goals/incentives/purpose) apa yang hendak dicapai dengan perilaku itu. How (bagaimana) menunjukkan kepada jenis dan bentuk cara mencapai tujuan (goals/incentives/pupose), yakni perilakunya itu sendiri. Sedangkan why (mengapa) menunjukkan kepada motivasi yang menggerakan terjadinya dan berlangsungnya perilaku (how), baik bersumber dari diri individu itu sendiri (motivasi instrinsk) maupun yang bersumber dari luar individu (motivasi ekstrinsik).&lt;br /&gt;Perilaku individu diawali dari adanya kebutuhan. Setiap individu, demi mempertahankan kelangsungan dan meningkatkan kualitas hidupnya, akan merasakan adanya kekurangan-kekurangan atau kebutuhan-kebutuhan tertentu dalam dirinya. Dalam hal ini, Maslow mengungkapkan jenis-jenis kebutuhan-individu secara hierarkis, yaitu:&lt;br /&gt;1. kebutuhan fisiologikal, seperti : sandang, pangan dan papan&lt;br /&gt;2. kebutuhan keamanan, tidak dalam arti fisik, akan tetapi juga mental, psikologikal dan intelektual&lt;br /&gt;3. kebutuhan kasih sayang atau penerimaan&lt;br /&gt;4. kebutuhan prestise atau harga diri, yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbol-simbol status&lt;br /&gt;5. kebutuhan aktualisasi diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Stranger (Nana Syaodih Sukmadinata,2005) mengetengahkan empat jenis kebutuhan individu, yaitu:&lt;br /&gt;1. Kebutuhan berprestasi (need for achievement), yaitu kebutuhan untuk berkompetisi, baik dengan dirinya atau dengan orang lain dalam mencapai prestasi yang tertinggi.&lt;br /&gt;2. Kebutuhan berkuasa (need for power), yaitu kebutuhan untuk mencari dan memiliki kekuasaan dan pengaruh terhadap orang lain.&lt;br /&gt;3. Kebutuhan untuk membentuk ikatan (need for affiliation), yaitu kebutuhan untuk mengikat diri dalam kelompok, membentuk keluarga, organisasi ataupun persahabatan.&lt;br /&gt;4. Kebutuhan takut akan kegagalan (need for fear of failure), yaitu kebutuhan untuk menghindar diri dari kegagalan atau sesuatu yang menghambat perkembangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan-kebutuhan tersebut selanjutnya menjadi dorongan (motivasi) yang merupakan kekuatan (energi) seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dan entusiasmenya dalam melaksanakan suatu aktivitas, baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik).&lt;br /&gt;Jika kebutuhan yang serupa muncul kembali maka pola mekanisme perilaku itu akan dilakukan pengulangan (sterotype behavior), sehingga membentuk suatu siklus&lt;br /&gt;Berkaitan dengan motif individu, untuk keperluan studi psikologis, motif individu dapat dikelompokkan ke dalam 2 golongan, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Motif primer (basic motive dan emergency motive); menunjukkan kepada motif yang tidak pelajari, dikenal dengan istilah drive, seperti : dorongan untuk makan, minum, melarikan diri, menyerang, menyelamatkan diri dan sejenisnya.&lt;br /&gt;2. Motif sekunder; menunjukkan kepada motif yang berkembang dalam individu karena pengalaman dan dipelajari, seperti : takut yang dipelajari, motif-motif sosial (ingin diterima, konformitas dan sebagainya), motif-motif obyektif dan interest (eksplorasi, manipulasi. minat), maksud dan aspirasi serta motif berprestasi.&lt;br /&gt;Untuk memahami motivasi individu dapat dilihat dari indikator-indikatornya, yaitu : (1) durasi kegiatan; (2) frekuensi kegiatan; (3) persistensi pada kegiatan; (4) ketabahan, keuletan dan kemampuan dalam mengahadapi rintangan dan kesulitan; (5) devosi dan pengorbanan untuk mencapai tujuan; (6) tingkat aspirasi yang hendak dicapai dengan kegiatan yang dilakukan; (7) tingkat kualifikasi prestasi atau produk (out put) yang dicapai dari kegiatan yang dilakukan; (8) arah sikap terhadap sasaran kegiatan.&lt;br /&gt;Dalam diri individu akan didapati sekian banyak motif yang mengarah kepada tujuan tertentu. Dengan beragamnya motif yang terdapat dalam individu, adakalanya individu harus berhadapan dengan motif yang saling bertentangan atau biasa disebut konflik.&lt;br /&gt;Bentuk-bentuk konflik tersebut diantaranya adalah :&lt;br /&gt;1. Approach-approach conflict; jika individu dihadapkan pada dua motif atau lebih dan semua alternatif motif sama-sama kuat, dikehendaki serta bersifat positif.&lt;br /&gt;2. Avoidance-avoidance conflict; jika individu dihadapkan pada dua motif atau lebih dan semua alternatif motif sama-sama kuat namun tidak dikehendaki dan bersifat negatif.&lt;br /&gt;3. Approach-avoidance conflict; jika individu dihadapkan pada dua motif atau lebih, yang satu positif dan dikehendaki dan yang lainnya motif negatif serta tidak dikehendaki namun sama kuatnya.&lt;br /&gt;Jika seorang individu dihadapkan pada bentuk-bentuk motif seperti dikemukakan di atas tentunya dia akan mengalami kesulitan untuk mengambil keputusan dan sangat mungkin menjadi perang batin yang berkepanjangan.&lt;br /&gt;Dalam pandangan holistik, disebutkan bahwa dalam rangka memenuhi kebutuhan dalam dirinya, setiap aktivitas yang dilakukan individu akan mengarah pada tujuan tertentu. Dalam hal ini, terdapat dua kemungkinan, tercapai atau tidak tercapai tujuan tersebut. Jika tercapai tentunya individu merasa puas dan memperoleh keseimbangan diri (homeostatis). Namun sebaliknya, jika tujuan tersebut tidak tercapai dan kebutuhannya tidak terpenuhi maka dia akan kecewa atau dalam psikologi disebut frustrasi. Reaksi individu terhadap frustrasi akan beragam bentuk perilakunya, bergantung kepada akal sehatnya (reasoning, inteligensi). Jika akal sehatnya berani mengahadapi kenyataan maka dia akan lebih dapat menyesuaikan diri secara sehat dan rasional (well adjustment). Namun, jika akal sehatnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya, perilakunya lebih dikendalikan oleh sifat emosinalnya, maka dia akan mengalami penyesuaian diri yang keliru (maladjusment).&lt;br /&gt;Bentuk perilaku salah suai (maldjustment), diantaranya : (1) agresi marah; (2) kecemasan tak berdaya; (3) regresi (kemunduran perilaku); (4) fiksasi; (5) represi (menekan perasaan); (6) rasionalisasi (mencari alasan); (7) proyeksi (melemparkan kesalahan kepada lingkungan); (8) sublimasi (menyalurkan hasrat dorongan pada obyek yang sejenis); (9) kompensasi (menutupi kegagalan atau kelemahan dengan sukses di bidang lain); (10) berfantasi (dalam angan-angannya, seakan-akan ia dapat mencapai tujuan yang didambakannya).&lt;br /&gt;Di sinilah peran guru untuk sedapat mungkin membantu para peserta didiknya agar terhindar dari konflik yang berkepanjangan dan rasa frustasi yang dapat menimbulkan perilaku salah-suai. Sekaligus juga dapat memberikan bimbingan untuk mengatasinya apabila peserta didik mengalami konflik yang berkepanjangan dan frustrasi.&lt;br /&gt;Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan dikemukakan contoh terbentuknya perilaku berdasarkan pendekatan holistik.&lt;br /&gt;Contoh 1 :&lt;br /&gt;Karena gagal mengikuti mengikuti testing pada salah satu Fakultas di Perguruan Tinggi ternama melalui jalur UMPTN (frustration), dan setelah mempertimbangkan segala sesuatunya (moralitas), secara sukarela Arjuna memutuskan untuk melanjutkan pada salah program studi yang ada di FKIP UNIKU (sublimasi).&lt;br /&gt;Ketika mengikuti perkuliahan Psikologi Pendidikan yang merupakan salah satu mata kuliah yang wajib diikuti para mahasiswa, sejak awal dia sudah menyadari bahwa dia kekurangan pengetahuan, sikap dan keterampilannya dalam bidang Psikologi Pendidikan sehingga dia menyadari Psikologi Pendidikan merupakan kebutuhan bagi dirinya (need felt) dalam rangka mencapai tujuan-tujuannya (goals/incentives).&lt;br /&gt;Untuk tujuan jangka pendeknya, dengan berbekal kesadaran diri bahwa dia memiliki potensi dalam bidang psikologi pendidikan, dia berharap dapat memperoleh kemampuan baru berupa pengetahuan, sikap dan keterampilan yang berhubungan dengan psikologi pendidikan, yang diperolehnya dari setiap pertemuan tatap muka dengan dosen.&lt;br /&gt;Tujuan jangka menengah, pada akhir semester dia berharap lulus mata kuliah Psikologi Pendidikan dengan mendapatkan nilai A (kebutuhan harga diri). Selain itu, nanti pada saat mengikuti Program Praktek Lapangan (PPL), dia berharap dapat melaksanakannya dengan sebaik-baiknya. Sedangkan tujuan yang ingin dicapai untuk jangka panjang, dia benar-benar berharap dapat menjadi guru yang efektif dan kompeten.&lt;br /&gt;Keinginan dan tujuan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam bidang psikologi pendidikan, memperoleh kesuksesan belajar dengan mendapatkan nilai A, memperoleh kesuksesan dalam mengikuti Program Praktek Lapangan (PPL), keinginan menjadi guru yang efektif dan kompeten kemudian berkembang menjadi dorongan yang kuat dalam dirinya (motivasi intrinsik)&lt;br /&gt;Pada saat mengikuti perkuliahan Psikologi Pendidikan dia senantiasa aktif bertanya dan mengemukakan pendapatnya tentang materi yang disampaikan, membaca dan mengkaji buku-buku psikologi pendidikan yang diwajibkan dan dianjurkan oleh dosen. Setiap tugas yang diberikan diselesaikan dengan sebaik-baiknya dan tepat waktu. Dia juga sangat menyukai diskusi tentang psikologi pendidikan dengan teman-temannya di luar kelas (perilaku instrumental).&lt;br /&gt;Berkat aktivitas dan kesungguhannya dalam mengikuti perkuliahan Psikologi Pendidikan, dia memperoleh pengetahuan yang luas, sikap yang positif dan memiliki keterampilan yang bisa dibanggakan dalam menerapkan prinsip-prinsip psikologi. Pada akhir semester, dia memperoleh nilai terbaik di kelasnya, pada saat PPL dia termasuk mahasiswa praktikan yang disukai oleh peserta didiknya, bahkan kepala sekolahnya meminta dia untuk menjadi guru di sekolah menjadi tempat prakteknya.&lt;br /&gt;Setelah dia selesai kuliah dia menjadi guru di sebuah sekolah, para peserta didik sangat menyenangi dia karena dia sangat dekat dan akrab dengan peserta didiknya. Begitu juga, rekan-rekan seprofesinya sangat hormat dan kagum atas kinerjanya sebagai guru. Pada saat mengikuti lomba pemilihan guru berprestasi tingkat kabupaten, dia berhasil meraih sebagai juara pertama.&lt;br /&gt;Dia sangat mensyukuri atas segala keberhasilannya, baik ketika selama menjadi mahasiswa maupun setelah menjadi guru (homeostatis). Bagi dirinya, Perkuliahan Psikologi Pendidikan telah mendasari dia menjadi seorang yang sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh 2 :&lt;br /&gt;Astrajingga rekan seangkatan Arjuna. Dia bercita-cita menjadi seorang ekonom, karena gagal mengikuti mengikuti testing pada Fakultas Ekonomi di Perguruan Tinggi ternama melalui jalur UMPTN (frustration), kemudian dia dipaksa orang tuanya untuk melanjutkan pada salah satu program studi di FKIP UNIKU (motivasi ekstrinsik/substitusi), sehingga selama kuliah, dia belum menemukan apa tujuan kuliahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tidak begitu berminat mengikuti perkuliahan mata kuliah kependidikan, termasuk mata kuliah Psikologi Pendidikan (kurang merasakan adanya kebutuhan dan kekurangan motivasi). Pikirannya selalu terganggu bahwa seolah-olah dia sedang kuliah pada Fakutas Ekonomi di Perguruan Tinggi yang diidam-idamkannya dan dia merasa seolah-olah bakal menjadi Ekonom (fantasi). Dia sering tidak masuk kuliah, sekalipun dia masuk kuliah hanya sebatas takut dimarahi oleh dosen yang bersangkutan dan takut dinyatakan tidak lulus (kebutuhan rasa aman). Tugas-tugas yang diberikan dosen pun jarang dikerjakan, kalaupun dikerjakan hanya alakadarnya dan selalu telat disetorkan. Dia dihadapkan pada perang batin antara terus melanjutkan studi yang tidak sesuai dengan cita-citanya atau keluar dari kuliah dengan resiko orang tua akan marah besar terhadap dirinya (conflict).&lt;br /&gt;Selama satu semester mengikuti perkuliahan Psikologi Pendidikan, dia hanya memperoleh sebagian kecil saja pengetahuan, sikap dan keterampilan tentang psikologi pendidikan dan pada akhirnya dia dinyatakan tidak lulus dan terpaksa harus mengikuti remedial. Sambil menangis (regresi), dia menyalahkan dosen bahwa dosennya tidak becus mengajar (proyeksi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abin Syamsuddin Makmun. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung : PT Rosda Karya Remaja.&lt;br /&gt;Calvin S. Hall &amp; Gardner Lidzey (editor A. Supratiknya). 2005. Teori-Teori Psiko Dinamik (Klinis) : Jakarta : Kanisius&lt;br /&gt;Depdiknas, 2004. Dasar Standarisasi Profesi Konseling. Jakarta : Bagian Proyek Peningkatan Tenaga Akdemik Dirjen Dikti&lt;br /&gt;——— 2003. Pedoman Penyelenggaraaan Program Percepatan Belajar SD, SMP dan SMA. Jakarta : Dirjen Dikdasmen.&lt;br /&gt;E. Mulyasa. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Konsep,Karakteristik dan Implementasi.Bandung : P.T. Remaja Rosdakarya.&lt;br /&gt;———. 2004. Implementasi Kurikulum 2004; Panduan Pembelajaran KBK. Bandung : P.T. Remaja Rosdakarya.&lt;br /&gt;Gendler, Margaret E. 1992. Learning &amp; Instruction; Theory Into Practice. New York : McMillan Publishing.&lt;br /&gt;H.M. Arifin. 2003. Teori-Teori Konseling Agama dan Umum. Jakarta. PT Golden Terayon Press.&lt;br /&gt;Hurlock, Elizabeth B. 1980. Developmental Phsychology. New York : McGraw-Hill Book Company&lt;br /&gt;Moh. Surya. 1997. Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung PPB - IKIP Bandung.&lt;br /&gt;Muhibbin Syah. 2003. Psikologi Belajar. Jakarta : PT Raja Grafindo.&lt;br /&gt;Nana Syaodih Sukmadinata. 2005. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung&lt; : P.T. Remaja Rosdakarya.&lt;br /&gt;National Board for Professional Teaching Standards. 2002 . Five Core Propositions. NBPTS Home . (Accessed, 31 Oct 2002).&lt;br /&gt;Prayitno, dkk. 2004. Pedoman Khusus Bimbingan dan Konseling, Jakarta : Depdiknas.&lt;br /&gt;———-, dkk. 2004. Panduan Kegiatan Pengawasan Bimbingan dan Konseling, Jakarta : Rineka Cipta.&lt;br /&gt;Sofyan S. Willis. 2004. Konseling Individual; Teori dan Praktek. Bandung : Alfabeta&lt;br /&gt;SudarwanDanim. 2002. Inovasi Pendidikan : Dalam Upaya Meningkatkan Profesionalisme Tenaga Kependidikan. Bandung : Pustaka Setia.&lt;br /&gt;Sugiharto.(2005. Pendekatan dalam Konseling (Makalah). Jakarta : PPPG&lt;br /&gt;Sumadi Suryabrata. 1984. Psikologi Kepribadian. Jakarta : Rajawali.&lt;br /&gt;Sunaryo Kartadinata.2003. Inventori Tugas Perkembangan. Bandung : Lab. PPB-UPI Bandung&lt;br /&gt;Suyanto dan Djihad Hisyam. 2000. Refleksi dan Reformasi Pendidikan Indonesia Memasuki Millenium III. Yogyakarta : Adi Cita.&lt;br /&gt;Syamsu Yusuf LN.2003. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja.. Bandung : PT Rosda Karya Remaja.&lt;br /&gt;http://akhmadsudrajat.wordpress.com/category/psikologi-pendidikan/&lt;br /&gt;www.puskur.go.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-6021278833305191082?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/6021278833305191082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/02/memahami-perilaku-individu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/6021278833305191082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/6021278833305191082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/02/memahami-perilaku-individu.html' title='Memahami Perilaku Individu'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-2090041603953148806</id><published>2009-02-09T01:59:00.000-08:00</published><updated>2009-02-09T15:17:36.397-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soul'/><title type='text'>kata hayalan</title><content type='html'>Pagi ini matahari bersinar dengan ceria, sinarnya menghangatkan seluruh tubuhku. hampir satu jam aku duduk sendirian disini sambil melihat mahasiswa lalu-lalang memasuki perpustakaan. suasana seperti ini masi sama dengan suasana dua tahunan yang lalu hanya wajah-wajah mereka sudah berganti dengan wajah-wajah baru yang tak lagi aku kenali, begitulah hukum kehidupan "semua hal akan berubah dalam hidup ini selain perubahan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mata ku menerawang mencobah mencari wajah-wajah yang mungkin masi dapat ku kenali. kulihat wajah yang tak asing bagi mataku yang sedang berjalan kearahku dengan melambaikan senyuman yang luar biasa indah, enta bagaimana semua yang ada padanya bisa menjadi menundukkan keindahan pagi yang ceria. tampa diminta dia pun sudah duduk di bangku panjang didekatku. perasaanku semakin tak menentu, perasaan yang tak bisa aku lukiskan. enta mulai kapan aku merasakan hal ini jika melihat atau dekat denganya. perassan ini seakan merampok semua ketenanganku, keberanianku tapi mengapa aku tetap merasa bahagia dan tidak merasa terpakasa.&lt;br /&gt;Aku ingat pertama kali aku melihatnya disuatu acara UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), aku tak menaru perasaan apapun saat aku melihatnya dan acara-acara selanjutnya seakan semuanya berlalu hingga aku tak lagi bertemu dengannya dan enta dengan jalan yang mana dia tiba-tiba mengiasi semuanya.&lt;br /&gt;Mas gimana kabarnya, sudah lama ya nunggunya???, dia mencoba membuka pembicaraan. kabar aku baik, aku juga barunyampek. kabar pean gimana?? enta aku harus berkata apa lagi seakan otakku keram tidak lagi bisa utuk mencari bahasa bosa-basi yang lainya dan hanya kata itu yang bisa aku temukan untuk menyambutnya. Alkhamdulillah baik, dia menjawab. dan kami pun kembali terdiam...&lt;br /&gt;Ditengah-tengah kegalauan hatiku aku mencoba memupuk keberanianku, aku mencoba menarik nafasku yang terasa berat dalam-dalam dan kemudian melepaskan semuanya. enta apa yang dia pikirkan melihat tingkaku seperti itu. dengan wajah menunduk aku mulai berbicara denga suara yang agak dipaksakan tanpa aku berani memandang wajahnya "Sekitar 2 tahun lalu aku perna tertarik dengan seorang perempuan, tapi ada dua hal yang membuatku menjadi orang palin bodoh yang pertama aku tak perna berani untuk mengatakan padanya karena dia tau aku menyukai temanya, hingga aku memutuskan untuk memendam perasaan ini dan kami pun jarang bertemu".&lt;br /&gt;aku mencoba sedikit mengangkat wajahku dan melanjutkan kata-kataku " pada saat aku KKN aku tiba-tiba dia SMS, yang isinya membuatku tidak. saat itu aku mempertanyakan jodoh dan seakan-akan dialah jawabanya. enta mengapa waktu itu otakku dipenui pertanyaan itu dan tak kunjung ku dapatkan pertanyaanku. sampai saat ini aku menyakini bawah manusia termasuk diriku akan datang pasangan (jodoh) suatu saat nanti tapi apakah sama hasilnya jika aku diam atau melakukan seuatu seperti ini. adakah jodohku salah satu perempuan yang perna aku temui ataukah seseorang yang sama sekali belum perna aku kenal". &lt;br /&gt;Dia tetap diam disebelaku tampa memberi komentar apa-apa, ingin sekali aku melihat eksoresi wajahnya namun akau belum berani. sambil melanjutkan kata-kataku wajahku kuangkat lagi" sejak saat itu aku mulai igin mengenalnya lebih jauh tentang dirinya, kudapati bawah diriku selama ini terlalu picik memandang kehidupan aku pikir hijau adalah hijau. ternyata hijau itu bermacam-macam ada hijau tua, hijauh daun, hijau muda bahkan senyum juga berwarna hijau, wajah pun berwarna hijau dan kata pun berwarna hijau. dan aku pun memahami satu hal bawah keinginan kita itu hayalan ataukah impian, jika sesuatu itu hayalah jangan perna perharap hal itu akan terjadi. bagiku dia adalah hayalan yang tak mungkin aku gapai, hingga mengingatkanku pada satu pepata "lihatlah seberapa tinggi atapmu sebelum engkau melihat atap dia", dia terlalu ingah bagiku aku takut akan memnuatnya terluka, aku menceritakan ini semua kepean agar aku tak perna penyesali hidupku karena dia adalah pean".&lt;br /&gt;Aku ngkat wajahku dan tak kutemukan dia didekatku, ternyata itu hanya lamunanku. kata-kata itu seharuya aku sampaikan padanya satu tahun yang lalu sebelum aku meninggalkan kampus ini tapi nyaliku terlalu ciut untuk melakukannya. Aku bangkit dari tempat dudukku dengan ribuan kekecewaan yang aku simpan sampai saat ini. inginku lambaikan tanganku dan ku katakan selamat jalan kenangku namun aku tak mampu melakukanya. biarlah kusimpan kenangan itu dan kata yang tak sempat aku nyatakan dalam loker memoriku....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dibuat untuk seseorang yang perna memberi arti warna dalam hidupku (tia). by nur ahmad kr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-2090041603953148806?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/2090041603953148806/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/02/kata-hayalan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/2090041603953148806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/2090041603953148806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/02/kata-hayalan.html' title='kata hayalan'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-4990029007352376456</id><published>2009-02-09T01:58:00.000-08:00</published><updated>2009-02-09T15:18:05.751-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Geofisika'/><title type='text'>Cara Mengolah data Res2dinv</title><content type='html'>Dari data pengukuran dan perhitungan di lapangan kemudian diinterpretasikan menggunakan  Software RES2DINV  untuk memperlihatkan profil bawah permukaan area yang diukur. Software Res2dinv (2D) digunakan untuk menampilkan profil 2 demensi sehingga data pengukuran di lapangang mengunakan konfigurasi Mapping. Langkah-langkahnya sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Sebelum kita menjalan software res2dinv terlebih dahulu data yang kita akan interpretasi di tulis kedalam notepad dengan susunan penulisan sebagai betikut :&lt;br /&gt;• Line 1 adalah Nama Survey. &gt;&gt;&gt;(Data Awal Sounding Mapping)&lt;br /&gt;• Line 2 adalah spasi antara kedua elektroda Potensial (C1 dan C2). &gt;&gt;&gt;(10.0) &lt;br /&gt;• Line 3 adalah Jenis susunan konfigurasi yang digunakan (Wenner =1,Pole-pole = 2, Dipole-dipole = 3, Pole-dipole = 6, Schlumberger = 7, ).&gt;&gt;&gt;(7) &lt;br /&gt;• Line 4 adalah jumlah total data pengukuran (datum Points)&lt;br /&gt;• Line 5  adalah lokasi data untuk data pengukuran (datum Points) &gt;&gt;&gt;(1) &lt;br /&gt;• Line 6  ketik 0 &gt;&gt;&gt;(0)  &lt;br /&gt;• Line 7 adalah memasukan data pengukuran dan perhitungan yaitu Jarak elektroda arus (s) [jarak antara titik pusat dengan Elektroda Arus], Jarak antara dua elektoda potensial (C1 dan C2), Lintasan pengukuran (n1, n2, n3 dan n4) dan Nilai resistivitas semu yang diperoleh dari perhitungan (ditulis berurutan) begitu pula untuk data berikutnya.&lt;br /&gt;• Line 8 ketik 0 yang terdiri dari 4 line. &gt;&gt;&gt;(0)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SZCwck-_jVI/AAAAAAAAAKw/HnCD9-KwT2Q/s1600-h/1.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SZCwck-_jVI/AAAAAAAAAKw/HnCD9-KwT2Q/s320/1.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300930766425787730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika sudah maka save dalam bentuk DAT.FILE. &lt;br /&gt;2. Jalankan Program res2dinv&lt;br /&gt;3. pilih File &gt;&gt; Read Data File dan klik, kemudian ketika ada pernyataan klik OK.  seperti pada gambar.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SZCxfoxrucI/AAAAAAAAAK4/zIO1Y6KlvcA/s1600-h/2.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 227px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SZCxfoxrucI/AAAAAAAAAK4/zIO1Y6KlvcA/s320/2.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300931918494939586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4. kemudian pilih Display &gt;&gt; least squares Inversion.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SZCyuKkVssI/AAAAAAAAALA/npFMXBrfOE0/s1600-h/3.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 227px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SZCyuKkVssI/AAAAAAAAALA/npFMXBrfOE0/s320/3.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300933267595571906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;maka dilayar akan ditampilkan profila lapisan bawah permukaan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SZCzkc8MyCI/AAAAAAAAALI/ku53O-6t7Lw/s1600-h/4.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 228px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SZCzkc8MyCI/AAAAAAAAALI/ku53O-6t7Lw/s320/4.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300934200240424994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.selesai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-4990029007352376456?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/4990029007352376456/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/02/cara-mengolah-data-res2dinv.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/4990029007352376456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/4990029007352376456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/02/cara-mengolah-data-res2dinv.html' title='Cara Mengolah data Res2dinv'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SZCwck-_jVI/AAAAAAAAAKw/HnCD9-KwT2Q/s72-c/1.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-2380536598776320305</id><published>2009-02-09T01:50:00.000-08:00</published><updated>2009-02-09T15:18:05.752-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Geofisika'/><title type='text'>Cara Mengolah data IP2win</title><content type='html'>Dalam intresprestasi data hasil pengukuran di lapangan digunakan bayak cara salah satunya dengan mengunakan program Ip2win (1D) agar data hasil pengukuran di lapangan dapat digunakan untuk memperkirakan keadaan bawah permukaan titik ukur.&lt;br /&gt;langkah-langkah Pengolahan data dengan Ip2Win (1D)&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Jalankan Program Ip2win&lt;br /&gt;2. Setelah program terbuka pilih File &gt;&gt; New VES point seperti gambar dibawa ini.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SZC1FPpozPI/AAAAAAAAALQ/Ga5-BD4ySCk/s1600-h/1.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 222px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SZC1FPpozPI/AAAAAAAAALQ/Ga5-BD4ySCk/s320/1.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300935863120219378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. Pada lembar New VES point; pada colom AB/2 isikan niali s [jarak antara titik pusat dan elektroda arus(C)], MN isikan nilai b*2 [jarak antara elektroda potensial satu(P1) dengan elektroda potensial dua(p2)] dan pada colom Ro_a masukkan nilai resistivitas semu.&lt;br /&gt;4. klik tombol OK pada New VES point kemudian akan muncul kotak Save As kemudian klik Save. maka dilayar akan menampilkan gambar dibawa ini.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SZC1pofS75I/AAAAAAAAALY/iSPhtdbpffc/s1600-h/2.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 219px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SZC1pofS75I/AAAAAAAAALY/iSPhtdbpffc/s320/2.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300936488263020434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;5. Kemudian pilih file &gt;&gt; Add file dan klik. maka akam muncul pada layar gambar dibawa ini.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SZC2L3lDO2I/AAAAAAAAALg/fFvhVV64RUQ/s1600-h/3.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 222px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SZC2L3lDO2I/AAAAAAAAALg/fFvhVV64RUQ/s320/3.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300937076429241186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;5. klik open pada kotak open data file &gt;&gt; akan muncul kotak baru dan klik Save &gt;&gt; akan keluar pernyataan dan pilih yes.&lt;br /&gt;6.kenudian dilayar akan muncul kotak seperti dibawah ini pada kotak tersenut klik tombol Ok.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SZC2wMff3oI/AAAAAAAAALo/ODyyXB1Fzok/s1600-h/4.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 222px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SZC2wMff3oI/AAAAAAAAALo/ODyyXB1Fzok/s320/4.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300937700518387330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;7. jika semua proses sudah dilakukan maka pada layar akan ditampilkan profil resistivitas seperti gambar dibawah ini.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SZC3XRPmsbI/AAAAAAAAALw/XI2YNPwM8wg/s1600-h/5.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 223px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SZC3XRPmsbI/AAAAAAAAALw/XI2YNPwM8wg/s320/5.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300938371808801202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;8.drag bagian yang ada gambar ke area yang masi kosong maka akan didapatkan profil utuh seperti gambar dibawa ini.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SZC38fEWf2I/AAAAAAAAAL4/ufC2hOxqHM4/s1600-h/6a.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 220px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SZC38fEWf2I/AAAAAAAAAL4/ufC2hOxqHM4/s320/6a.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300939011174858594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;9. langkah selanjutnya ada bisa melakukan analisis dan pengolahan lebih lanjut....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba *_*...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-2380536598776320305?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/2380536598776320305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/02/cara-mengolah-data-ip2win.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/2380536598776320305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/2380536598776320305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/02/cara-mengolah-data-ip2win.html' title='Cara Mengolah data IP2win'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SZC1FPpozPI/AAAAAAAAALQ/Ga5-BD4ySCk/s72-c/1.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-587659845523818469</id><published>2009-02-07T07:00:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T07:00:00.760-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Prinsip Pengembangan Kurikulum</title><content type='html'>Pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif, didalamnya mencakup: perencanaan, penerapan dan evaluasi. Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik. Penerapan Kurikulum atau biasa disebut juga implementasi kurikulum berusaha mentransfer perencanaan kurikulum ke dalam tindakan operasional. Evaluasi kurikulum merupakan tahap akhir dari pengembangan kurikulum&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif, didalamnya mencakup: perencanaan, penerapan dan evaluasi. Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik. Penerapan Kurikulum atau biasa disebut juga implementasi kurikulum berusaha mentransfer perencanaan kurikulum ke dalam tindakan operasional. Evaluasi kurikulum merupakan tahap akhir dari pengembangan kurikulum untuk menentukan seberapa besar hasil-hasil pembelajaran, tingkat ketercapaian program-program yang telah direncanakan, dan hasil-hasil kurikulum itu sendiri. Dalam pengembangan kurikulum, tidak hanya melibatkan orang yang terkait langsung dengan dunia pendidikan saja, namun di dalamnya melibatkan banyak orang, seperti : politikus, pengusaha, orang tua peserta didik, serta unsur – unsur masyarakat lainnya yang merasa berkepentingan dengan pendidikan.&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip yang akan digunakan dalam kegiatan pengembangan kurikulum pada dasarnya merupakan kaidah-kaidah atau hukum yang akan menjiwai suatu kurikulum. Dalam pengembangan kurikulum, dapat menggunakan prinsip-prinsip yang telah berkembang dalam kehidupan sehari-hari atau justru menciptakan sendiri prinsip-prinsip baru. Oleh karena itu, dalam implementasi kurikulum di suatu lembaga pendidikan sangat mungkin terjadi penggunaan prinsip-prinsip yang berbeda dengan kurikulum yang digunakan di lembaga pendidikan lainnya, sehingga akan ditemukan banyak sekali prinsip-prinsip yang digunakan dalam suatu pengembangan kurikulum. Dalam hal ini, Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengetengahkan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yang dibagi ke dalam dua kelompok : (1) prinsip - prinsip umum : relevansi, fleksibilitas, kontinuitas, praktis, dan efektivitas; (2) prinsip-prinsip khusus : prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan, prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan, prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar, prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pelajaran, dan prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian. Sedangkan Asep Herry Hernawan dkk (2002) mengemukakan lima prinsip dalam pengembangan kurikulum, yaitu :&lt;br /&gt;1. Prinsip relevansi; secara internal bahwa kurikulum memiliki relevansi di antara komponen-komponen kurikulum (tujuan, bahan, strategi, organisasi dan evaluasi). Sedangkan secara eksternal bahwa komponen-komponen tersebutmemiliki relevansi dengan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi (relevansi epistomologis), tuntutan dan potensi peserta didik (relevansi psikologis) serta tuntutan dan kebutuhan perkembangan masyarakat (relevansi sosilogis).&lt;br /&gt;2. Prinsip fleksibilitas; dalam pengembangan kurikulum mengusahakan agar yang dihasilkan memiliki sifat luwes, lentur dan fleksibel dalam pelaksanaannya, memungkinkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan situasi dan kondisi tempat dan waktu yang selalu berkembang, serta kemampuan dan latar bekang peserta didik.&lt;br /&gt;3. Prinsip kontinuitas; yakni adanya kesinambungandalam kurikulum, baik secara vertikal, maupun secara horizontal. Pengalaman-pengalaman belajar yang disediakan kurikulum harus memperhatikan kesinambungan, baik yang di dalam tingkat kelas, antar jenjang pendidikan, maupun antara jenjang pendidikan dengan jenis pekerjaan.&lt;br /&gt;4. Prinsip efisiensi; yakni mengusahakan agar dalam pengembangan kurikulum dapat mendayagunakan waktu, biaya, dan sumber-sumber lain yang ada secara optimal, cermat dan tepat sehingga hasilnya memadai.&lt;br /&gt;5. Prinsip efektivitas; yakni mengusahakan agar kegiatan pengembangan kurikulum mencapai tujuan tanpa kegiatan yang mubazir, baik secara kualitas maupun kuantitas.&lt;br /&gt;Terkait dengan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, terdapat sejumlah prinsip-prinsip yang harus dipenuhi, yaitu :&lt;br /&gt;1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan.&lt;br /&gt;2. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, dan jenjang serta jenis pendidikan, tanpa membedakan agama, suku, budaya dan adat istiadat, serta status sosial ekonomi dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.&lt;br /&gt;3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berkembang secara dinamis, dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.&lt;br /&gt;4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.&lt;br /&gt;5. Menyeluruh dan berkesinambungan. Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.&lt;br /&gt;6. Belajar sepanjang hayat. Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal dan informal, dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.&lt;br /&gt;7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;Pemenuhan prinsip-prinsip di atas itulah yang membedakan antara penerapan satu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dengan kurikulum sebelumnya, yang justru tampaknya sering kali terabaikan. Karena prinsip-prinsip itu boleh dikatakan sebagai ruh atau jiwanya kurikulum&lt;br /&gt;Dalam mensikapi suatu perubahan kurikulum, banyak orang lebih terfokus hanya pada pemenuhan struktur kurikulum sebagai jasad dari kurikulum . Padahal jauh lebih penting adalah perubahan kutural (perilaku) guna memenuhi prinsip-prinsip khusus yang terkandung dalam pengembangan kurikulum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-587659845523818469?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/587659845523818469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/02/prinsip-pengembangan-kurikulum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/587659845523818469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/587659845523818469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/02/prinsip-pengembangan-kurikulum.html' title='Prinsip Pengembangan Kurikulum'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-2159261157802969709</id><published>2009-02-06T15:58:00.000-08:00</published><updated>2009-02-09T15:18:27.037-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soul'/><title type='text'>Wahai Hati</title><content type='html'>wahai hati yang bersih nan suci kembalilah pada TuhanMu..hanya Dia yang patut untuk dicinta…hanya Dia yang patut dijadikan harapan sebagai pelindung kita..bukanya benda-benda yang ada di Dunia..apalagi pada sosok yang bernama manusia..sungguh dia hanyalah makhluk lemah yang bisanya hanya ”ngaku-ngaku”dan sok tahu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wahai hati yang tenang……..&lt;br /&gt;belajarlah dan belajarlah selalu tuk mencapai cinta sejati..cinta yang hanya dipersembahkan pada Dzat yang patut untuk di cintai…..Illahi Rabbii.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai hati yang gandrung akan kasih dan sayang…&lt;br /&gt;Sebarlah benih-benih kasih dan sayangmu pada semua makhluk-Nya.&lt;br /&gt;Jangan bertindak”dholim” dengan hanya menyebarkan kasih dan sayang pada orang-orang yang kau pilih atas kehendak nafsumu.&lt;br /&gt;Bila hal ini kau lakukan sungguh engkau masih kalah dengan hewan-hewan ciptaan-Nya yang tak berakal itu..mereka menorehkan rasa kasih pada sesamanya tanpa diajari toh mereka dapat menjalankan amanah-Nya dengan ikhlas dan pasrah penuh dengan kasih…duh malangnya diriku…yang sok…!!!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmat Tuhan manakah yang engkau ingkariiiiiiiii?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai hati ………&lt;br /&gt;Aku tak tahu siapa kamu…namun aku merasakan kehadiranmu, engkau selalu menasehatiku dalam senang dan duka tanpa batas waktu dan masa..&lt;br /&gt;Hanya orang-orang bodoh seperti akulah yang tak pernah menghiraukan nasehatmu… tidak lain dikarenakan kemaksiatan yang selama ini aku lakukan sehingga menutup pintu-pintu nasehat yang telah engkau berikan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati…………………….&lt;br /&gt;Hati bagai cermin…bila kita pandai menjaganya maka ia akan memperlihatkan cela kita.jangan sampai cermin yang bersih ini terkotori oleh rasa cinta yang membabi buta…karena dihatilah bersemamnya benih-benih cinta…bila benih cinta pada Illahi tumbuh dengan subur disertai dengan akar-akar yang menopangnya menancap kuat ditanah… berbahagialah engkau…capailah “kebahagiaan sejati” (‘irji’ii ilaa rabbiqi raa dliyatam mardliyah……)&lt;br /&gt;Namun bila benih cinta itu tumbuh dengan disertai oleh ilalang-ilalang dan rumput-rumput “hijau” yang mengitarinya… maka bersihkanlah ilalang dan rumput-rumput itu agar tidak mengganggu tumbuhnya benih-benih cinta yang diharapkan………cinta hakiki mencapai ridla illahi…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-2159261157802969709?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/2159261157802969709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/02/wahai-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/2159261157802969709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/2159261157802969709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/02/wahai-hati.html' title='Wahai Hati'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-4663073546661018779</id><published>2009-02-05T15:10:00.000-08:00</published><updated>2009-02-05T15:10:01.013-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Pengertian Kurikulum</title><content type='html'>Untuk mendapatkan rumusan tentang pengertian kurikulum, para ahli mengemukakan pandangan yang beragam. Dalam pandangan klasik, lebih menekankan kurikulum dipandang sebagai rencana pelajaran di suatu sekolah. Pelajaran-pelajaran dan materi apa yang harus ditempuh di sekolah, itulah kurikulum. George A. Beauchamp (1986) mengemukakan bahwa : “ A Curriculun is a written document which may contain many ingredients, but basically it is a plan for the education of pupils during their enrollment in given school”. Dalam pandangan modern, pengertian kurikulum lebih dianggap sebagai suatu pengalaman atau sesuatu yang nyata terjadi dalam proses pendidikan, seperti dikemukakan oleh Caswel dan Campbell (1935) yang mengatakan bahwa kurikulum … to be composed of all the experiences children have under the guidance of teachers. Dipertegas lagi oleh pemikiran Ronald C. Doll (1974) yang mengatakan bahwa : “ …the curriculum has changed from content of courses study and list of subject and courses to all experiences which are offered to&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan rumusan tentang pengertian kurikulum, para ahli mengemukakan pandangan yang beragam. Dalam pandangan klasik, lebih menekankan kurikulum dipandang sebagai rencana pelajaran di suatu sekolah. Pelajaran-pelajaran dan materi apa yang harus ditempuh di sekolah, itulah kurikulum. George A. Beauchamp (1986) mengemukakan bahwa : “ A Curriculun is a written document which may contain many ingredients, but basically it is a plan for the education of pupils during their enrollment in given school”. Dalam pandangan modern, pengertian kurikulum lebih dianggap sebagai suatu pengalaman atau sesuatu yang nyata terjadi dalam proses pendidikan, seperti dikemukakan oleh Caswel dan Campbell (1935) yang mengatakan bahwa kurikulum … to be composed of all the experiences children have under the guidance of teachers. Dipertegas lagi oleh pemikiran Ronald C. Doll (1974) yang mengatakan bahwa : “ …the curriculum has changed from content of courses study and list of subject and courses to all experiences which are offered to learners under the auspices or direction of school.&lt;br /&gt;Untuk mengakomodasi perbedaan pandangan tersebut, Hamid Hasan (1988) mengemukakan bahwa konsep kurikulum dapat ditinjau dalam empat dimensi, yaitu:&lt;br /&gt;1. kurikulum sebagai suatu ide; yang dihasilkan melalui teori-teori dan penelitian, khususnya dalam bidang kurikulum dan pendidikan.&lt;br /&gt;2. kurikulum sebagai suatu rencana tertulis, sebagai perwujudan dari kurikulum sebagai suatu ide; yang didalamnya memuat tentang tujuan, bahan, kegiatan, alat-alat, dan waktu.&lt;br /&gt;3. kurikulum sebagai suatu kegiatan, yang merupakan pelaksanaan dari kurikulum sebagai suatu rencana tertulis; dalam bentuk praktek pembelajaran.&lt;br /&gt;4. kurikulum sebagai suatu hasil yang merupakan konsekwensi dari kurikulum sebagai suatu kegiatan, dalam bentuk ketercapaian tujuan kurikulum yakni tercapainya perubahan perilaku atau kemampuan tertentu dari para peserta didik.&lt;br /&gt;Sementara itu, Purwadi (2003) memilah pengertian kurikulum menjadi enam bagian : (1) kurikulum sebagai ide; (2) kurikulum formal berupa dokumen yang dijadikan sebagai pedoman dan panduan dalam melaksanakan kurikulum; (3) kurikulum menurut persepsi pengajar; (4) kurikulum operasional yang dilaksanakan atau dioprasional kan oleh pengajar di kelas; (5) kurikulum experience yakni kurikulum yang dialami oleh peserta didik; dan (6) kurikulum yang diperoleh dari penerapan kurikulum.&lt;br /&gt;Dalam perspektif kebijakan pendidikab nasional sebagaimana dapat dilihat dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa: “Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-4663073546661018779?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/4663073546661018779/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/02/pengertian-kurikulum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/4663073546661018779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/4663073546661018779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/02/pengertian-kurikulum.html' title='Pengertian Kurikulum'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-5714188608535983503</id><published>2009-02-04T15:08:00.000-08:00</published><updated>2009-02-04T15:08:01.088-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Landasan Kurikulum</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kurikulum merupakan inti dari bidang pendidikan dan memiliki pengaruh terhadap seluruh kegiatan pendidikan. Mengingat pentingnya kurikulum dalam pendidikan dan kehidupan manusia, maka penyusunan kurikulum tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Penyusunan kurikulum membutuhkan landasan-landasan yang kuat, yang didasarkan pada hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. Penyusunan kurikulum yang tidak didasarkan pada landasan yang kuat dapat berakibat fatal terhadap kegagalan pendidikan itu sendiri. Dengan sendirinya, akan berkibat pula terhadap kegagalan proses pengembangan manusia.&lt;br /&gt;Dalam hal ini, Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengemukakan empat landasan utama dalam pengembangan kurikulum, yaitu: (1) filosofis; (2) psikologis; (3) sosial-budaya; dan (4) ilmu pengetahuan dan teknologi..Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan diuraikan secara ringkas keempat landasan tersebut.&lt;br /&gt;1.Landasan Filosofis&lt;br /&gt;Filsafat memegang peranan penting dalam pengembangan kuikulum. Sama halnya seperti dalam Filsafat Pendidikan, kita dikenalkan pada berbagai aliran filsafat, seperti : perenialisme, essensialisme, eksistesialisme, progresivisme, dan rekonstruktivisme. Dalam pengembangan kurikulum pun senantiasa berpijak pada aliran – aliran filsafat tertentu, sehingga akan mewarnai terhadap konsep dan implementasi kurikulum yang dikembangkan. Dengan merujuk kepada pemikiran Ella Yulaelawati (2003), di bawah ini diuraikan tentang isi dari-dari masing-masing aliran filsafat, kaitannya dengan pengembangan kurikulum.&lt;br /&gt;a.Perenialisme lebih menekankan pada keabadian, keidealan, kebenaran dan keindahan dari pada warisan budaya dan dampak sosial tertentu. Pengetahuan dianggap lebih penting dan kurang memperhatikan kegiatan sehari-hari. Pendidikan yang menganut faham ini menekankan pada kebenaran absolut , kebenaran universal yang tidak terikat pada tempat dan waktu. Aliran ini lebih berorientasi ke masa lalu.&lt;br /&gt;b.Essensialisme menekankan pentingnya pewarisan budaya dan pemberian pengetahuan dan keterampilan pada peserta didik agar dapat menjadi anggota masyarakat yang berguna. Matematika, sains dan mata pelajaran lainnya dianggap sebagai dasar-dasar substansi kurikulum yang berharga untuk hidup di masyarakat. Sama halnya dengan perenialisme, essesialisme juga lebih berorientasi pada masa lalu.&lt;br /&gt;c.Eksistensialisme menekankan pada individu sebagai sumber pengetahuan tentang hidup dan makna. Untuk memahami kehidupan seseorang mesti memahami dirinya sendiri. Aliran ini mempertanyakan : bagaimana saya hidup di dunia ? Apa pengalaman itu ?&lt;br /&gt;d.Progresivisme menekankan pada pentingnya melayani perbedaan individual, berpusat pada peserta didik, variasi pengalaman belajar dan proses. Progresivisme merupakan landasan bagi pengembangan belajar peserta didik aktif.&lt;br /&gt;e.Rekonstruktivisme merupakan elaborasi lanjut dari aliran progresivisme. Pada rekonstruktivisme, peradaban manusia masa depan sangat ditekankan. Di samping menekankan tentang perbedaan individual seperti pada progresivisme, rekonstruktivisme lebih jauh menekankan tentang pemecahan masalah, berfikir kritis dan sejenisnya. Aliran ini akan mempertanyakan untuk apa berfikir kritis, memecahkan masalah, dan melakukan sesuatu ? Penganut aliran ini menekankan pada hasil belajar dari pada proses.&lt;br /&gt;Aliran Filsafat Perenialisme, Essensialisme, Eksistensialisme merupakan aliran filsafat yang mendasari terhadap pengembangan Model Kurikulum Subjek-Akademis. Sedangkan, filsafat progresivisme memberikan dasar bagi pengembangan Model Kurikulum Pendidikan Pribadi. Sementara, filsafat rekonstruktivisme banyak diterapkan dalam pengembangan Model Kurikulum Interaksional.&lt;br /&gt;Masing-masing aliran filsafat pasti memiliki kelemahan dan keunggulan tersendiri. Oleh karena itu, dalam praktek pengembangan kurikulum, penerapan aliran filsafat cenderung dilakukan secara eklektif untuk lebih mengkompromikan dan mengakomodasikan berbagai kepentingan yang terkait dengan pendidikan. Meskipun demikian saat ini, pada beberapa negara dan khususnya di Indonesia, tampaknya mulai terjadi pergeseran landasan dalam pengembangan kurikulum, yaitu dengan lebih menitikberatkan pada filsafat rekonstruktivisme.&lt;br /&gt;2.Landasan Psikologis&lt;br /&gt;Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengemukakan bahwa minimal terdapat dua bidang psikologi yang mendasari pengembangan kurikulum yaitu (1) psikologi perkembangan dan (2) psikologi belajar. Psikologi perkembangan merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu berkenaan dengan perkembangannya. Dalam psikologi perkembangan dikaji tentang hakekat perkembangan, pentahapan perkembangan, aspek-aspek perkembangan, tugas-tugas perkembangan individu, serta hal-hal lainnya yang berhubungan perkembangan individu, yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan mendasari pengembangan kurikulum. Psikologi belajar merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu dalam konteks belajar. Psikologi belajar mengkaji tentang hakekat belajar dan teori-teori belajar, serta berbagai aspek perilaku individu lainnya dalam belajar, yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan sekaligus mendasari pengembangan kurikulum.&lt;br /&gt;Masih berkenaan dengan landasan psikologis, Ella Yulaelawati memaparkan teori-teori psikologi yang mendasari Kurikulum Berbasis Kompetensi. Dengan mengutip pemikiran Spencer, Ella Yulaelawati mengemukakan pengertian kompetensi bahwa kompetensi merupakan “karakteristik mendasar dari seseorang yang merupakan hubungan kausal dengan referensi kriteria yang efektif dan atau penampilan yang terbaik dalam pekerjaan pada suatu situasi“.&lt;br /&gt;Selanjutnya, dikemukakan pula tentang 5 tipe kompetensi, yaitu :&lt;br /&gt;a.motif; sesuatu yang dimiliki seseorang untuk berfikir secara konsisten atau keinginan untuk melakukan suatu aksi.&lt;br /&gt;b.bawaan; yaitu karakteristik fisik yang merespons secara konsisten berbagai situasi atau informasi.&lt;br /&gt;c.konsep diri; yaitu tingkah laku, nilai atau image seseorang;&lt;br /&gt;d.pengetahuan; yaitu informasi khusus yang dimiliki seseorang; dan&lt;br /&gt;e.keterampilan; yaitu kemampuan melakukan tugas secara fisik maupun mental.&lt;br /&gt;Kelima kompetensi tersebut mempunyai implikasi praktis terhadap perencanaan sumber daya manusia atau pendidikan. Keterampilan dan pengetahuan cenderung lebih tampak pada permukaan ciri-ciri seseorang, sedangkan konsep diri, bawaan dan motif lebih tersembunyi dan lebih mendalam serta merupakan pusat kepribadian seseorang. Kompetensi permukaan (pengetahuan dan keterampilan) lebih mudah dikembangkan. Pelatihan merupakan hal tepat untuk menjamin kemampuan ini. Sebaliknya, kompetensi bawaan dan motif jauh lebih sulit untuk dikenali dan dikembangkan.&lt;br /&gt;Dalam konteks Kurikulum Berbasis Kompetensi, E. Mulyasa (2002) menyoroti tentang aspek perbedaan dan karakteristik peserta didik, Dikemukakannya, bahwa sedikitnya terdapat lima perbedaan dan karakteristik peserta didik yang perlu diperhatikan dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi, yaitu : (1) perbedaan tingkat kecerdasan; (2) perbedaan kreativitas; (3) perbedaan cacat fisik; (4) kebutuhan peserta didik; dan (5) pertumbuhan dan perkembangan kognitif.&lt;br /&gt;3.Landasan Sosial-Budaya&lt;br /&gt;Kurikulum dapat dipandang sebagai suatu rancangan pendidikan. Sebagai suatu rancangan, kurikulum menentukan pelaksanaan dan hasil pendidikan. Kita maklumi bahwa pendidikan merupakan usaha mempersiapkan peserta didik untuk terjun ke lingkungan masyarakat. Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan semata, namun memberikan bekal pengetahuan, keterampilan serta nilai-nilai untuk hidup, bekerja dan mencapai perkembangan lebih lanjut di masyarakat.&lt;br /&gt;Peserta didik berasal dari masyarakat, mendapatkan pendidikan baik formal maupun informal dalam lingkungan masyarakat dan diarahkan bagi kehidupan masyarakat pula. Kehidupan masyarakat, dengan segala karakteristik dan kekayaan budayanya menjadi landasan dan sekaligus acuan bagi pendidikan.&lt;br /&gt;Dengan pendidikan, kita tidak mengharapkan muncul manusia – manusia yang menjadi terasing dari lingkungan masyarakatnya, tetapi justru melalui pendidikan diharapkan dapat lebih mengerti dan mampu membangun kehidupan masyakatnya. Oleh karena itu, tujuan, isi, maupun proses pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi, karakteristik, kekayaan dan perkembangan yang ada di masyakarakat.&lt;br /&gt;Setiap lingkungan masyarakat masing-masing memiliki sistem-sosial budaya tersendiri yang mengatur pola kehidupan dan pola hubungan antar anggota masyarakat. Salah satu aspek penting dalam sistem sosial budaya adalah tatanan nilai-nilai yang mengatur cara berkehidupan dan berperilaku para warga masyarakat. Nilai-nilai tersebut dapat bersumber dari agama, budaya, politik atau segi-segi kehidupan lainnya.&lt;br /&gt;Sejalan dengan perkembangan masyarakat maka nilai-nilai yang ada dalam masyarakat juga turut berkembang sehingga menuntut setiap warga masyarakat untuk melakukan perubahan dan penyesuaian terhadap tuntutan perkembangan yang terjadi di sekitar masyarakat.&lt;br /&gt;Israel Scheffer (Nana Syaodih Sukamdinata, 1997) mengemukakan bahwa melalui pendidikan manusia mengenal peradaban masa lalu, turut serta dalam peradaban sekarang dan membuat peradaban masa yang akan datang.&lt;br /&gt;Dengan demikian, kurikulum yang dikembangkan sudah seharusnya mempertimbangkan, merespons dan berlandaskan pada perkembangan sosial – budaya dalam suatu masyarakat, baik dalam konteks lokal, nasional maupun global.&lt;br /&gt;4.Landasan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi&lt;br /&gt;Pada awalnya, ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki manusia masih relatif sederhana, namun sejak abad pertengahan mengalami perkembangan yang pesat. Berbagai penemuan teori-teori baru terus berlangsung hingga saat ini dan dipastikan kedepannya akan terus semakin berkembang&lt;br /&gt;Akal manusia telah mampu menjangkau hal-hal yang sebelumnya merupakan sesuatu yang tidak mungkin. Pada jaman dahulu kala, mungkin orang akan menganggap mustahil kalau manusia bisa menginjakkan kaki di Bulan, tetapi berkat kemajuan dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi pada pertengahan abad ke-20, pesawat Apollo berhasil mendarat di Bulan dan Neil Amstrong merupakan orang pertama yang berhasil menginjakkan kaki di Bulan.&lt;br /&gt;Kemajuan cepat dunia dalam bidang informasi dan teknologi dalam dua dasa warsa terakhir telah berpengaruh pada peradaban manusia melebihi jangkauan pemikiran manusia sebelumnya. Pengaruh ini terlihat pada pergeseran tatanan sosial, ekonomi dan politik yang memerlukan keseimbangan baru antara nilai-nilai, pemikiran dan cara-cara kehidupan yang berlaku pada konteks global dan lokal.&lt;br /&gt;Selain itu, dalam abad pengetahuan sekarang ini, diperlukan masyarakat yang berpengetahuan melalui belajar sepanjang hayat dengan standar mutu yang tinggi. Sifat pengetahuan dan keterampilan yang harus dikuasai masyarakat sangat beragam dan canggih, sehingga diperlukan kurikulum yang disertai dengan kemampuan meta-kognisi dan kompetensi untuk berfikir dan belajar bagaimana belajar (learning to learn) dalam mengakses, memilih dan menilai pengetahuan, serta mengatasi siatuasi yang ambigu dan antisipatif terhadap ketidakpastian..&lt;br /&gt;Perkembangan dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, terutama dalam bidang transportasi dan komunikasi telah mampu merubah tatanan kehidupan manusia. Oleh karena itu, kurikulum seyogyanya dapat mengakomodir dan mengantisipasi laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga peserta didik dapat mengimbangi dan sekaligus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemaslahatan dan kelangsungan hidup manusia.&lt;br /&gt;Sumber Bacaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daeng Sudirwo. 2002 Otonomi Perguruan Tinggi Hubungannya dengan Otonomi Daerah. Manajerial. Vol .01. No1:72-79&lt;br /&gt;Deddiknas. 2003. Standar Kompetensi Bahan Kajian; Pelayanan Profesional Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Puskur Balitbang.&lt;br /&gt;________. 2003. Kegiatan Belajar Mengajar yang Efektif; Pelayanan Profesional Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Puskur Balitbang&lt;br /&gt;________. 2003. Penilaian Kelas; Pelayanan Profesional Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Puskur Balitbang.&lt;br /&gt;E. Mulyasa.2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Konsep; Karakteristik dan Implementasi. Bandung : P.T. Remaja Rosdakarya.&lt;br /&gt;_________. 2004. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi; Panduan Pembelajaran KBK. Bandung : P.T. Remaja Rosdakarya.&lt;br /&gt;_________. 2006. Kurikulum yang Disempurnakan. Bandung : P.T. Remaja Rosdakarya&lt;br /&gt;Nana Syaodih Sukmadinata. 1997. Pengembangan Kurikum; Teori dan Praktek. Bandung: P.T. Remaja Rosdakarya.&lt;br /&gt;Permendiknas No. 22, 23 dan 24 Tahun 2007&lt;br /&gt;Tim Pengembang MKDK Kurikulum dan Pembelajaran.2002. Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung : Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan UPI.&lt;br /&gt;Uyoh Sadulloh.1994. Pengantar Filsafat Pendidikan. Bandung: P.T. Media Iptek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-5714188608535983503?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/5714188608535983503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/02/landasan-kurikulum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/5714188608535983503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/5714188608535983503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/02/landasan-kurikulum.html' title='Landasan Kurikulum'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-6450488036786920958</id><published>2009-02-02T07:00:00.000-08:00</published><updated>2009-02-02T07:00:01.784-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Model Pengembangan Kurikulum</title><content type='html'>Pengembangan kurikulum dapat dilakukan melalui dua pendekatan yaitu : (1) pendekatan top-down the administrative model dan (2) the grass root model.&lt;br /&gt;The administrative model;&lt;br /&gt;Model ini merupakan model pengembangan kurikulum yang paling lama dan paling banyak digunakan. Gagasan pengembangan kurikulum datang dari para administrator pendidikan dan menggunakan prosedur administrasi. Dengan wewenang administrasinya, membentuk suatu Komisi atau Tim Pengarah pengembangan kurikulum. Anggotanya, terdiri dari pejabat di bawahnya, para ahli pendidikan, ahli kurikulum, ahli disiplin ilmu, dan para tokoh dari dunia kerja dan perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan kurikulum dapat dilakukan melalui dua pendekatan yaitu : (1) pendekatan top-down the administrative model dan (2) the grass root model.&lt;br /&gt;The administrative model;&lt;br /&gt;Model ini merupakan model pengembangan kurikulum yang paling lama dan paling banyak digunakan. Gagasan pengembangan kurikulum datang dari para administrator pendidikan dan menggunakan prosedur administrasi. Dengan wewenang administrasinya, membentuk suatu Komisi atau Tim Pengarah pengembangan kurikulum. Anggotanya, terdiri dari pejabat di bawahnya, para ahli pendidikan, ahli kurikulum, ahli disiplin ilmu, dan para tokoh dari dunia kerja dan perusahaan. Tugas tim ini adalah merumuskan konsep-konsep dasar, landasan-landasan, kebijaksanaan dan strategi utama dalam pengembangan kurikulum. Selanjutnya administrator membentuk Tim Kerja terdiri dari para ahli pendidikan, ahli kurikulum, ahli disiplin ilmu dari perguruan tinggi, dan guru-guru senior, yang bertugas menyusun kurikulum yang sesungguhnya yang lebih operasional menjabarkan konsep-konsep dan kebijakan dasar yang telah digariskan oleh Tim pengarah, seperti merumuskan tujuan-tujuan yang lebih operasional, memilih sekuens materi, memilih strategi pembelajaran dan evaluasi, serta menyusun pedoman-pedoman pelaksanaan kurikulum bagi guru-guru. Setelah Tim Kerja selesai melaksanakan tugasnya, hasilnya dikaji ulang oleh Tim Pengarah serta para ahli lain yang berwenang atau pejabat yang kompeten.&lt;br /&gt;Setelah mendapatkan beberapa penyempurnaan dan dinilai telah cukup baik, administrator pemberi tugas menetapkan berlakunya kurikulum tersebut. Karena datangnya dari atas, maka model ini disebut juga model Top – Down. Dalam pelaksanaannya, diperlukan monitoring, pengawasan dan bimbingan. Setelah berjalan beberapa saat perlu dilakukan evaluasi.&lt;br /&gt;2. The grass root model;&lt;br /&gt;Model pengembangan ini merupakan lawan dari model pertama. Inisiatif dan upaya pengembangan kurikulum, bukan datang dari atas tetapi dari bawah, yaitu guru-guru atau sekolah. Model pengembangan kurikulum yang pertama, digunakan dalam sistem pengelolaan pendidikan/kurikulum yang bersifat sentralisasi, sedangkan model grass roots akan berkembang dalam sistem pendidikan yang bersifat desentralisasi. Dalam model pengembangan yang bersifat grass roots seorang guru, sekelompok guru atau keseluruhan guru di suatu sekolah mengadakan upaya pengembangan kurikulum. Pengembangan atau penyempurnaan ini dapat berkenaan dengan suatu komponen kurikulum, satu atau beberapa bidang studi ataupun seluruh bidang studi dan seluruh komponen kurikulum. Apabila kondisinya telah memungkinkan, baik dilihat dari kemampuan guru-guru, fasilitas biaya maupun bahan-bahan kepustakaan, pengembangan kurikulum model grass root tampaknya akan lebih baik.&lt;br /&gt;Hal itu didasarkan atas pertimbangan bahwa guru adalah perencana, pelaksana, dan juga penyempurna dari pengajaran di kelasnya. Dialah yang paling tahu kebutuhan kelasnya, oleh karena itu dialah yang paling kompeten menyusun kurikulum bagi kelasnya.&lt;br /&gt;Pengembangan kurikulum yang bersifat grass roots, mungkin hanya berlaku untuk bidang studi tertentu atau sekolah tertentu, tetapi mungkin pula dapat digunakan untuk seluruh bidang studi pada sekolah atau daerah lain. Pengembangan kurikulum yang bersifat desentralistik dengan model grass rootsnya, memungkinkan terjadinya kompetisi dalam meningkatkan mutu dan sistem pendidikan, yang pada gilirannya akan melahirkan manusia-manusia yang lebih mandiri dan kreatif.&lt;br /&gt;Terkait dengan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, tampaknya lebih cenderung dilakukan dengan menggunakan pendekatan the grass-root model. Kendati demikian, agar pengembangan kurikulum dapat berjalan efektif tentunya harus ditopang oleh kesiapan sumber daya, terutama sumber daya manusia yang tersedia di sekolah.&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nana Syaodih Sukmadinata. 1997. Pengembangan Kurikum; Teori dan Praktek. Bandung: P.T. Remaja Rosdakarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim Pengembang MKDK Kurikulum dan Pembelajaran.2002. Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung : Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan UPI.&lt;br /&gt;14 Tanggapan ke “Model&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-6450488036786920958?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/6450488036786920958/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/02/model-pengembangan-kurikulum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/6450488036786920958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/6450488036786920958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/02/model-pengembangan-kurikulum.html' title='Model Pengembangan Kurikulum'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-5014817786576044879</id><published>2009-02-01T07:00:00.001-08:00</published><updated>2009-02-01T07:00:00.905-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Hakikat Pendidikan</title><content type='html'>Apa sih hakikat pendidikan? Apakah tujuan yang hendak dicapai oleh institusi pendidikan?&lt;br /&gt;Agak miris lihat kondisi saat ini. Institusi pendidikan tidak ubahnya seperi pencetak mesin ijazah. Agar laku, sebagian memberikan iming-iming : lulus cepat, status disetarakan, dapat ijazah, absen longgar, dsb. Apa yang bisa diharapkan dari pendidikan kering idealisme seperti itu. Ki hajar dewantoro mungkin bakal menangis lihat kondisi pendidikan saat ini. Bukan lagi bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa (seperti yang masih tertulis di UUD 43, bah!), tapi lebih mirip mesin usang yang mengeluarkan produk yang sulit diandalkan kualitasnya.&lt;br /&gt;Pendidikan lebih diarahkan pada menyiapkan tenaga kerja "buruh" saat ini. Bukan lagi pemikir-pemikir handal yang siap menganalisa kondisi. Karena pola pikir "buruh" lah, segala macam hapalan dijejalkan kepada anak murid. Dan semuanya hanya demi satu kata : IJAZAH!&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apa sih hakikat pendidikan? Apakah tujuan yang hendak dicapai oleh institusi pendidikan?&lt;br /&gt;Agak miris lihat kondisi saat ini. Institusi pendidikan tidak ubahnya seperi pencetak mesin ijazah. Agar laku, sebagian memberikan iming-iming : lulus cepat, status disetarakan, dapat ijazah, absen longgar, dsb. Apa yang bisa diharapkan dari pendidikan kering idealisme seperti itu. Ki hajar dewantoro mungkin bakal menangis lihat kondisi pendidikan saat ini. Bukan lagi bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa (seperti yang masih tertulis di UUD 43, bah!), tapi lebih mirip mesin usang yang mengeluarkan produk yang sulit diandalkan kualitasnya.&lt;br /&gt;Pendidikan lebih diarahkan pada menyiapkan tenaga kerja "buruh" saat ini. Bukan lagi pemikir-pemikir handal yang siap menganalisa kondisi. Karena pola pikir "buruh" lah, segala macam hapalan dijejalkan kepada anak murid. Dan semuanya hanya demi satu kata : IJAZAH! ya, ijazah, ijazah, ijazah yang diperlukan untuk mencari pekerjaan. Sangat minim idealisme untuk mengubah kondisi bangsa yang morat-marit ini, sangat minim untuk mengajarkan filosofi kehidupan, dan sangat minim pula dalam mengajarkan moral.&lt;br /&gt;Apa sebaiknya hakikat pendidikan? saya setuju dengan kata mencerdaskan kehidupan bangsa. Tapi, ini masih harus diterjemahkan lagi dalam tataran strategis/taktis. kata mencerdsakan kehidupan bangsa mempunyai 3 komponen arti yang sangat penting : (1) cerdas (2) hidup (3) bangsa.&lt;br /&gt;(1) tentang cerdas&lt;br /&gt;Cerdas itu berarti memiliki ilmu yang dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan real. Cerdas bukan berarti hapal seluruh mata pelajaran, tapi kemudian terbengong-bengong saat harus menciptakan solusi bagi kehidupan nyata. Cerdas bermakna kreatif dan inovatif. Cerdas berarti siap mengaplikasikan ilmunya.&lt;br /&gt;(2) tentang hidup&lt;br /&gt;Hidup itu adalah rahmat yang diberikan oleh Allah sekaligus ujian dari-Nya. Hidup itu memiliki filosofi untuk menghargai kehidupan dan melakukan hal-hal yang terbaik untuk kehidupan itu sendiri. Hidup itu berarti merenungi bahwa suatu hari kita akan mati, dan segala amalan kita akan dipertanggungjawabkan kepada-Nya. Patut dijadikan catatan, bahwa jasad yang hidup belum tentu memiliki ruh yang hidup. Bisa jadi, seseorang masih hidup tapi nurani kehidupannya sudah mati saat dengan snatainya dia menganiaya orang lain, melakukan tindak korupsi, bahkan saat dia membuang sampah sembarangan. Filosofi hidup ini sangat sarat akan makna individualisme yang artinya mengangkat kehidupan seseorang, memanusiakan seorang manusia, memberikannya makanan kehidupan berupa semangat, nilai moral dan tujuan hidup.&lt;br /&gt;(3) tentang bangsa&lt;br /&gt;Manusia selain sesosok individu, dia juga adalah makhluk sosial. Dia adalah komponen penting dari suatu organisme masyarakat. Sosok individu yang agung, tapi tidak mau menyumbangkan apa-apa apa-apa bagi masyarakatnya, bukanlah yang diajarkan agama maupun pendidikan. Setiap individu punya kewajiban untuk menyebarkan pengetahuannya kepada masyarakat, berusaha meningkatkan derajat kemuliaan masyarakat sekitarnya, dan juga berperan aktif dalam dinamika masyarakat. Siapakah masyarakat yang dimaksud disini? Saya setuju bahwa masyarakat yang dimaksud adalah identitas bangsa yang menjadi ciri suatu masyarakat. Era globalisasi memang mengaburkan nilai-nilai kebangsaan, karena segala sesuatunya terasa dekat. Saat terjadi perang Irak misalnya, seakan-akan kita bisa melihat Irak di dalam rumah. Tapi masalahnya, apakah kita mampu berperan aktif secara nyata untuk Irak (selain dengan doa ataupun aksi)? Peran aktif kita dituntut untuk masyarakat sekitar...dan siapakah masyarakat sekitar? tidak lain adalah individu sebangsa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-5014817786576044879?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/5014817786576044879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/02/hakikat-pendidikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/5014817786576044879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/5014817786576044879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/02/hakikat-pendidikan.html' title='Hakikat Pendidikan'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-7041800667339322913</id><published>2009-02-01T07:00:00.000-08:00</published><updated>2009-02-01T07:00:01.453-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Hakikat Pendidikan</title><content type='html'>Apa sih hakikat pendidikan? Apakah tujuan yang hendak dicapai oleh institusi pendidikan?&lt;br /&gt;Agak miris lihat kondisi saat ini. Institusi pendidikan tidak ubahnya seperi pencetak mesin ijazah. Agar laku, sebagian memberikan iming-iming : lulus cepat, status disetarakan, dapat ijazah, absen longgar, dsb. Apa yang bisa diharapkan dari pendidikan kering idealisme seperti itu. Ki hajar dewantoro mungkin bakal menangis lihat kondisi pendidikan saat ini. Bukan lagi bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa (seperti yang masih tertulis di UUD 43, bah!), tapi lebih mirip mesin usang yang mengeluarkan produk yang sulit diandalkan kualitasnya.&lt;br /&gt;Pendidikan lebih diarahkan pada menyiapkan tenaga kerja "buruh" saat ini. Bukan lagi pemikir-pemikir handal yang siap menganalisa kondisi. Karena pola pikir "buruh" lah, segala macam hapalan dijejalkan kepada anak murid. Dan semuanya hanya demi satu kata : IJAZAH!&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apa sih hakikat pendidikan? Apakah tujuan yang hendak dicapai oleh institusi pendidikan?&lt;br /&gt;Agak miris lihat kondisi saat ini. Institusi pendidikan tidak ubahnya seperi pencetak mesin ijazah. Agar laku, sebagian memberikan iming-iming : lulus cepat, status disetarakan, dapat ijazah, absen longgar, dsb. Apa yang bisa diharapkan dari pendidikan kering idealisme seperti itu. Ki hajar dewantoro mungkin bakal menangis lihat kondisi pendidikan saat ini. Bukan lagi bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa (seperti yang masih tertulis di UUD 43, bah!), tapi lebih mirip mesin usang yang mengeluarkan produk yang sulit diandalkan kualitasnya.&lt;br /&gt;Pendidikan lebih diarahkan pada menyiapkan tenaga kerja "buruh" saat ini. Bukan lagi pemikir-pemikir handal yang siap menganalisa kondisi. Karena pola pikir "buruh" lah, segala macam hapalan dijejalkan kepada anak murid. Dan semuanya hanya demi satu kata : IJAZAH! ya, ijazah, ijazah, ijazah yang diperlukan untuk mencari pekerjaan. Sangat minim idealisme untuk mengubah kondisi bangsa yang morat-marit ini, sangat minim untuk mengajarkan filosofi kehidupan, dan sangat minim pula dalam mengajarkan moral.&lt;br /&gt;Apa sebaiknya hakikat pendidikan? saya setuju dengan kata mencerdaskan kehidupan bangsa. Tapi, ini masih harus diterjemahkan lagi dalam tataran strategis/taktis. kata mencerdsakan kehidupan bangsa mempunyai 3 komponen arti yang sangat penting : (1) cerdas (2) hidup (3) bangsa.&lt;br /&gt;(1) tentang cerdas&lt;br /&gt;Cerdas itu berarti memiliki ilmu yang dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan real. Cerdas bukan berarti hapal seluruh mata pelajaran, tapi kemudian terbengong-bengong saat harus menciptakan solusi bagi kehidupan nyata. Cerdas bermakna kreatif dan inovatif. Cerdas berarti siap mengaplikasikan ilmunya.&lt;br /&gt;(2) tentang hidup&lt;br /&gt;Hidup itu adalah rahmat yang diberikan oleh Allah sekaligus ujian dari-Nya. Hidup itu memiliki filosofi untuk menghargai kehidupan dan melakukan hal-hal yang terbaik untuk kehidupan itu sendiri. Hidup itu berarti merenungi bahwa suatu hari kita akan mati, dan segala amalan kita akan dipertanggungjawabkan kepada-Nya. Patut dijadikan catatan, bahwa jasad yang hidup belum tentu memiliki ruh yang hidup. Bisa jadi, seseorang masih hidup tapi nurani kehidupannya sudah mati saat dengan snatainya dia menganiaya orang lain, melakukan tindak korupsi, bahkan saat dia membuang sampah sembarangan. Filosofi hidup ini sangat sarat akan makna individualisme yang artinya mengangkat kehidupan seseorang, memanusiakan seorang manusia, memberikannya makanan kehidupan berupa semangat, nilai moral dan tujuan hidup.&lt;br /&gt;(3) tentang bangsa&lt;br /&gt;Manusia selain sesosok individu, dia juga adalah makhluk sosial. Dia adalah komponen penting dari suatu organisme masyarakat. Sosok individu yang agung, tapi tidak mau menyumbangkan apa-apa apa-apa bagi masyarakatnya, bukanlah yang diajarkan agama maupun pendidikan. Setiap individu punya kewajiban untuk menyebarkan pengetahuannya kepada masyarakat, berusaha meningkatkan derajat kemuliaan masyarakat sekitarnya, dan juga berperan aktif dalam dinamika masyarakat. Siapakah masyarakat yang dimaksud disini? Saya setuju bahwa masyarakat yang dimaksud adalah identitas bangsa yang menjadi ciri suatu masyarakat. Era globalisasi memang mengaburkan nilai-nilai kebangsaan, karena segala sesuatunya terasa dekat. Saat terjadi perang Irak misalnya, seakan-akan kita bisa melihat Irak di dalam rumah. Tapi masalahnya, apakah kita mampu berperan aktif secara nyata untuk Irak (selain dengan doa ataupun aksi)? Peran aktif kita dituntut untuk masyarakat sekitar...dan siapakah masyarakat sekitar? tidak lain adalah individu sebangsa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-7041800667339322913?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/7041800667339322913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/02/hakikat-pendidikan_01.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/7041800667339322913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/7041800667339322913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/02/hakikat-pendidikan_01.html' title='Hakikat Pendidikan'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-4975243313005021660</id><published>2009-01-28T14:26:00.000-08:00</published><updated>2009-02-11T14:53:31.090-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Geofisika'/><title type='text'>Konfigurasi Elektroda dalam Metode Resistivitas</title><content type='html'>Metode resistivitas dapat dibedakan dengan menggunakan beberapa susunan konfigurasi elektrodanya yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Metode Schlumberger&lt;br /&gt; Faktor geometri untuk setiap konfigurasi elektroda mempunyai harga yang berbeda. Dalam Konfigurasi Schlumberger, &lt;br /&gt;2. Konfigurasi Wenner&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Jarak C1 P1 = P1 P2 = P2 C2 = a. Bertujuan untuk mencatat perbedaan potensial dengan elektroda pengukur yang berjarak panjang. Dalam konfigurasi ini keempat elektroda dipasang segaris dengan interval yang sama (a) dan elektroda arus C1 dan C2 berada diluar elektroda potensial P1 dan P2....&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;   Metode resistivitas dapat dibedakan dengan menggunakan beberapa susunan konfigurasi elektrodanya yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Metode Schlumberger&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Faktor geometri untuk setiap konfigurasi elektroda mempunyai harga yang berbeda. Dalam Konfigurasi Schlumberger, jarak titik tengah O terhadap elektroda arus (C1) sama dengan jarak titik tengah ke elektroda (C2), dengan panjang a. Sedangkan elektroda potensial (P1) dan (P2) terletak didalam kedua elektroda arus dan masing masing elektroda tersebut berjarak b dari titik tengah O, dimana b jaul lebih kecil dari a. Harga faktor geometri untuk konfigurasi Schlumberger adalah :&lt;br /&gt;k=pi(a^2)/2b&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Konfigurasi Wenner&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Jarak C1 P1 = P1 P2 = P2 C2 = a. Bertujuan untuk mencatat perbedaan potensial dengan elektroda pengukur yang berjarak panjang. Dalam konfigurasi ini keempat elektroda dipasang segaris dengan interval yang sama (a) dan elektroda arus C1 dan C2 berada diluar elektroda potensial P1 dan P2. Susunan ini digunakan sebagian besar untuk pengukuran profiling untuk mengetahui kontak batuan (kontras resisitivitas) secara vertikal. Berdasarkan tata letak elektrodanya, faktor geometri untuk konfigurasi Wenner adalah :&lt;br /&gt;k=2a(pi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Konfigurasi Dipole-dipole&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Pada konfigurasi elektroda Dipole-dipole , kedua elektroda potensial diletakkan di luar elektroda arus. Jarak antara elektroda arus sama dengan jarak antara kedua elektroda potensial sebesar a. Sedangkan elektroda arus dan elektroda potensial bagian dalam (P1 dan C2) berjarak na. Faktor geometri untuk konfigurasi Dipole-dipole adalah:&lt;br /&gt;k=na(pi)(n+1)(n+2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-4975243313005021660?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/4975243313005021660/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/01/konfigurasi-elektroda-dalam-metode.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/4975243313005021660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/4975243313005021660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/01/konfigurasi-elektroda-dalam-metode.html' title='Konfigurasi Elektroda dalam Metode Resistivitas'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-9127691016743446951</id><published>2009-01-27T14:24:00.000-08:00</published><updated>2009-02-11T14:53:31.090-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Geofisika'/><title type='text'>Metode_metode dalam Geofisika</title><content type='html'>Bumi sebagai tembat tingal manusia secara alami menyediankan sumberdaya alam yang berlimpaKekayaan sumberdaya alam Indonesia sangat melimpa. kita sebagai generasi penerus bangsa untuk harus berupaya untuk dapat memanfaatkan sumberdaya yang ada untuk kesejahtraan bangsa.Keterbatasan ilmu untuk mengolah sumberdaya alam tersebut menjadi kendala untuk melangkah lebih lanjut.  Sehingga kita merasa perlu untuk mempelajari cara atau metode untuk mengungkap suatu informasi yang terdapat di dalam perut bumi.  Salah satu cara atau metode untuk memperoleh informasi tersebut dengan menggunakan metode survei geofisika&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;   Bumi sebagai tembat tingal manusia secara alami menyediankan sumberdaya alam yang berlimpaKekayaan sumberdaya alam Indonesia sangat melimpa. kita sebagai generasi penerus bangsa untuk harus berupaya untuk dapat memanfaatkan sumberdaya yang ada untuk kesejahtraan bangsa.Keterbatasan ilmu untuk mengolah sumberdaya alam tersebut menjadi kendala untuk melangkah lebih lanjut.  Sehingga kita merasa perlu untuk mempelajari cara atau metode untuk mengungkap suatu informasi yang terdapat di dalam perut bumi.  Salah satu cara atau metode untuk memperoleh informasi tersebut dengan menggunakan metode survei geofisika.  Metode tersebut merupakan salah satu cabang ilmu fisika yang mempelajari bidang bumi khususnya perut bumi berdasarkan konsep fisika.  Survei geofisika yang sering dilakukan selama ini antara lain Metode gravitasi (gayaberat), magnetik, seismik, geolistrik (resistivitas) dan elektromagnetik.   Mari kita pelajari dimanakah perbedaan dan keunggulan dari tiap masing-masing metode geofisika tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Metode gravitasi (metode gayaberat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   dilakukan untuk menyelidiki keadaan bawah permukaan berdasarkan perbedaan rapat masa cebakan mineral dari daerah sekeliling (r=gram/cm3). Metode ini adalah metode geofisika yang sensitive terhadap perubahan vertikal, oleh karena itu metode ini disukai untuk mempelajari kontak intrusi, batuan dasar, struktur geologi, endapan sungai purba, lubang di dalam masa batuan, shaff terpendam dan lain-lain. Eksplorasi biasanya dilakukan dalam bentuk kisi atau lintasan penampang. Perpisahan anomali akibat rapat masa dari kedalaman berbeda dilakukan dengan menggunakan filter matematis atau filter geofisika. Di pasaran sekarang didapat alat gravimeter dengan ketelitian sangat tinggi ( mgal ), dengan demikian anomali kecil dapat dianalisa. Hanya saja metode penguluran data, harus dilakukan dengan sangat teliti untuk mendapatkan hasil yang akurat. &lt;br /&gt;   Pengukuran ini dapat dilakukan dipermukaan bumi, di kapal maupun diudara.  Dalam metode ini yang dipelajari adalah variasi medan gravitasi akibat variasi rapat massa batuan di bawah permukaan sehingga dalam pelaksanaannya yang diselidiki adalah perbedaan medan gravitasi dari suatu titik observasi terhadap titik observasi lainnya.  Metode gravitasi umumnya digunakan dalam eksplorasi jebakan minyak (oil trap).  Disamping itu metode ini juga banyak dipakai dalam eksplorasi mineral dan lainnya.  Prinsip pada metode ini mempunyai kemampuan dalam membedakan rapat massa suatu material terhadap lingkungan sekitarnya.  Dengan demikian struktur bawah permukaan dapat diketahui.  Pengetahuan tentang struktur bawah permukaan ini penting untuk perencanaan langkah-langkah eksplorasi baik minyak maupun meneral lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Metode Magnetik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   dilakukan berdasarkan pengukuran anomaly geomagnet yang diakibatkan oleh perbedaan kontras suseptibilitas, atau permeabilitas magnetik tubuh cebakan dari daerah sekelilingnya. Perbedaan permeabilitas relatif itu diakibatkan oleh perbadaan distribusi mineral ferromagnetic, paramagnetic, diamagnetic. Metode ini sensitive terhadap perubahan vertical, umumnya digunakan untuk mempelajari tubuh intrusi, batuan dasar, urat hydrothermal yang kaya akan mineral ferromagnetic, struktur geologi. Dan metode ini juga sangat disukai pada studi geothermal karena mineral-mineral ferromagnetic akan kehilangan sifat kemagnetannya bila dipanasi mendekati temperatur Curie oleh karena itu digunakan untuk mempelajari daerah yang dicurigai mempunyai potansi Geothermal.&lt;br /&gt;   Metode eksplorasi disukai karena data acquitsition dan data proceding dilakukan tidak serumit metoda gaya berat. Penggunaan filter matematis umum dilakukan untuk memisahkan anomaly berdasarkan panjang gelombang maupun kedalaman sumber anomaly magnetic yang ingin diselidiki. Di pasaran banyak ditawarkan alat geomagnet dengan sensitifitas yang tinggi seperti potongan PROTON MAGNETOMETER dan lain-lain&lt;br /&gt;   Metode magnetik didasarkan pada pengukuran variasi intensitas medan magnetik di permukaan bumi yang disebabkan oleh adanya variasi distribusi benda termagnetisasi di bawah permukaan bumi.  Variasi yang terukur (anomali) berada dalam latar belakang medan yang relatif besar.  Variasi intensitas medan magnetik yang terukur kemudian ditafsirkan dalam bentuk distribusi bahan magnetik di bawah permukaan, yang kemudian dijadikan dasar bagi pendugaan keadaan geologi yang mungkin.  Metode magnetik memiliki kesamaan latar belakang fisika dengan metode gravitasi, kedua metode sama-sama berdasarkan kepada teori potensial, sehngga keduanya sering disebut sebagai metoda potensial.  Namun demikian, ditinjau dari segi besaran fisika yang terlibat, keduanya mempunyai perbedaan yang mendasar.  Dalam magnetik harus mempertimbangkan variasi arah dan besar vektor magnetisasi.  sedangkan dalam gravitasi hanya ditinjau variasi besar vektor percepatan gravitasi.  Data pengamatan magnetik lebih menunjukan sifat residual yang kompleks.  Dengan demikian, metode magnetik memiliki variasi terhadap waktu jauh lebih besar.   Pengukuran intensitas medan magnetik bisa dilakukan melalui darat, laut dan udara.  Metode magnetik sering digunakan dalam eksplorasi pendahuluan minyak bumi, panas bumi, dan batuan mineral serta serta bisa diterapkan pada pencarian prospeksi benda-benda arkeologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Metode seismik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   merupakan salah satu metoda geofisika yang digunakan untuk eskplorasi sumber daya alam dan mineral yang ada di bawah permukaan bumi dengan bantuan gelombang seismik. Eksplorasi seismik atau eksplorasi dengan menggunakan metode seismik banyak dipakai oleh perusahaan-perusahaan minyak untuk melakukan pemetaan struktur di bawah permukaan bumi untuk bisa melihat kemungkinan adanya jebakan-jebakan minyak berdasarkan interpretasi dari penampang seismiknya.Dalam metoda seismik pengukuran dilakukan dengan menggunakan sumber seismik (ledakan, vibroseis dll). Setelah sumber diberikan maka akan terjadi gerakan gelombang di dalam medium (tanah/batuan) yang memenuhi hukum-hukum elastisitas ke segala arah dan mengalami pemantulan ataupun pembiasan akibat munculnya perbedaan kecepatan. Kemudian, pada suatu jarak tertentu, gerakan partikel tersebut di rekam sebagai fungsi waktu. Berdasar data rekaman inilah dapat ‘diperkirakan’ bentuk lapisan/struktur di dalam tanah (batuan)&lt;br /&gt;   Metode seismik didasarkan pada gelombang yang menjalar baik refleksi maupun refraksi.  Ada beberapa anggapan mengenai medium dan gelombang dinyatakan sebagai berikut :&lt;br /&gt;a.Anggapan yang dipakai untuk medium bawah permukaan bumi antara lain :&lt;br /&gt;  1. Medium bumi dianggap berlapis-lapis dan tiap lapisan menjalarkan gelombang seismik      dengan kecepatan berbeda.&lt;br /&gt;  2. Makin bertambahnya kedalaman batuan lapisan bumi makin kompak.&lt;br /&gt;b.Anggapan yang dipakai untuk penjalaran gelombang seismik adalah :&lt;br /&gt;  1. Panjang gelombang seismik &lt;&lt; ketebalan lapisan bumi.  Hal ini memungkinkan setiap      lapisan bumi akan terditeksi.&lt;br /&gt;  2. Gelombang seismik dipandang sebagai sinar seismik yang memenuhi hukum Snellius dan      prinsip Huygens.&lt;br /&gt;  3. Pada batas antar lapisan, gelombang seismik menjalar dengan kecepatan gelombang pada      lapisan di bawahnya.&lt;br /&gt;  4.  Kecepatan gelombang bertambah dengan bertambahnya kedalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Metode seismik sering digunakan dalam eksplorasi hidrokarbon, batubara, pencarian airtanah(ground water),kedalaman serta karakterisasi permukaan batuan dasar (characterization bedrock surface), pemetaan patahan dan stratigrafi lainnya dbawah permukaan dan aplikasi geoteknik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Metode Geolistrik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika yang mempelajari sifat aliran listrik di dalam bumi dan bagaimana cara mendeteksinya di permukaan bumi.  Dalam hal ini meliputi pengukuran potensial, arus dan medan elektromagnetik yang terjadi baik secara alamiah ataupun akibat injeksi arus ke dalam bumi.  Ada beberapa macam metoda geolistrik, antara lain : metode potensial diri, arus telluric, magnetoteluric, elektromagnetik, IP (Induced Polarization), resistivitas (tahanan jenis) dan lain-lain.  Dalam bahasan ini dibahas khusus metode geolistrik tahanan jenis.  Pada metode geolistrik tahanan jenis ini, arus listrik diinjeksikan ke dalam bumi melalui dua elektroda arus.Kemudian beda potensial yang terjadi diukur melalui dua elektroda potensial.  Dari hasil pengukuran arus dan beda potensial untuk setiap jarak elektroda yang berbeda kemudian dapat diturunkan variasi harga hambatan jenis masing-masing lapisan di bawah titik ukur (sounding point).  Metoda ini lebih efektif jika digunakan untuk eksplorasi yang sifatnya dangkal, jarang memberikan informasi lapisan di kedalaman lebih dari 1000 feet atau 1500 feet.  Oleh karena itu metode ini jarang digunakan untuk eksplorasi munyak tetapi lebih banyak digunakan dalam bidang engineering geology seperti penentuan kedalaman batuan dasar, pencarian reservoar air, juga digunakan dalam eksplorasi geothermal.Berdasarkan letak (konfigurasi) elektroda-elektroda arus, dikenal beberapa jenis metode resistivitas tahanan jenis, antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Metode Schlumberger&lt;br /&gt;   2. Metode Wenner&lt;br /&gt;   3. Metode Dipole-dipol &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Metode Elektromagnetik VLF (Very Low Frequency)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Salah satu metode yang banyak digunakan dalam prospeksi geofisika adalah metode elektromagnetik.  Metode elektromagnetik biasanya digunakan untuk eksplorasi benda-benda konduktif.  Perubahan komponen-komponen medan akibat variasi konduktivitas dimanfaatkan untuk menentukan struktur bawah permukaan.  Medan elektromagnetik yang digunakan dapat diperoleh dengan sengaja membangkitkan medan elektromagnetik di sekitar daerah observasi, pengukuran semacam ini disebut teknik pengukuran aktif.  Contoh metode ini adalah Turam elektromagnetik.  Metode ini kurang praktis dan daerah observasi dibatasi oleh besarnya sumber yang dibuat.  Teknik pengukuran lain adalah teknik pengukuran pasif, teknik ini memanfaatkan medan elektromagnetik yang berasal dari sumber yang tidak secara sengaja dibangkitkan di sekitar daerah pengamatan.  Gelombang elektromagnetik seperti ini berasal dari alam dan dari pemancar frekuensi rendah (15-30 Khz) yang digunakan untuk kepentingan navigasi kapal selam.  Teknik ini lebih praktis dan mempunyai jangkauan daerah pengamatan yang luas.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;/** Janganlah menggadaikan kekayaan sumberdaya alam Bangsa ini ke pihak luar untuk dirampas.  Mari kita manfaatkan, menjaga dan melestarikan sumberdaya alam yang diberikan tuhan yang telah diwariskan nenek moyang kepada kita semua.**/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-9127691016743446951?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/9127691016743446951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/01/metodemetode-dalam-geofisika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/9127691016743446951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/9127691016743446951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/01/metodemetode-dalam-geofisika.html' title='Metode_metode dalam Geofisika'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-7793021811425892870</id><published>2009-01-27T07:00:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T07:00:01.005-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Aliran Filsafat Pendidikan</title><content type='html'>Sejarah perjalanan perkembangan keyakinan dan pemikiran umat manusia tentang pendidikan telah melahirkan sejumlah filsafat yang melandasinya. Dari berbagai filsafat yang ada, terdapat tiga aliran paham yang dirasakan masih dominan pengaruhnya hingga saat ini, yang secara kebetulan ketiganya lahir pada jaman abad pencerahan menejelang zaman modern.&lt;br /&gt;(1) Nativisme atau Naturalisme, dengan tokohnya antara lain. J.J. Rousseau (1712-1778) dan Schopenhauer (1788-1860 M). Pahaam ini berpendirian bahwa setiap bayi lahir dalam keadaan suci dan dianugerahi dengan potensi insaniyah yang dapat berkembang secara alamiah. Karena itu, pendidikan pada dasarnya sekedar merupakan suatu proses pemberian kemudahan agar anak berkembang sesuai dengan kodrat alamiahnya. Pandangan ini diidentifikasikan sebagai konsepsi pendidikan yang cenderung pesimistik.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sejarah perjalanan perkembangan keyakinan dan pemikiran umat manusia tentang pendidikan telah melahirkan sejumlah filsafat yang melandasinya. Dari berbagai filsafat yang ada, terdapat tiga aliran paham yang dirasakan masih dominan pengaruhnya hingga saat ini, yang secara kebetulan ketiganya lahir pada jaman abad pencerahan menejelang zaman modern.&lt;br /&gt;(1) Nativisme atau Naturalisme, dengan tokohnya antara lain. J.J. Rousseau (1712-1778) dan Schopenhauer (1788-1860 M). Pahaam ini berpendirian bahwa setiap bayi lahir dalam keadaan suci dan dianugerahi dengan potensi insaniyah yang dapat berkembang secara alamiah. Karena itu, pendidikan pada dasarnya sekedar merupakan suatu proses pemberian kemudahan agar anak berkembang sesuai dengan kodrat alamiahnya. Pandangan ini diidentifikasikan sebagai konsepsi pendidikan yang cenderung pesimistik.&lt;br /&gt;(2) Empirisme atau Environtalisme, dengan tokohnya antara lain John Locke (1632-1704 M) dan J. Herbart (1776-1841 M). Aliran ini berpandangan bahwa manusia lahir hanya membawa bahan dasar yang masih suci namun belum berbentuk apapun, bagaikan papan tulis yang masih bersih belum tertulisi (Tabula Rasa, Locke ) atau sebuah bejana yang masih kosong (Herbart). Atas dasar itu, pendidikan pada hakikatnya merupakan suatu proses pembentukan dan pengisian pribadi peserta didik ke arah pola yang diinginkan dan diharapkan lingkungan masyarakatnya. Pandangan ini diidentifikasikan sebagai konsepsi pendidikan yang cenderung optimistik.&lt;br /&gt;(3) Konvergensionisme atau Interaksionisme, dengan tokohnya antara lain William Stern (1871-1939). Pandangan ini pada dasarnya merupakan perpaduan dari kedua pandangan terdahulu. Menurut pandangan ini, baik pembawaan anak maupun lingkungan merupakan faktor-faktor yang determinan terhadap perkembangan dan pembentukan pribadi peserta didik. Oleh karenanya, pendidikan pada hakekatnya merupakan suatu rangkaian peristiwa interaksi antara pembawaan dengan lingkungan. Pribadi peserta didik akan terbentuk sebagai resultante atau hasil interaksi dari kedua faktor determinan tersebut. Pandangan ini diidentifikasikan sebagai konsepsi pendidikan yang cenderung rasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/05/01/aliranfilsafatpendidikan/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-7793021811425892870?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/7793021811425892870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/01/aliran-filsafat-pendidikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/7793021811425892870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/7793021811425892870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/01/aliran-filsafat-pendidikan.html' title='Aliran Filsafat Pendidikan'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-8380558156903048189</id><published>2009-01-26T14:20:00.000-08:00</published><updated>2009-02-11T14:54:52.421-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Geofisika'/><title type='text'>Geofisika</title><content type='html'>Geofisika adalah metoda yang mempelajari Bumi dan Batuan menggunakan pendekatan-pendekatan Fisika dan Matematika. Ilmu Geofisika merupakan  gabungan dari konsep-konsep Ilmu Geologi dan Fisika. &lt;br /&gt;   Ilmu geofisika memiliki cakupan yang luas, dimulai dari Fisika ujungnya pada Geologi Eksplorasi, malah mungkin masuk ke Domain Tambang dan Petroteur Engineer, Domain yang termasuk “Pure Geophysics” atau “Theoritical Geophysics”, digeluti pada bidang Ilmu Fisika,&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;   Geofisika adalah metoda yang mempelajari Bumi dan Batuan menggunakan pendekatan-pendekatan Fisika dan Matematika. Ilmu Geofisika merupakan  gabungan dari konsep-konsep Ilmu Geologi dan Fisika. &lt;br /&gt;   Ilmu geofisika memiliki cakupan yang luas, dimulai dari Fisika ujungnya pada Geologi Eksplorasi, malah mungkin masuk ke Domain Tambang dan Petroteur Engineer, Domain yang termasuk “Pure Geophysics” atau “Theoritical Geophysics”, digeluti pada bidang Ilmu Fisika, Ilmu Geofisika yang mempelajari bumi secara umum juga disebut Global geophysics yang mengamati dan menganalisa bumi, interior, gempa, dll, diketahui di bidang lain “Solid Eart Geophysics”. Aplikasi geofiisika unutk eksplorasi disebut Eksploration Geophysics, atau Geofisika eksplorasi atau Geofisika terapan.&lt;br /&gt;   Eksplorasi geofisika terdiri dari bermacam-macam metoda, satu sama lain, tergantung besaran yang diukur, macam dan bentuk metoda geofisika eksplorasi tergantung besaran fisis yang akan diukur, cara melakukan eksplorasi dan hasil akhir yang diharapkan. Metode itu teridiri antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Metode Gaya Berat (Metode gravitasi)&lt;br /&gt;· Metode Geomagnet&lt;br /&gt;· Metode Seismik Refraksi&lt;br /&gt;· Metode Seismik Refleksi&lt;br /&gt;· Metode Geofisika Lubang Bor, terdiri bermacam metoda :     &lt;br /&gt;  Tahanan jenis, potensial diri, potensial terimbas, sonik,    &lt;br /&gt;  metoda gamma ray, metoda neutron, dll.&lt;br /&gt;· Metode Geolistrik Tahanan Jenis&lt;br /&gt;· Metode Geolistrik Potensial Terimbas&lt;br /&gt;· Metode Geolistrik Potensial Diri&lt;br /&gt;· Metoda Radioaktif&lt;br /&gt;· Metoda Elektromagnitek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-8380558156903048189?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/8380558156903048189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/01/geofisika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/8380558156903048189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/8380558156903048189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/01/geofisika.html' title='Geofisika'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-1322730904731514642</id><published>2009-01-26T07:00:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T18:15:34.204-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Teori Pendidikan dan Kurikulum</title><content type='html'>Kurikulum memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan teori pendidikan. Suatu kurikulum disusun dengan mengacu pada satu atau beberapa teori kurikulum dan teori kurikulum dijabarkan berdasarkan teori pendidikan tertentu. Nana S. Sukmadinata (1997) mengemukakan 4 (empat ) teori pendidikan, yaitu : (1) pendidikan klasik; (2) pendidikan pribadi; (3) teknologi pendidikan dan (4) teori pendidikan interaksional.&lt;br /&gt;1.Pendidikan klasik (classical education),&lt;br /&gt;Teori pendidikan klasik berlandaskan pada filsafat klasik, seperti Perenialisme, Eessensialisme, dan Eksistensialisme dan memandang bahwa pendidikan berfungsi sebagai upaya memelihara, mengawetkan dan meneruskan warisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kurikulum memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan teori pendidikan. Suatu kurikulum disusun dengan mengacu pada satu atau beberapa teori kurikulum dan teori kurikulum dijabarkan berdasarkan teori pendidikan tertentu. Nana S. Sukmadinata (1997) mengemukakan 4 (empat ) teori pendidikan, yaitu : (1) pendidikan klasik; (2) pendidikan pribadi; (3) teknologi pendidikan dan (4) teori pendidikan interaksional.&lt;br /&gt;1.Pendidikan klasik (classical education),&lt;br /&gt;Teori pendidikan klasik berlandaskan pada filsafat klasik, seperti Perenialisme, Eessensialisme, dan Eksistensialisme dan memandang bahwa pendidikan berfungsi sebagai upaya memelihara, mengawetkan dan meneruskan warisan budaya. Teori pendidikan ini lebih menekankan peranan isi pendidikan dari pada proses. Isi pendidikan atau materi diambil dari khazanah ilmu pengetahuan yang ditemukan dan dikembangkan para ahli tempo dulu yang telah disusun secara logis dan sistematis. Dalam prakteknya, pendidik mempunyai peranan besar dan lebih dominan, sedangkan peserta didik memiliki peran yang pasif, sebagai penerima informasi dan tugas-tugas dari pendidik.&lt;br /&gt;Pendidikan klasik menjadi sumber bagi pengembangan model kurikulum subjek akademis, yaitu suatu kurikulum yang bertujuan memberikan pengetahuan yang solid serta melatih peserta didik menggunakan ide-ide dan proses ”penelitian”, melalui metode ekspositori dan inkuiri.&lt;br /&gt;2.Pendidikan pribadi (personalized education).&lt;br /&gt;Teori pendidikan ini bertolak dari asumsi bahwa sejak dilahirkan anak telah memiliki potensi-potensi tertentu. Pendidikan harus dapat mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki peserta didik dengan bertolak dari kebutuhan dan minat peserta didik. Dalam hal ini, peserta didik menjadi pelaku utama pendidikan, sedangkan pendidik hanya menempati posisi kedua, yang lebih berperan sebagai pembimbing, pendorong, fasilitator dan pelayan peserta didik.&lt;br /&gt;Teori ini memiliki dua aliran yaitu pendidikan progresif dan pendidikan romantik. Pendidikan progresif dengan tokoh pendahulunya- Francis Parker dan John Dewey - memandang bahwa peserta didik merupakan satu kesatuan yang utuh. Materi pengajaran berasal dari pengalaman peserta didik sendiri yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya. Ia merefleksi terhadap masalah-masalah yang muncul dalam kehidupannya. Berkat refleksinya itu, ia dapat memahami dan menggunakannya bagi kehidupan. Pendidik lebih merupakan ahli dalam metodologi dan membantu perkembangan peserta didik sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya masing-masing. Pendidikan romantik berpangkal dari pemikiran-pemikiran J.J. Rouseau tentang tabula rasa, yang memandang setiap individu dalam keadaan fitrah,– memiliki nurani kejujuran, kebenaran dan ketulusan.&lt;br /&gt;Teori pendidikan pribadi menjadi sumber bagi pengembangan model kurikulum humanis. yaitu suatu model kurikulum yang bertujuan memperluas kesadaran diri dan mengurangi kerenggangan dan keterasingan dari lingkungan dan proses aktualisasi diri. Kurikulum humanis merupakan reaksi atas pendidikan yang lebih menekankan pada aspek intelektual (kurikulum subjek akademis),&lt;br /&gt;3.Teknologi pendidikan,&lt;br /&gt;Teknologi pendidikan yaitu suatu konsep pendidikan yang mempunyai persamaan dengan pendidikan klasik tentang peranan pendidikan dalam menyampaikan informasi. Namun diantara keduanya ada yang berbeda. Dalam tekonologi pendidikan, lebih diutamakan adalah pembentukan dan penguasaan kompetensi atau kemampuan-kemampuan praktis, bukan pengawetan dan pemeliharaan budaya lama. Dalam konsep pendidikan teknologi, isi pendidikan dipilih oleh tim ahli bidang-bidang khusus. Isi pendidikan berupa data-data obyektif dan keterampilan-keterampilan yang yang mengarah kepada kemampuan vocational . Isi disusun dalam bentuk desain program atau desain pengajaran dan disampaikan dengan menggunakan bantuan media elektronika dan para peserta didik belajar secara individual. Peserta didik berusaha untuk menguasai sejumlah besar bahan dan pola-pola kegiatan secara efisien tanpa refleksi. Keterampilan-keterampilan barunya segera digunakan dalam masyarakat. Guru berfungsi sebagai direktur belajar (director of learning), lebih banyak tugas-tugas pengelolaan dari pada penyampaian dan pendalaman bahan.&lt;br /&gt;Teknologi pendidikan menjadi sumber untuk pengembangan model kurikulum teknologis, yaitu model kurikulum yang bertujuan memberikan penguasaan kompetensi bagi para peserta didik, melalui metode pembelajaran individual, media buku atau pun elektronik, sehingga mereka dapat menguasai keterampilan-keterampilan dasar tertentu.&lt;br /&gt;4.Pendidikan interaksional,&lt;br /&gt;Pendidikan interaksional yaitu suatu konsep pendidikan yang bertitik tolak dari pemikiran manusia sebagai makhluk sosial yang senantiasa berinteraksi dan bekerja sama dengan manusia lainnya. Pendidikan sebagai salah satu bentuk kehidupan juga berintikan kerja sama dan interaksi. Dalam pendidikan interaksional menekankan interaksi dua pihak dari guru kepada peserta didik dan dari peserta didik kepada guru. Lebih dari itu, interaksi ini juga terjadi antara peserta didik dengan materi pembelajaran dan dengan lingkungan, antara pemikiran manusia dengan lingkungannya. Interaksi ini terjadi melalui berbagai bentuk dialog. Dalam pendidikan interaksional, belajar lebih sekedar mempelajari fakta-fakta. Peserta didik mengadakan pemahaman eksperimental dari fakta-fakta tersebut, memberikan interpretasi yang bersifat menyeluruh serta memahaminya dalam konteks kehidupan. Filsafat yang melandasi pendidikan interaksional yaitu filsafat rekonstruksi sosial.&lt;br /&gt;Pendidikan interaksional menjadi sumber untuk pengembangan model kurikulum rekonstruksi sosial, yaitu model kurikulum yang memiliki tujuan utama menghadapkan para peserta didik pada tantangan, ancaman, hambatan-hambatan atau gangguan-gangguan yang dihadapi manusia. Peserta didik didorong untuk mempunyai pengetahuan yang cukup tentang masalah-masalah sosial yang mendesak (crucial) dan bekerja sama untuk memecahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-1322730904731514642?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/1322730904731514642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/01/teori-pendidikan-dan-kurikulum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/1322730904731514642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/1322730904731514642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/01/teori-pendidikan-dan-kurikulum.html' title='Teori Pendidikan dan Kurikulum'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-6880950571472934605</id><published>2009-01-25T14:15:00.000-08:00</published><updated>2009-01-25T14:15:02.341-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soul'/><title type='text'>Hakikat Manusia</title><content type='html'>Pada mulanya adalah sebuah pertanyaan yang muncul dalam relung-relung sanaubari (Hati), mengapa saya ada ! Bukankah tidak ada bedanya seandainya saya  tidak  ada ? toh dunia ini akan tetap berlangsung tanpa kehadiran saya, sepertinya saya terlampar kedalam dunia karena saya memang saya tidak pernah minta untuk dilahirkan, angina kegembiraan dan kedukaan menerpa kehidupan saya, untuk apa semuanya ini ? kalau saya tidak perlu ada,&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya adalah sebuah pertanyaan yang muncul dalam relung-relung sanaubari (Hati), mengapa saya ada ! Bukankah tidak ada bedanya seandainya saya  tidak  ada ? toh dunia ini akan tetap berlangsung tanpa kehadiran saya, sepertinya saya terlampar kedalam dunia karena saya memang saya tidak pernah minta untuk dilahirkan, angina kegembiraan dan kedukaan menerpa kehidupan saya, untuk apa semuanya ini ? kalau saya tidak perlu ada, pasti kehidupan saya  juga  tidak penting, hal ini terasa sekali bila saya menyadari bahwa pada suatu hari nanti kematian akan datang  menjemput saya, lalu sesudah itu …? Barang kali sisa-sisa kenangan masih akan dibicarakan dalam satu-dua minggu, sesudah itu … dunia akan berjalan terus seolah saya tidak pernah ada.&lt;br /&gt;Kegelisahan ini membawa saya kedalam refleksi mengenai dunia ini, apakah dunia ini memiliki makna …? Jangan-jangan dunia ini hanya panggung sandiwara, tempat manusia-manusia termasuk saya, memainkan perananya sejenak, lalu lenyap dibalik panggung, apakah memang demikian makna dunia ini …?&lt;br /&gt;Bila kita renungkan sejenak, walaupun sejenak mudah-mudahan akan memberikan makna yang mendalam, yakni ketika melihat musibah yang menimpa saudara kita di Nangroe Aceh Darussalam (NAD), banyak sekali manusia yang bergelimpangan sampai seakan-akan mata ini tak percaya jika melihat kenyataan (di TV) atau melihat gambar-gambar di Koran, kalau boleh saya katakana agak kasar, seakan-akan bangkai manusia tak ada gunanya, bahkan sebagian para "Manusia" sendiri pun menghindarinya, berbeda bila yang berserakan itu bahan-bahan materi seperti kayu, seng, besi atau bahan logam lainya, bila dibandingkan dengan bangkai manusia bahan-bahan tersebut ternyata lebih berharga.&lt;br /&gt;Terus dimanakah letak peranan manusia yang sesungguhnya ? dimanakah letak kemuliaanya ?  haruskah hidup saya yang sekarang ini bagai mayat-mayat hidup yang tiada guna ?.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Melalui sedikit goresan tinta ini akan memberikan kesejukan di hati kita untuk lebih mengenal siapa diri kita ? untuk apa kita hidup didunia yang fana ini aamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia dan Alam KOSMOS&lt;br /&gt;Seperti alam semesta, manusia selalu berubah, bahkan menurut ibnu 'arabi manusia adalah mikro kosmos yang menggabungkan semua alam dalam makro kosmos. Manusia adalah alam shagir dan alam semesta adalah alam kabir, pada makro kosmos terdapat tiga tingkatan alam: &lt;br /&gt;Man ‘Arofah Nafsahu ‘Arofah Rabbahu&lt;br /&gt;(Kenali Dirimu maka Engkau akan Mengenal Tuhanmu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa setiap hal yang terdapat di alam wujud ini selain Allah adalah perbuatan Allah dan penciptaan-Nya, dalam setiap dzarrah dari inti, gejala, sifat atau atribut terdapat berbagai keajaiban dan rahasia yang menunjukkan kebijaksanaan, kekuasaan, kemuliaan dan keagungan Allah. Tapi hal tersebut tidak bias di jangkau seluruhnya, karena sekiranya lautan dijadikan tinta untuk menulis hal tersebut niscaya lautan itu akan mengering sebelum mencapai sepersepuluhnya.&lt;br /&gt;Didalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menggalakan tafakkur tentang penciptaan Allah, diantaranya firman Allah :”sesungguhnya dalam penciptaan langit dan Bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,”(Ali Imron:190). sebagaimana firman Allah:”Diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya” Dari awak Al-qur’an hingga akhir, maka marilah kita kaji cara-cara tafakkur tentang sebagian tanda-tanda kekuasaan tersebut.&lt;br /&gt;Diantara tanda-tanda kekuasaanya adalah manusia yang tercipta dari air mani (nuthfah) sesuatu yang paling dekat denganmu adalah dirimu sendiri. Didalam dirimu terdapat berbagai keajaiban yang menuujukkan keagungan Allah SWT. Sepanjang hidupnya manusia tidak sanggup mengungkap sepersepuluhnya, sementara anda bahkan melalaikanya, wahai orang yang lalai dan tidak mengetahui akan dirinya sendiri, bagaimana anda berambisi untuk mengetahui  selain dirimu? Allah telah memerintahkan untuk mentadabburkan  dirimu sebagaimana dalam Al-Qur’an yang mulia,”Dan dalam dirimu sendiri, maka apakah kanu tidak memperhatikan? (adz-dzariat: 21),, Dia menyebutkan bahwa engkau diciptaka dari setetes air mani yang menjijikkan :” Binasalah Manusia; alangkah amat sangat kekafiranya? Dari apakah Allah menciptakanya? Dari setetes Mani, Allah menentukanya, kemudian Dia memudahkan jalanya, kemudian Dia mematikanya dan memasukkanya ke dalam kubur, kemudian bila Dia menghendaki, Dia membangkitkanya kembali.”(‘Abasa:17-22).&lt;br /&gt;Allah berfirman :” Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan kamu dari Tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak,”(Ar-Rum:20)&lt;br /&gt;“Bukankah dia dahulu setetes mani yang di tumpahkan kedalam (rahim), kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakanya, dan menyempurnakanya?(Al-Qiyamah:37-38)&lt;br /&gt;Bukankah kami menciptakan kamu dari air yang hina, kemudian kami tempatkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim) sampai waktu yang ditentukan ?” (Al-Mursalat: 20-22)&lt;br /&gt;“Dan apakah manusia tidak memperhatikan  bahwa kami menciptakanya dari setitik air mani, maka tiba-tiba ia  kemudian menjadi penetang yang nyata,” (Yasin:77)&lt;br /&gt;Sesungguhnya kami menciptakan manusia dari setetes air mani yang bercampur,”(Al-insan:2)&lt;br /&gt;kemudian Dia menyebutkan bagaimana setetes air mani itu Dia jadikan”segumpal Darah”, kemudian “segumpal darah” Dia jadikan “segumpal daging” kemudian “segumpal daging,” itu Dia jadikan tulang, Firman Allah: Dan sesungguhnya kami telah menciptakan Manusia dari suatu saripati berasal dari tanah. Kemudian kami jadikan sari pati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim) kemudian kami jadikan air mani segumpal darah …” (Al-mu’minun:12-14)   &lt;br /&gt;Disebutkanya Nuthfah (setetes air mani) berulang-ulang didalam kitab yang mulia ini bukan untuk didengar lafadnya tanpa dinperhatikan maknanya.&lt;br /&gt;Sekarang perhatikanlah setetes air mani – setetes air yang menjijikkan, seandainya dibiarkan sesaat saja terkena udara pasti akan rusak daan busuk- bagaimana Allah mengeluarkanya dari tulang sulbi dan tulang rusuk. Bagaimana Dia menghimpun antara laki-laki dan perempuan, menanamkan rasa cinta dan kasih saying di hati mereka, bagaimana Dia menuntun mereka dalam matarantai cinta dan syahwat dalam kepada pertemuan.Bagaimana mengeluarkan Air mani dari seorang laki-laki dengan gerakan senggama, dan bagaimana mengambil “telur”  dari urat darah halus, kemudian bagaimana ia menciptakan janin dari setetes Air Mani dengan di beri makanan dan minuman hingga tumbuh, berkembang dan besar. Bagaimana setetes air mani yang berwarna putih berkilau Dia jadiakan segumpal darah berwarna merah, kemudian Dia jadikan segumpal daging, kemudian Dia Membagi bagian-bagian Nuthfah  yang sama dan serupa itu menjadi tulang, urat, sel dan daging ? kemudian bagaimana Dia menyusun organ-organ dalam seperti Hati, perut, jantung, paru-paru, gunjal, rahim, dan pencernaan, masing-masing memiliki bentuk tersendiri dan ukuran tertentu untuk fungsi khusus. Kemudian bagaimana Dia membagi setiap organ tubuh ini dengan bagian-bagian lain, lalu menyusun mata dari beberapa lapisan, setiap lapisan punya sifat khusus dan struktur tertentu, seandainya salah satu lapisannya tidak ada atau hilang salah satu sifatnya niscaya mata itu tidak bisa melihat.&lt;br /&gt;Sekarang perhatikanlah tulang, ia adalah organ yang sangat keras bagaimana Dia MenciptakanNya dari setetes mani yang lunak dan lembek, kemudian Dia menjadikan-Nya sebagai penopang badan, kemudian Dia menentukan ukuran-ukuran dan bentuk-bentuknya yang berbeda-beda ada yang kecil, besar, pendek, panjang, bundar, lebar dan halus, karena manusia memerlukan gerak dengan seluruh badanya dan sebagian badanya, maka Dia tidak menjadikan seluruh tulangnya terdiri atas satu tulang tetapi tulang yang banyak yang dipisahkan oleh sendi-sendi sehingga mudah untuk bergerak, dengan ukuran yang sesuai, kemudian menyambungkan sendi-sendinya dengan urat-urat daging yang ditumbuhkan dari salah satu ujung tulang dan diletakkan dengan tulang yang lain seperti pengikatanya, kemudian Dia menciptakan salah satu ujung tulang ‘benjolan-benjolan’ yang keluar darinya dan pada bagian lain ‘cekungan’ yang masuk kedalam sesuai dengan bentuk ‘benjolan’ agar bisa masuk kedalamnya dengan pas, sehingga apabila ingin menggerakan bagian badanya ia tak terhalangi. Kalau tidak ada persendian niscaya tidak bisa menggerakkan badanya.&lt;br /&gt;Kemudian perhatikanlah penciptaan tulang kepala, Bagaimana Dia menghimpun dan menyusunya. Dia telah menyusunya dari 55 tulang yang beraneka macam bentuknya, sebagianya dipadukan dengan sebagian yang lain sehingga menjadi batok kepala yang anda lihat, enam diantaranya berkaitan denga tulang otak, empat belas tulang lainya berkaitan dengan tulang rahang atas, dua diantaranya berkaitan dengan rahang bawah, dan sebagianya adalah gigi yang sebagianya adalah tebal sehingga bisa dijadikan untuk “menggiling” dan sebagian lagi tajam sehingga bisa dijadikan untuk memotong yaitu gigi taring, gigi geraham dan gigi seri, kemudian Dia menjadikan tengkuk sebagai penopang kepala yang tersusun dari tujuh “engsel” yang melingkar dan elastis, tentang hikmah yang kami tunjukkan ini terlalu panjang unuk dipaparkan.&lt;br /&gt;Kemudian Dia menyusun tengkuk diatas punggung dari bawah tengkuk sampai ujung tulang pinggul terdiri dari 24 “engsel” dan menyusun tulang pinggul dari tiga bagian yang berlainan lalu dari bawahnya bersambung dengan tulang tungging yang juga terdiri dari tiga bagian.&lt;br /&gt;Kemudian menyambung tulang punggung dengan tulang rusuk, tulang lengan, tulang kedua tangan, tulang pinggang, tulang pinggul, tulang kedua paha, tulang kedua betis, jemari kedua kaki dan lain sebagainya, jumlah tulang yang terdapat pada tulang manusia sebanyak 248 tulang, selain tulang-tulang kecil yang mengisi celah-celah persendian. Perhatikanlah bagaimana Dia menciptakan semua hal tersebut dari air mani yang lembek dan hina.&lt;br /&gt;Tujuan menyebutkan jumlah tulang ini bukan untuk diketahui jumlahnya semata-mata, karena hal ini merupakan ilmu pengetahuan yang dekat yang bisa diketahui oleh para dokter dan para ahli anatomi, tetapi tujuanya agar darinya bisa diperhatikan pencipta dan pengaturnya, bagaimana Dia menciptakan dengan ukuran-ukujran tertentu dan mengaturnya sedemikian rupa, Dia menciptakanya dengan jumlah tertentu sebab seandainya berlebih satu saja maka akan menyusahkan manusia untuk mencabutnya, Dokter memperhatikanya untuk diketahui cara pengobatanya sedangkan ahli bashirah menjadikanya untuk menjadi bukti atas kemuliaan pencipta dan pengaturnya, kedua pandangan ini sungguh jauh berbeda.&lt;br /&gt;Kemudian perhatikanlah bagaimana Allah Ta’ala menciptakan sejumlah organ untuk menggerakkan tulang yaitu urat. Didalam tubuh manusia Allah menciptakan 529 urat, urat ini terdiri atas saraf, daging, pembalut dan selaput yang berlainan bentuk dan ukuran sesuai dengan perbedaan letaknya dan kadar kebutuhanya . 24 urat diantaranya untuk menggerakkan biji dan kelopak mata, seandainya berkurang satu maka akan menimbulkan kerusakan pada mata, demikianlah setiap urat disusun dalam jumlah dan ukuran tertentu, bahkan urusan saraf, urat nadi dan pembuluih jauh lebih kompleks dan lebih mengagumkan yang bisa dijadikan sebagai bahan renungan, kemudian di dalam tubuh secara keseluruhan terdapat berbagai keajaiban, demikian pula sifat-sifat dan nilai-nilai yang tidak dapat diketahui dengan panca indra.&lt;br /&gt;Sekarang perhatikan dhahir dan bathin manusia, perhatikanlah badan dan sifat-sifatnya, niscaya anda akan mengetahui berbagai keajaiban dan penciptaan yang menimbulkan decak kekaguman, semua itu adalah penciptaan Allah dari setetes air mani yang menjijikkan, dari sini anda bisa melihat keagungan ciptaaNya dalam setetes air mani, maka apa lagi ciptanNya dalam kerajaan langit dan planet-planetNya, bagaimana Maha bijaksanaNya dalam penciptaan dan pengaturan semua hal tersebut? Janganlah anda mengira bahwa satu partikel dan kerajaan langit akan terlepas dari kebijaksanaan dan pengaturanNya, ketimbang penciptaan tubuh manusia. Bahkan penciptaan benda-benda di bumi tak bisa dibandingkan dengan berbagai keajaiban kerajaan langit. Oleh sebab itu Allah berfirman:&lt;br /&gt;“Apakah kamu yang lebih sulit penciptaanya ataukah langit ? Allah telah membinanya, Dia meninggikan bangunananya lalu menyempurnakanya, dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita dan menjadikan siangnya terang benderang.” (An-nazi’at:27-29)&lt;br /&gt;kembali lagi pada setetes air mani dan renungkanlah keadaanya pertama kali dan bagaimana ia menjadi makhluk manusia, renungkanlah, seandainya jin dan manusia bersatu untuk menciptakan setetes air mani menjadi pedengaran, penglihatan, akal, ilmu, ruh, tulang, urat nadi, syaraf, kulit atau rambut, apakah mereka mampu melakukanya ? bahkan seandainya mereka ingin tahu hakekatnya dan cara penciptaannya setelah Allah menciptakan hal tersebut niscaya mereka juga tak akan sanggup melakukanya. Sungguh mengherankan, jika anda melihat lukisan manusia di sebuah dinding dengan lukisan yang sangat menarik hingga mirip dengan manusia, lalu orang yang melihatnya pun berucap, Mirip Manusia ! maka anda mengagumi karya pelukis dan kehebatanya, padahal anda mengetahui bahwa lukisan itu hanya di buat dengan cat, kuas, tangan, kemampuan melukis, ilmu pengetahuan dan keinginan, tak ada sesuatupun dari lukisan itu yang diciptkan oleh pelukisnya, bahkan berasal dari buatan orang lain, apa yang dilakukanya hanyalah memadukan antara cat dan dinding dalam sebuah tatanan tertentu, tetapi anda sudah sangat mengagumi dan mengagungknya.&lt;br /&gt;Anda mengetahui setetes air mani yang menjijikkan itu diciptakan oleh penciptanya di dalam tulang sulbi dan rusuk, kemudian dikeluarkan darinya dan dibentuk dengan bentuk yang sebaik-baiknya dan dalam ukuran yang serasi. Dia membagi bagian-bagiannya yang serupa menjadi beberapa bagian yang berbeda-beda, kemudian menumbuhkan tulang dengan cermat pada bagian-bagian tersebut, membentuk organ-organya dengan sangat indah, menghiasi dhahir dan bathinya, mengatur urat-urat dan syaraf-syarafnya, menciptakan alat saluran makanya agar bisa mempertahankan hidupnya, memberinya pendengaran, penglihatan,menciptakan tulang punggung sebagai penopang tubuhnya, perut sebagai penampung makananya, kepala sebagai penghimpun berbagai indranya, kemudian membuka mata dan menytusun lapisan-lapisanya dengan bentuk, warna dan struktur yang sangat indah kemudian melindunginya dengan kelopak, kemudian Dia membuka kedua telinganya dan meletakkan cairan pahit untuk melindungi pendengaranya dan menolak seranggak darinya, dan memagarinya dengan daun telinga untuk menghimpun suara lalu mengembalikanya ke alat pendengaranya, disamping untuk merasakan rayapan serangga. Di dalam telinga juga terdapat lekukan-lekukan agar orang yang tengah tertidur agar segera terbangun bila ada serangga atau sesuatu yang masuk kedalamnya. Kemudian Dia memunculkan hidung di tengah wajah dengan bentuk yang sangat indah, membuka kedua lubangnya dan meletakkan indra penciuman didalamnya untuk membau makanan-makananya dan menghirup hembusan udara yang menjadi makanan hatinya dan penyegaran batinya, Kemudian Dia membuka mulut dan meletakkan lidah didalamnya sebagai juru bicara dan pengungkap apa yang ada dalam hati, dan menghiasi mulut dengan gigi agar menjadi alat pengunyah dan memotong, Dia memperkuat akar-akarnya, mempertajam ujung-ujungnya, berwarna putih, dan menyusunya rata ujung-ujungnya seperti mutiara yang tersusun indah. Kemudia Dia menciptakan dua bibir dengan bentuk dan warna yang sangat indah untuk menutup mulut dan menyempurnakan keluarnya huruf-huruf pembicaraan, kemudian Dia menciptakan tenggorokan dan mempersiapkanya sebagai sarana keluarnya suara, kemudian Dia menciptakan pangkal tenggorokan dalam berbagai bentuk dan ukuran sehingga melahirkan perbedaan suara, tidak ada dua suara yang sama bahkan nampak perbedaan antar dua suara sehingga pendengar bisa membedakan orang semata-mata melalui suara di ruangan yang gelap. Kemudian Dia menghiasi kepala dengan rambut dan pelipis, menghiasi wajah dengan jenggot dan alis mata, menghiasi alis dengan rambut yang sangat tipis dan melengkung, dan menghiasi mata dengan rambut mata.&lt;br /&gt;Kemudian Dia menciptakan organ-organ dan menundukkan untuk fungsi tertentu, Dia menciptakan pencernaan, paru-paru, empedu dan ginjal dengan fungsinya masing-masing, kemudian menciptakan kedua tangan dengan bentuk yang panjang untuk menjangkau apa yang dinginkan, melebarkan telapak tangan, membagi lima jari, membagi setiap jari dengan tiga lekukan, meletakkan empat jari di satu sisi dan ibu jari disisi yang lain, sehingga ibu jari bisa menjangkau semua jari. Seandainya orang-orang terdahulu dan terkemudian bersatu untuk mencari formasi lain menyangka, letak jemari tidak seperti apa yang sudah ada niscaya mereka tidak sanggup melakukanya, karena dengan susunan yang seperti itu tangan dipaksa untuk mengambil dan memberikan, Kemudian Dia menciptakan kuku sebagai hiasan jari dan berfungsi sebagai menggaruk badanya bila diperlukan, seandainya manusia tidak memiliki kuku yang merupakan anggota badan yang paling tidak berharga, lalu ia merasa gatal niscaya ia akan menjadi makhluk yang paling lemah dan tidak ada seorangpun yang bisa menggantikanya untuk menggarukknya, seandainya minta bantuan orang lain niscaya orang lain tersebut tidak akan menemukan tempat yang akan digaruk itu kecuali dengan susah payah dan waktu yang relatif lama. Allah menciptakan semua ini dari setetes air mani ketika masih ada dalam rahim dalam tiga kegelapan, seandainya tabir itu di bukakan dan dapat disaksikan niscaya bisa dilihat perencanaan dan gambar tersebut muncul satu persatu, tetapi pembuat gambar dan alatnya tak bisa terlihat! Pernahkah anda melihat pembuat gambar tanpa menyentuh alatnya dan pekerjaanya ketika dia membuatnya? Mahasuci Dia! Sungguh Mahaagung ciptaanNya sungguh nyata dalil-dalilNya.&lt;br /&gt;Kemudian perhatikanlah kesempurnaan rahmatNya disamping kesempurnaan kekuasaanNya, sesungguhnya ketika bayi merasakan sempitnya rahim, karena dia semakin besar, bagaimana Allah memberinya petunjuk jalan sehingga bayin itu membalikkan posisi, bergerak, keluar dari tempat yang sempit itu dan mencari jalan keluar seolah-olah berakal dan melihat apa yang di perlukanya.&lt;br /&gt;Kemudian setelah keluar dan memerlukan makanan, bagaimana Allah memberinya instink untuk mengenyot tetek? Karena badanya masih sangat rentan tidak bisa menerima makanan yang berat, bagaimana Allah mengaturnya dengan menciptakan susu yang lembut dan dikeluarkanya diantara kotoran dan darah menjadi minuman yang layak dan bersih, Bagaimana Dia menciptakan tetek dan mengumpulkan susu di dalamnya, menumbuhkan dua putting dalam ukuran yang pas dengan mulut bayi, kemudian membuka putting dengan satu lubang kecil sekali sehingga susu tidak keluar darinya kecuali setelah diisap secara bertahap, karena bayi tidak kuasa meminumnya kecuali sedikit, kemudian Bagaimana Allah memberinya instink untuk mengisap sehingga dari lubang yang sangat kecil itu dapat mengeluarkan ASI banyak bila sedanga lapar.&lt;br /&gt;Kemudian perhatikanlah kasih sayang, rahmat dan kelembutaNya, bagaimana Allah mengakhirkan penciptaan gigi hingga mencapai usia dua tahun, karena dalam usia dua tahun itulah bayi tidak mengkonsumsi makanan kecuali ASI sehingga tidak memerlukan gigi. Bila sudah besar, ASI tidak cocok lagi baginya dan memerlukan makanan keras, memerlukan kunyahan, sehingga Allah menumbuhkan giginya sesuai dengan kebutuhan, tidak terlalu dini dan tidak terlambat. Mahasuci Allah bagaimana Dia mengeluarkan tulang keras tersebut dari isit yang lembek! Kemudian Allah melembutkan hati kedua orang tuanya untuk merawatnya pada saat dia sendiri tidak bisa mengurus dirinya sendiri, seandainya Allah tidak melimpahkan rasa kasih sayang ke dalam hati kedua orang tuanya niscaya bayi itu merupakan makhluk yang paling lemah untuk mengatur dirinya.&lt;br /&gt;“Bukankah telah datang  atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari setetes air mani yang bercampur yang kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu kami jadikan dia mendengar dan melihat.”(Al-insan:1-2)&lt;br /&gt;Perhatikanlah kelembutan dan kedermawanan yang ada, kemudian perhatikanlah kekuasaan dan kebijaksanaan yang membuat anda mengagumi penciptaanNya itu.&lt;br /&gt;Tapi sungguh aneh orang yang menyaksikan tulisan yang sangat indah di sebuah dinding lalu membuatnya kagum dan mengagumi pelukisnya seraya berfikir bagaimana pelukis itu melukisnya dengan kemampuan yang tinggi, lalu dia berkata mengaguminya: betapa pintar dan sempurnanya pelukis itu! Namun setelah menyaksikan berbagai keajaiban yang ada dalam dirinya sendiri dan pada orang lain, mengapa mereka lupa akan penciptanya sehingga keagungan, kemuliaan dan kebijaksanaanNya tak pernah membuatnya kagum ?&lt;br /&gt;Itulah keterangan singkat tentang berbagai keajaiban yang ada dalam tubuhmu yang tidak dapat dijelaskan semuanya. Ia merupakan obyek Muhasabah dan Tafakkur yang paling dekat dan bukti yang paling nyata atas keagungan penciptanya, tetapi anda mengabaikannya dan anda tidak mengetahui diri anda kecuali anda merasa lapar lalu makan hingga kenyang lalu dan tidur, bernafsu birahi lalu bermaksiat kepada Allah, dan marah lalu bertengkar. Semua binatang sama dengan anda dalam merasakan dan mengenali hal ini, kelebihan dan kekhususan manusia hanyalah terletak pada Ma’rifatullah dengan memperhatikan kerajaan langit dan bumi, serta berbagai keajaiban alam dan jiwa karena dengan hal inilah seorang hamba masuk ke dalam kalangan malaikat muqarrabin dan dikumpulkan ke dalam kelompok para Nabi dan Shiddiqin. Kedudukan ini tidak dimilikioleh binatang dan tidak bisa juga dicapai oleh manusia yang menikmati dunia dengan nafsu binatang, karena binatang tidak memiliki kemampuan untuk melakukanya sedangkan manusia telah diberi Allah kemampuan tersebut kemudian ia mengabaikanya dan mengingkari Ni’mat Allah, mereka seperti binatang bahkan lebih buruk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tafakkaruu Fiikholqillah&lt;br /&gt;Walaa tafakkaru fii dzatillah&lt;br /&gt;by:fuad zen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-6880950571472934605?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/6880950571472934605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/01/hakikat-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/6880950571472934605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/6880950571472934605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/01/hakikat-manusia.html' title='Hakikat Manusia'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-6469083873302698183</id><published>2009-01-25T07:00:00.000-08:00</published><updated>2009-01-25T07:00:00.144-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Psikologi Humanistik</title><content type='html'>Psikologi humanistik merupakan salah satu aliran dalam psikologi yang muncul pada tahun 1950-an, dengan akar pemikiran dari kalangan eksistensialisme yang berkembang pada abad pertengahan. Pada akhir tahun 1950-an, para ahli psikologi, seperti : Abraham Maslow, Carl Rogers dan Clark Moustakas mendirikan sebuah asosiasi profesional yang berupaya mengkaji secara khusus tentang berbagai keunikan manusia, seperti tentang : self (diri), aktualisasi diri, kesehatan, harapan, cinta, kreativitas, hakikat, individualitas dan sejenisnya.&lt;br /&gt;Kehadiran psikologi humanistik muncul sebagai reaksi atas aliran psikoanalisis dan behaviorisme serta dipandang sebagai “kekuatan ketiga “ dalam aliran psikologi. Psikoanalisis dianggap sebagai kekuatan pertama dalam psikologi yang awal mulanya datang dari psikoanalisis ala Freud yang berusaha memahami tentang kedalaman psikis manusia yang dikombinasikan dengan kesadaran pikiran guna menghasilkan kepribadian yang sehat. Kelompok psikoanalis berkeyakinan bahwa perilaku manusia dikendalikan dan diatur oleh kekuatan tak sadar dari dalam diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Psikologi humanistik merupakan salah satu aliran dalam psikologi yang muncul pada tahun 1950-an, dengan akar pemikiran dari kalangan eksistensialisme yang berkembang pada abad pertengahan. Pada akhir tahun 1950-an, para ahli psikologi, seperti : Abraham Maslow, Carl Rogers dan Clark Moustakas mendirikan sebuah asosiasi profesional yang berupaya mengkaji secara khusus tentang berbagai keunikan manusia, seperti tentang : self (diri), aktualisasi diri, kesehatan, harapan, cinta, kreativitas, hakikat, individualitas dan sejenisnya.&lt;br /&gt;Kehadiran psikologi humanistik muncul sebagai reaksi atas aliran psikoanalisis dan behaviorisme serta dipandang sebagai “kekuatan ketiga “ dalam aliran psikologi. Psikoanalisis dianggap sebagai kekuatan pertama dalam psikologi yang awal mulanya datang dari psikoanalisis ala Freud yang berusaha memahami tentang kedalaman psikis manusia yang dikombinasikan dengan kesadaran pikiran guna menghasilkan kepribadian yang sehat. Kelompok psikoanalis berkeyakinan bahwa perilaku manusia dikendalikan dan diatur oleh kekuatan tak sadar dari dalam diri.&lt;br /&gt;Kekuatan psikologi yang kedua adalah behaviorisme yang dipelopori oleh Ivan Pavlov dengan hasil pemikirannya tentang refleks yang terkondisikan. Kalangan Behavioristik meyakini bahwa semua perilaku dikendalikan oleh faktor-faktor eksternal dari lingkungan.&lt;br /&gt;Dalam mengembangkan teorinya, psikologi humanistik sangat memperhatikan tentang dimensi manusia dalam berhubungan dengan lingkungannya secara manusiawi dengan menitik-beratkan pada kebebasan individu untuk mengungkapkan pendapat dan menentukan pilihannya, nilai-nilai, tanggung jawab personal, otonomi, tujuan dan pemaknaan. Dalam hal ini, James Bugental (1964) mengemukakan tentang 5 (lima) dalil utama dari psikologi humanistik, yaitu: (1) keberadaan manusia tidak dapat direduksi ke dalam komponen-komponen; (2) manusia memiliki keunikan tersendiri dalam berhubungan dengan manusia lainnya; (3) manusia memiliki kesadaran akan dirinya dalam mengadakan hubungan dengan orang lain; (4) manusia memiliki pilihan-pilihan dan dapat bertanggung jawab atas pilihan-pilihanya; dan (5) manusia memiliki kesadaran dan sengaja untuk mencari makna, nilai dan kreativitas.&lt;br /&gt;Terdapat beberapa ahli psikologi yang telah memberikan sumbangan pemikirannya terhadap perkembangan psikologi humanistik. Sumbangan Snyggs dan Combs (1949) dari kelompok fenomenologi yang mengkaji tentang persepsi. Dia percaya bahwa seseorang akan berperilaku sejalan dengan apa yang dipersepsinya. Menurutnya, bahwa realitas bukanlah sesuatu yang yang melekat dari kejadian itu sendiri, melainkan dari persepsinya terhadap suatu kejadian. Dari pemikiran Abraham Maslow (1950) yang memfokuskan pada kebutuhan psikologis tentang potensi-potensi yang dimiliki manusia. Hasil pemikirannya telah membantu guna memahami tentang motivasi dan aktualisasi diri seseorang, yang merupakan salah satu tujuan dalam pendidikan humanistik. Morris (1954) meyakini bahwa manusia dapat memikirkan tentang proses berfikirnya sendiri dan kemudian mempertanyakan dan mengoreksinya. Dia menyebutkan pula bahwa setiap manusia dapat memikirkan tentang perasaan-persaannya dan juga memiliki kesadaran akan dirinya. Dengan kesadaran dirinya, manusia dapat berusaha menjadi lebih baik. Carl Rogers berjasa besar dalam mengantarkan psikologi humanistik untuk dapat diaplikasian dalam pendidikan. Dia mengembangkan satu filosofi pendidikan yang menekankan pentingnya pembentukan pemaknaan personal selama berlangsungnya proses pembelajaran dengan melalui upaya menciptakan iklim emosional yang kondusif agar dapat membentuk pemaknaan personal tersebut. Dia memfokuskan pada hubungan emosional antara guru dengan siswa&lt;br /&gt;Berkenaan dengan epistemiloginya, teori-teori humanistik dikembangkan lebih berdasarkan pada metode penelitian kualitatif yang menitik-beratkan pada pengalaman hidup manusia secara nyata (Aanstoos, Serlin &amp; Greening, 2000). Kalangan humanistik beranggapan bahwa usaha mengkaji tentang mental dan perilaku manusia secara ilmiah melalui metode kuantitatif sebagai sesuatu yang salah kaprah. Tentunya hal ini merupakan kritikan terhadap kalangan kognitivisme yang mengaplikasikan metode ilmiah pendekatan kuantitatif dalam usaha mempelajari tentang psikologi.&lt;br /&gt;Sebaliknya, psikologi humanistik pun mendapat kritikan bahwa teori-teorinya tidak mungkin dapat memfalsifikasi dan kurang memiliki kekuatan prediktif sehingga dianggap bukan sebagai suatu ilmu (Popper, 1969, Chalmers, 1999).&lt;br /&gt;Hasil pemikiran dari psikologi humanistik banyak dimanfaatkan untuk kepentingan konseling dan terapi, salah satunya yang sangat populer adalah dari Carl Rogers dengan client-centered therapy, yang memfokuskan pada kapasitas klien untuk dapat mengarahkan diri dan memahami perkembangan dirinya, serta menekankan pentingnya sikap tulus, saling menghargai dan tanpa prasangka dalam membantu individu mengatasi masalah-masalah kehidupannya. Rogers menyakini bahwa klien sebenarnya memiliki jawaban atas permasalahan yang dihadapinya dan tugas konselor hanya membimbing klien menemukan jawaban yang benar. Menurut Rogers, teknik-teknik asesmen dan pendapat para konselor bukanlah hal yang penting dalam melakukan treatment atau pemberian bantuan kepada klien.&lt;br /&gt;Selain memberikan sumbangannya terhadap konseling dan terapi, psikologi humanistik juga memberikan sumbangannya bagi pendidikan alternatif yang dikenal dengan sebutan pendidikan humanistik (humanistic education). Pendidikan humanistik berusaha mengembangkan individu secara keseluruhan melalui pembelajaran nyata. Pengembangan aspek emosional, sosial, mental, dan keterampilan dalam berkarier menjadi fokus dalam model pendidikan humanistik ini.&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;Abin Syamsuddin Makmun. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung : PT Rosda Karya Remaja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-6469083873302698183?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/6469083873302698183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/01/psikologi-humanistik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/6469083873302698183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/6469083873302698183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/01/psikologi-humanistik.html' title='Psikologi Humanistik'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-8626446534911556270</id><published>2009-01-23T14:18:00.000-08:00</published><updated>2009-01-23T15:18:41.421-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soul'/><title type='text'>Mencari Makna</title><content type='html'>“siapa ya jodohqu nanti? Siti khadijah kah? Fatimah kah? Aisyahnya Fahri kah?” walau pernyataan ini terkesan mengelikan :), tapi pernyatan seperti ini wajar2 saja karena kita sebagai manusia biasa yang tak perna akan tau bagainana hari esok kita akan terjadi....&lt;br /&gt;Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan saya pasangan, “Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya”, Tuhan menjawab.&lt;br /&gt;Tidak hanya saya meminta kepada Tuhan, saya menjelaskan kriteria pasangan yang saya inginkan. Saya menginginkan pasangan yang baik hati, lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuh perhatian. Saya bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini saya impikan.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“siapa ya jodohqu nanti? Siti khadijah kah? Fatimah kah? Aisyahnya Fahri kah?” walau pernyataan ini terkesan mengelikan :), tapi pernyatan seperti ini wajar2 saja karena kita sebagai manusia biasa yang tak perna akan tau bagainana hari esok kita akan terjadi.... untuk temen2 yang mempunyai pertanyaan seperti diatas semoga tulisan ini bisa menjadi semangat baru bagi kita. cerita ini saya ambil dari http://indahparmalia.wordpress.com&lt;br /&gt;Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan saya pasangan, “Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya”, Tuhan menjawab.&lt;br /&gt;Tidak hanya saya meminta kepada Tuhan, saya menjelaskan kriteria pasangan yang saya inginkan. Saya menginginkan pasangan yang baik hati, lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuh perhatian. Saya bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini saya impikan.&lt;br /&gt;Sejalan dengan berlalunya waktu, saya menambahkan daftar kriteria yang saya inginkan dalam pasangan saya. Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hati saya,” HambaKu, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan.”&lt;br /&gt;Saya bertanya, “Mengapa Tuhan?” dan Ia menjawab, “Karena Aku adalah Tuhan dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku lakukan adalah benar.”&lt;br /&gt;Aku bertanya lagi, “Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta dariMu?”&lt;br /&gt;Jawab Tuhan, “Aku akan menjelaskannya kepadaMu. Adalah suatu ketidak adilan dan ketidak benaran bagiKu untuk memenuhi keinginanmu karena Aku tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau.&lt;br /&gt;Tidaklah adil bagiKu untuk memberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu jika terkadang engkau masih kasar, atau memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam, atau seseorang yang mudah mengampuni; tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam, seseorang yang sensitif, namun engkau sendiri tidak…”&lt;br /&gt;Kemudian Ia berkata kepada saya, “Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang engkau cari selama ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari seseorang yang sudah mempunyai semuanya itu.&lt;br /&gt;Pasanganmu akan akan berasal dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimu sendiri di dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu. Pernikahan adalah seperti sekolah, suatu pendidikan jangka panjang. Pernikahan adalah tempat dimana engkau dan pasanganmu akan saling menyesuaikan diri dan tidak hanya bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan kalian manusia yang lebih baik, dan membuat suatu kerjasama yang solid. Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak sempurna. Aku memberikanmu seseorang yang dapat bertumbuh bersamamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-8626446534911556270?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/8626446534911556270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/01/mencari-makna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/8626446534911556270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/8626446534911556270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/01/mencari-makna.html' title='Mencari Makna'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-7240139948829533864</id><published>2009-01-23T13:56:00.000-08:00</published><updated>2009-01-23T15:19:12.165-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>Obama tidak akan membawa perubahan</title><content type='html'>Presiden baru Amerika telah terpilih. Banyak orang senang dengan terpilihnya Obama, maklum Obama pernah tinggal di Indonesia dan meninggalkan beberapa kenagan masa lalu. Sejumlah pemimpinpun memberikan ucapan selamat.&lt;br /&gt;Bagi saya secara pribadi tidak terlalu menggap hal itu sebagai hal yang patut untuk dilebih lebihkan, apalagi sampai di syukuri, seperti kebanyakan orang.&lt;br /&gt;Kita harus tahu janji apa yang di berikan dahulu Presiden itu sewaktu kampanye. Hal ini sebagai gambaran kebijakan apa nantinya yang akan di tempuh oleh priseden tersebut.&lt;br /&gt;Tulisan ini mencoba memberikan janji apa yang di berikan Obama sewaktu masa kampanye dulu, berikut petikan beberapa janjinya :&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. “Saya berjanji kepada Anda bahwa saya akan melakukan apapun yang saya bisa dalam kapasitas apapun untuk tidak hanya menjamin kemanan Israel tapi juga menjamin bahwa rakyat Israel bisa maju dan makmur dan mewujudkan banyak mimpi yang dibuat 60 tahun lalu,” (Barack Obama). kata Obama dalam sebuah acara yang disponsori oleh Kedutaan Besar Israel di Washington untuk menghormati hari jadi negara Israel yang ke-60&lt;br /&gt;2. "Sebagai presiden, saya akan melakukan apapun dengan kekuasaan saya untuk menghentikan Iran dari upaya mengembangkan senjata nuklir dan memaksa Iran untuk berhenti mengancam Israel, " kata Obama.&lt;br /&gt;3. "Kebijakan saya terhadap Hamas tak ada bedanya dengan kebijakannya,: kata Obama dalam sebuah wawancara kepada CNN.&lt;br /&gt;4. "Saya sudah mengatakan bahwa mereka (hamas dan organisasi perjuangan palestina) adalah organisasi teroris), yang tidak boleh kita ajak negosiasi kecuali jika mereka mengakui Israel, meninggalkan kekerasan, dan kecuali mereka mau diam oleh perjanjian sebelumnya antara Palestina dan Israel".&lt;br /&gt;5. Coba perhatikan situs kavkazcenter.com pada 31 Januari 2008. Seperti ditulis situs tersebut, Barack Obama pernah mengatakan kepada jurnalis Haaretz dan beberapa jurnalis Israel lainnya melalui telepon bahwa dirinya bukan Muslim, dan dirinya anti-Hamas dan Arab, serta dirinya akan melindungi Yahudi!.&lt;br /&gt;Pada wawancara telepon itu Obama mengatakan, dirinya dihadapkan kepada serangan tanpa henti, di mana dirinya dituduh secara sembunyi-sembunyi sebagai penganut taat Islam dan tak akan loyal kepada Israel.&lt;br /&gt;Karena itu, mantan senator dari Illinois itu meminta kepada media Yahudi dan Haaretz untuk menggunakan corongnya agar orang-orang tahu bahwa pernyataan dirinya Muslim dan tak loyal kepada Israel adalah sama sekali tidak benar.&lt;br /&gt;Dalam wawancara via telepon itu Obama juga merestui Israel sebagai Negara Yahudi. Obama juga tidak menerima hak rakyat Palestina untuk kembali ke tanah airnya.&lt;br /&gt;Pada bagian wawancaranya Obama juga ogah berdialog dengan Hamas selagi Hamas tidak mengakui negara Israel. Lebih dari itu, Obama juga meyakinkan para jurnalis Yahudi bahwa jika dirinya memenangi Pilpres maka dirinya akan menjamin keselamatan israel.&lt;br /&gt;Jadi jelas siapa Obama&lt;br /&gt;dari janji janji yang telah di berikan, jelaslah siapa sebenarnya presiden baru itu. Presiden itu adalah sama buruknya dengan pendahulunya. Dia bukanlah seorang muslim, walaupun ada nama "Hussein" di belakang namanya. dia tidak lebih dari seorang kafir yang akan tetap mendukung penjajahan Israel. Dan tidak mengakui hak hak muslim palestina.&lt;br /&gt;by: http://viva-khilafah.blogspot.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-7240139948829533864?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/7240139948829533864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/01/presiden-baru-amerika-telah-terpilih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/7240139948829533864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/7240139948829533864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/01/presiden-baru-amerika-telah-terpilih.html' title='Obama tidak akan membawa perubahan'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-3328821230185681870</id><published>2009-01-09T15:50:00.000-08:00</published><updated>2009-02-11T14:54:02.223-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Geofisika'/><title type='text'>Skripsi Geolistrik</title><content type='html'>Skripsi Geolistrik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3467220/Logam.zip.html"&gt;Logam&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. Akuifer 1 dan 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-3328821230185681870?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/3328821230185681870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/01/skripsi-geolistrik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/3328821230185681870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/3328821230185681870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2009/01/skripsi-geolistrik.html' title='Skripsi Geolistrik'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-757285210043036577</id><published>2008-11-09T15:02:00.001-08:00</published><updated>2008-11-10T14:23:49.055-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resep'/><title type='text'>KOPI JAHE ARAB</title><content type='html'>BAHAN:&lt;br /&gt;1.  1 Kg Kopi&lt;br /&gt;2.  1 Kg jahe&lt;br /&gt;3.  10 Butir Cengkeh&lt;br /&gt;4.  1 Batang Kayu manis&lt;br /&gt;5.  25 Kapulaga&lt;br /&gt;CARA PEMBUATAN :&lt;br /&gt;1. Jahe diiris tipis-tipis lalu dijemur sampai kering kurang lebih 2 hari.&lt;br /&gt;2. Kopi disanggrai sampai berwarna Merah keclokatan, kurang lebih 40menit (jangan sampai gosong).&lt;br /&gt;3. Jahe yang telah dijemur kering disanggrai sampai berwarna coklat muda atau sampai kira-kira kelihatan matang. Dalam menyanggrai, jahe jangan dicampur dengan kopinya.&lt;br /&gt;4. Kayu manis dan cengkeh disanggrai bersama sekitar 20 menit.&lt;br /&gt;5. Kapulaga dikupas kecil-kecil bijinya beserta kulitnya.&lt;br /&gt;6. Semua bahan siap diselep.&lt;br /&gt; 7. Sajikan dengan air panas dengan perbandingan 1sendok makan kopi dan 2sendok makan gula, atau sesuai selera anda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-757285210043036577?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/757285210043036577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/kopi-jahe-arab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/757285210043036577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/757285210043036577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/kopi-jahe-arab.html' title='KOPI JAHE ARAB'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-6747617042364251132</id><published>2008-11-09T15:01:00.000-08:00</published><updated>2008-11-10T14:23:49.056-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resep'/><title type='text'>Krupuk susu</title><content type='html'>Bahan-Bahan    :&lt;br /&gt;1.  Susu sapi segar 500 ml&lt;br /&gt;2.  Tepung tapioka 750 gr&lt;br /&gt;3.  Telur 84 gr (+ 2 butir telur)&lt;br /&gt;4.  Terigu 84 gr&lt;br /&gt;5.  Garam 17 gr&lt;br /&gt;6.  Bawang putih 25 gr&lt;br /&gt;7.  Garam bleng 10 gr&lt;br /&gt;8.  Minyak goreng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara-cara&lt;br /&gt;1. Susu sapi sebanyak 500 ml disimpan atau dibiarkan dalam suhu ruangan selama 5 jam&lt;br /&gt;2. Kemudian susu direbus pada suhu 100 derajat selama 15 menit&lt;br /&gt;3. Campurkan tepung tapioka, telur, terigu, garam, bawang putih, dan garam bleng kedalam susu, dan aduk sampai rata. Pengadukan dilakukan sampai susu mengental dan berbentuk adonan&lt;br /&gt;4. Bentuk adonan menjadi silinder, dan kukus selama 2 jam&lt;br /&gt;5. Dinginkan adonan yang telah dikukus selama 24 jam, kemudian diiris tipis-tipis dan dikeringkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-6747617042364251132?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/6747617042364251132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/krupuk-susu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/6747617042364251132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/6747617042364251132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/krupuk-susu.html' title='Krupuk susu'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-1203229786012044374</id><published>2008-11-09T15:00:00.000-08:00</published><updated>2008-11-10T14:23:49.056-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resep'/><title type='text'>Dodol Susu</title><content type='html'>Bahan-Bahan    :&lt;br /&gt;1.    2,5 liter susu sapi segar&lt;br /&gt;2.    125 gr tepung terigu&lt;br /&gt;3.    50 gr tepung beras&lt;br /&gt;4.    500 gr gula pasir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara-cara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Susu sapi sebanyak 2,5 liter dicampur dengan gula pasir, tepung beras, dan tepung terigu&lt;br /&gt;2.    Semua bahan dicampur kemudian diaduk sampai rata&lt;br /&gt;3.    Rebus semua adonan sampai mengental&lt;br /&gt;4.    Dinginkan adonan yang telah mengental sampai agak mengeras, kemudian potong sesuai selera&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-1203229786012044374?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/1203229786012044374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/dodol-susu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/1203229786012044374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/1203229786012044374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/dodol-susu.html' title='Dodol Susu'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-7899739305235886807</id><published>2008-11-09T14:59:00.002-08:00</published><updated>2008-11-10T14:23:49.056-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resep'/><title type='text'>Dodol Pisang</title><content type='html'>BAHAN:&lt;br /&gt;    1.  1 Sisir pisang Rajanangka&lt;br /&gt;2.  1 Butir kelapa (separuh diparut untuk diambil santannya dan separuh bagian lagi disangrai)&lt;br /&gt;3.  300 gr gula Jawa&lt;br /&gt;4.  300 gr gula pasir&lt;br /&gt;5.  50 gr tepung ketan&lt;br /&gt;6.  0,5 gr  garam&lt;br /&gt;7.  1 helai daun pandan&lt;br /&gt;CARA PEMBUATAN :&lt;br /&gt;1. Pisang yang telah masak dikupas lalu dihaluskan sementara itu siapkan parutan kelapa&lt;br /&gt;2. Separuh bagian dibuat santan dan separuhnya lagi disangrai sampai masak&lt;br /&gt;3. Pisang yang telah halus dicampur bersama santan, gula Jawa pandan dan garam diatas api sedang, kedalam adonan yang sudah tercampur rata tersebut, ditambahkan kelapa sangrai. Aduk terus hingga adonan tercampur benar.&lt;br /&gt;4. Jika telah mengental, adonan bisa segera diangkat dan didinginkan. Setelah dingin bisa dipotong sesuai selera.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-7899739305235886807?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/7899739305235886807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/dodol-pisang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/7899739305235886807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/7899739305235886807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/dodol-pisang.html' title='Dodol Pisang'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-6625558067213334707</id><published>2008-11-09T14:43:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T15:34:48.798-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resep'/><title type='text'>SIRUP BUNGA SEPATU</title><content type='html'>BAHAN:&lt;br /&gt;1.  10 Kuntum Bunga Sepatu&lt;br /&gt;2.  250 gr Gula Pasir&lt;br /&gt;3.  750 cc atau 3 ½ gelas air&lt;br /&gt;4.  1 lb Daun Pandan&lt;br /&gt;5.  2 bh Jeruk Nipis(Lemon)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CARA PEMBUATAN :&lt;br /&gt;1.10 kuntum Bunga Sepatu diambil mahkotanya saja, kemudian mahkota tersebut dirangkai dengan benang sehingga mirip seperti teh celup.&lt;br /&gt;2.Air beserta gula pasir sebanyak 250 gr dan 1 lembar daun pandan direbus hingga mendidih.&lt;br /&gt;3.Setelah air mendidih dan gula pasir larut dalam air, rangkaian bunga sepatu dicelupkan sampai warna merah pada bunga sepatu melebur kedalam air, warna air tersebut akan menjadi ungu (sirup sudah jadi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CARA PENYAJIAN :&lt;br /&gt;1.    Sirup yang sudah jadi tadi dituang ke dalam gelas secukupnya (sesuai keinginan).&lt;br /&gt;2.    Kemudian ditambah dengan air.&lt;br /&gt;3.    Setelah dicampur dengan air tambahkan 2 tetes jeruk nipis/lemon.&lt;br /&gt;4.    Kemudian aduk-aduk sehingga warna sirup yang tadinya berwarna ungu berubah menjadi merah tua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-6625558067213334707?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/6625558067213334707/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/belahan-jiwa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/6625558067213334707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/6625558067213334707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/belahan-jiwa.html' title='SIRUP BUNGA SEPATU'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-2462920511140108351</id><published>2008-11-07T12:17:00.000-08:00</published><updated>2008-11-17T13:49:03.312-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Pengantar Kewirausahaan</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-family: verdana;" align="center"&gt;&lt;b&gt;Pengantar Kewirausahaan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;sejarah&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sejarah kewirausahaan dapat dibagi dalam beberapa periode:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;" align="justify"&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Periode awal&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sejarah kewirausahaan dimulai dari periode awal yang dimotori oleh Marcopolo. Dalam masanya, terdapat dua pihak yakni pihak pasif dan pihak aktif. Pihak pasif bertindak sebagai pemilik modal dan mereka mengambil keuntungan yang sangat banyak terhadap pihak aktif. Sedangkan pihak aktif adalah pihak yang menggunakan modal tersebut untuk berdagang antara lain dengan mengelilingi lautan. Mereka menghadapi banyak resiko baik fisik maupun sosial akan tetapi keuntungan yang diperoleh sebesar 25%.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;" align="justify"&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Abad pertengahan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kewirausahaan berkembang di periode pertengahan, pada masa ini wirausahawan dilekatkan pada aktor dan seorang yang mengatur proyek besar. Mereka tidak lagi berhadapan dengan resiko namun mereka menggunakan sumber daya yang diberikan, yang biasanya yang diberikan oleh pemerintah. Tipe wirausahaawan yang menonjol antara lain orang yang bekerja dalam bidang arsitektural.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;" align="justify"&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Abad 17&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di abad 17, seorang ekonom, Richard Cantillon, menegaskan bahwa seorang wirausahawan adalah seorang pengambil resiko, dengan melihat perilaku mereka yakni membeli pada harga yang tetap namun menjual dengan harga yang tidak pasti. Ketidakpastian inilah yang disebut dengan menghadapi resiko. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;" align="justify"&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Abad 18&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Berlanjut di abad ke 18, seorang wirausahawan tidak dilekatkan pada pemilik modal, tetapi dilekatkan pada orang-orang yang membutuhkan modal. Wirausahawan akan membutuhkan dana untuk memajukan dan mewujudkan inovasinya. Pada masa itu dibedakan antara pemilik modal dan wirausahawan sebagai seorang penemu. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;" align="justify"&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Abad 19&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sedangkan di abad ke 19 dan 20, wirausahawan didefinisikan sebagai seseorang yang mengorganisasikan dan mengatur perusahaan untuk meningkatkan pertambahan nilai personal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;" align="justify"&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Abad 20&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pada abad 20, inovasi melekat erat pada wirausahawan di masa sekarang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol start="2"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;Pengertian kewiraUsahaan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;Kata "wiraswasta" berasal dari Wira yang berarti utama, gagah,berani, luhur, teladan atau pejuang. Swa berarti sendiri dan Sta berarti berdiri. Jadi wiraswasta (entrepreneur) berarti pejuang yang utama, gagah, luhur, berani dan layak menjadi teladan dalam bidang usaha dengan landasan berdiri diatas kaki sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Kewirausahaan adalah kesatuan terpadu, baik dalam semangat, nilai-nilai dan prinsip serta sikap, kuat, seni, dan tindakan nyata yang sangat perlu, tepat dan unggul, dalam menangani dan mengembangkan perusahaan atau kegiatan lain yang mengarah pada pelayanan terbaik kepada langganan dan pihak-pihak lain yang berkepentingan termasuk masyarakat, bangsa dan negara.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;Secara harfia wirausaha dari ta wira = berani dan usaha = daya upayah, jadi wirausaha adalah Kewirausahaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan keberanian seseorang dalam menjalankan kegiatan bisnisnya atau dengan kata lain kewirausahaan Orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan dan tindakan yang cepat dalam memastikan kesuksesan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;                 &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Wirausaha mencakup semua aspek pekerjaan, baik karyawan swasta maupun pemerintahan (Soeparman Soemahamidjaja, 1980). Wirausahawan adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide, dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang &lt;i&gt;(opportunity) &lt;/i&gt;dan perbaikan &lt;i&gt;(preparation)&lt;/i&gt; hidup (Prawirokusumo, 1997)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Esensi dari kewirausahaan adalah menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengkombinasian sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda agar dapat bersaing. Menurut Zimmerer (1996:51), nilai tambah tersebut dapat diciptakan melalui cara-cara sebagai berikut:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Pengembangan  teknologi baru &lt;i&gt;(developing new technology)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Penemuan pengetahuan  baru &lt;i&gt;(discovering new knowledge)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Perbaikan produk  (barang dan jasa) yang sudah ada &lt;i&gt;(improving&lt;/i&gt; &lt;i&gt;existing  products or services)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Penemuan cara-cara  yang berbeda untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih banyak  dengan sumber daya yang lebih sedikit &lt;i&gt;(finding different ways of  providing more goods and services with fewer resources)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;" align="justify"&gt; Wirausahawan (entrepreneur) didefinisikan sebagai seseorang yang membawa sumber daya berupa tenaga kerja, material, dan asset lainnya pada suatu kombinasi yang menambahkan nilai yang lebih besar daripada sebelumnya, dan juga dilekatkan pada orang yang membawa perubahan, inovasi, dan aturan baru.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Menurut Peter F Drucker (MPU Manjemen) (Kasmir,2006)  Kewirausahaan adalah orang yang mampu membaca dan menciptakan peluang disetiap perubahan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Zimmerer mengartikan kewirausahaan sebagai proses penerapan kreativitas dan inovasi dlam memecakan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha)&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;S. Wijandi (1988). Kewirausahaan adalah suatu sifat keberanian, keutamaan dalam keteladanan dalam mengambil resiko yang bersumber pada kemampuan sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Adalah Echauz berpendapat bahwa Enterpreneur yang berhasil memulai dengan sebuah mimpi, kemudian direncanakan dengan pemikiran yang matang yang selanjutnya merealisasikan mimpi itu. Istilah kewirausahaan sangat spesifik berkaitan dengan sikap mental dalam melihat peluang usaha yang tak dilihat orang lain,  berwawasan luas walaupun penuh resiko dan selalu menguntungkan (melaba).&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Pada dasarnya wirausaha adalah suatu kemampuan dalam menciptakan kebgiatan usaha.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol start="3"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;Karakteristik Kewirausahaan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;Seorang wirausaha penting mempunyai visi dan misi di lini usahanya. Hal ini merupakan kekuatan atau daya ampuh baik dalam perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan, personality, pengarahan, koordinasi, pelaporan, efisiensi (dana). Berarti ada suatu sinergi dalam usaha karakteristik kewirausahaan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;a. Cita - cita untuk maju&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;Visi dan Misi yang menunjukkan sikap pribadi yang optimis dalam melihat suatu peluang yang berorientasi secara stratejik dalam meraih visi dan misi dengan daya kemampuan yang kuat, yaitu :&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;    - Berani menentukan resiko dalam meraih sukses&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;    - Berfikir positif&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt; b. Percaya Diri&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;Dorongan dari dalam diri sendiri tanpa menghiraukan pengaruh luar yang subyektif. Orientasi tertuju keluar, fikiran, perasaan serta tindakan obyektif.. Yakin akan kemampuan, kecerdasan, keahlian yang dimiliki, selalu membangkitkan optimisme dalam mencari jalan keluar pada dampak hambatan yang bervariasi.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;c. Kuat dan Tahan Mental&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;Dalam interaksi usaha, lingkungan merupakan gelombang yang harus tahan banting. Katakan ada dua system ombak lingkungan yaitu longitudingal dan transversal. Seorang wirausahawan sebaai sebuah bentuk konstruksi kapal mampu berhadapan dengan kedua ombak itu. Dimana untuk menikmati keberhasilan dalam usaha terbentang hambatan dan godaan. Normalnya wirausahawan secara luhur bertakwa kepada Tuhan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;d. Naluri dan intuisi yang tajam&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;Wirausahawan adalah figur, innovator bukan plagiator, figure pemimpin bukan pengekor. Ketajaman naluri dan intuisi selalu berproses sebagai latihan dan pengalaman sehingga selalu terbuka peluang bisnis.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol start="4"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Faktor-Faktor yang Perlu  Dipertimbangkan dalam Kewirausahaan&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;a. Jenis Usaha&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;Wirausahawan membuat daftar prioritas jenis usaha dilihat dari kebutuhan pasar, kemampuan, keahlian, finansial atau modal dasar, kesempatan dan dampak lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;b. Tempat dan Lokasi&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;Strategis dalam arti tidak mengganggu lingkungan, dekat dengan bahan baku produksi, kelancaran transportasi, dekat dengan pusat ekonomi, pusat pendidikan, pemukiman pariwisata, transportasi laut, sungai, danau dan udara.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;c. Prospek Pasar dan Persaingan&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;Ketajaman memproyeksi prospek pasar biasanya berkaitan dengan harga jual yang ditentukan oleh sumber pasar.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;d.Faktor Jumlah Penduduk&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;Penduduk ditentukan oleh berapa besar populasi penduduk dengan rata-rata jumlah laki-laki dan perempuan, Jumlah PNS, jumlah pegawai swasta, jumlah petani, jumlah siswa dan mahasiswa.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;e. Aspek Teknologis&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;Berkaitan dengan perkembangan IPTEK, apakah pilihan terhadap Teknologi tepat guna, teknologi modern maupun tradisional kaitannya dengan kelengkapan peralatan, kemampuan SDM dalam menciptakan suatu barang.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;f. Aspek Perijinan dan Administrasi&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;Hal ini berkaitan dengan pengembangan masa depan usaha.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;g. Inovasi dan Kreatifitas Tinggi&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;Inovasi yaitu implementasi dari kreatifitas yang berdampak pada pendapatan suatu perusahaan dan terus dikembangkan walaupun pengaruh kompetitif.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol start="5"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;Ciri-ciri wirausahawan handal  (hartati)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;b&gt;Pertama, &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;percaya diri dan mandiri yang tinggi untuk mencari penghasilan dan keuntungan melalui usaha yang dilaksanakannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;, mau dan mampu mencari dan menangkap peluang yang menguntungkan dan memanfaatkannya peluang tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;, mau dan mampu bekerja keras dan tekun untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih tepat dan effisien.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;b&gt;Keempat, &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;mau dan mampu berkomunikasi, tawar menawar dan musyawarah dengan berbagai pihak, terutama kepada pembeli.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;b&gt;Kelima, &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;menghadapi hidup dan menangani usaha dengan terencana, jujur, hemat, dan disiplin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;b&gt;Keenam, &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;mencintai kegiatan usahanya dan perusahaannya secara lugas dan tangguh tetapi cukup luwes dalam melindunginnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;b&gt;Ketujuh, &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;mau dan mampu meningkatkan kapasitas diri sendiri dan kapasitas perusahaan denagn memanfaatkan dan memotivasi orang lain (leadership/managerialship) serta melakukan perluasan dan pengembangan usaha dgn resiko yang moderat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;b&gt;Kedelapan, &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;berusaha mengenal dan mengendalikan lingkungan serta menggalang kerja sama yang saling menguntungkan dengan berbagai pihak yang berkepentingan dgn perusahaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol start="6"&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;Ciri-ciri wirausahawan handal  (Kasmir)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;Satu &lt;/b&gt;memiliki visi dan tujuan yang jelas&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;Dua &lt;/b&gt;inisiatif dan propokatif.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;Tiga&lt;/b&gt; berani mengambil risiko&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;Empat&lt;/b&gt; beorentasi pada prestasi&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;Lima&lt;/b&gt; kerja keras&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-2462920511140108351?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/2462920511140108351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/pengantar-kewirausahaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/2462920511140108351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/2462920511140108351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/pengantar-kewirausahaan.html' title='Pengantar Kewirausahaan'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-5902381482329505876</id><published>2008-11-07T08:58:00.001-08:00</published><updated>2008-11-07T08:59:10.114-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KKN UM PAIT'/><title type='text'>Rofi’ul Huda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRzurfLPAI/AAAAAAAAADY/ljVljVsQ-Ms/s1600-h/rofi%272.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 149px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRzurfLPAI/AAAAAAAAADY/ljVljVsQ-Ms/s200/rofi%272.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265961110087613442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini dia kordes kita yang cakep, tidak sombong, baik hati dan rajin menabung.&lt;br /&gt;singkat kata, ini orang calon suami yang sempurna, tipe pemimpin yang bijaksana...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-5902381482329505876?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/5902381482329505876/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/rofiul-huda_07.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/5902381482329505876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/5902381482329505876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/rofiul-huda_07.html' title='Rofi’ul Huda'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRzurfLPAI/AAAAAAAAADY/ljVljVsQ-Ms/s72-c/rofi%272.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-6532631228990866711</id><published>2008-11-07T08:49:00.000-08:00</published><updated>2008-11-07T08:53:01.827-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KKN UM PAIT'/><title type='text'>narsis3</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRxsA31_1I/AAAAAAAAADI/n3PY0hsCNUQ/s1600-h/3.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 124px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRxsA31_1I/AAAAAAAAADI/n3PY0hsCNUQ/s200/3.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265958865265360722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-6532631228990866711?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/6532631228990866711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/narsis3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/6532631228990866711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/6532631228990866711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/narsis3.html' title='narsis3'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRxsA31_1I/AAAAAAAAADI/n3PY0hsCNUQ/s72-c/3.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-3938695402532986213</id><published>2008-11-07T08:48:00.000-08:00</published><updated>2008-11-07T08:53:01.827-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KKN UM PAIT'/><title type='text'>Narsis2</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRxdhhTJSI/AAAAAAAAADA/dcsntO9gpyU/s1600-h/2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 114px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRxdhhTJSI/AAAAAAAAADA/dcsntO9gpyU/s200/2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265958616331134242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-3938695402532986213?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/3938695402532986213/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/narsis2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/3938695402532986213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/3938695402532986213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/narsis2.html' title='Narsis2'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRxdhhTJSI/AAAAAAAAADA/dcsntO9gpyU/s72-c/2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-4474395779047334657</id><published>2008-11-07T08:47:00.000-08:00</published><updated>2008-11-07T08:53:01.828-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KKN UM PAIT'/><title type='text'>Narsis1</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRxPHuLcqI/AAAAAAAAAC4/EuIQMXlDQ3k/s1600-h/1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 104px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRxPHuLcqI/AAAAAAAAAC4/EuIQMXlDQ3k/s200/1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265958368887665314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-4474395779047334657?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/4474395779047334657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/narsis1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/4474395779047334657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/4474395779047334657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/narsis1.html' title='Narsis1'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRxPHuLcqI/AAAAAAAAAC4/EuIQMXlDQ3k/s72-c/1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-1873538378267846383</id><published>2008-11-07T08:46:00.000-08:00</published><updated>2008-11-07T08:53:01.828-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KKN UM PAIT'/><title type='text'>Yoga Rahkmad Setiaji</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRxAfEerQI/AAAAAAAAACw/k4iI-8gbAwc/s1600-h/yoga.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 152px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRxAfEerQI/AAAAAAAAACw/k4iI-8gbAwc/s200/yoga.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265958117457177858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-1873538378267846383?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/1873538378267846383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/yoga-rahkmad-setiaji.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/1873538378267846383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/1873538378267846383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/yoga-rahkmad-setiaji.html' title='Yoga Rahkmad Setiaji'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRxAfEerQI/AAAAAAAAACw/k4iI-8gbAwc/s72-c/yoga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-753124326861675487</id><published>2008-11-07T08:44:00.002-08:00</published><updated>2008-11-07T08:53:01.828-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KKN UM PAIT'/><title type='text'>Lutfiyatun Hasanah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRwqPrqREI/AAAAAAAAACo/U-CjSXIwWUw/s1600-h/vivi2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 152px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRwqPrqREI/AAAAAAAAACo/U-CjSXIwWUw/s200/vivi2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265957735369425986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-753124326861675487?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/753124326861675487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/lutfiyatun-hasanah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/753124326861675487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/753124326861675487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/lutfiyatun-hasanah.html' title='Lutfiyatun Hasanah'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRwqPrqREI/AAAAAAAAACo/U-CjSXIwWUw/s72-c/vivi2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-8184098933554049992</id><published>2008-11-07T08:44:00.001-08:00</published><updated>2008-11-07T08:53:01.828-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KKN UM PAIT'/><title type='text'>RR. Riris Prawitasari Hadi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRwdYKXXxI/AAAAAAAAACg/3q2-QfcgDJs/s1600-h/riris2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 155px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRwdYKXXxI/AAAAAAAAACg/3q2-QfcgDJs/s200/riris2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265957514307395346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-8184098933554049992?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/8184098933554049992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/rr-riris-prawitasari-hadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/8184098933554049992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/8184098933554049992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/rr-riris-prawitasari-hadi.html' title='RR. Riris Prawitasari Hadi'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRwdYKXXxI/AAAAAAAAACg/3q2-QfcgDJs/s72-c/riris2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-1670348895240368083</id><published>2008-11-07T08:43:00.002-08:00</published><updated>2008-11-12T13:38:20.157-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KKN UM PAIT'/><title type='text'>Putri Permata Sari</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRwW_kTYQI/AAAAAAAAACY/FSMfnq0rvwk/s1600-h/putri2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 148px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRwW_kTYQI/AAAAAAAAACY/FSMfnq0rvwk/s200/putri2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265957404626084098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-1670348895240368083?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/1670348895240368083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/putri-permata-sari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/1670348895240368083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/1670348895240368083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/putri-permata-sari.html' title='Putri Permata Sari'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRwW_kTYQI/AAAAAAAAACY/FSMfnq0rvwk/s72-c/putri2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-2225254194247022897</id><published>2008-11-07T08:43:00.001-08:00</published><updated>2008-11-07T08:53:01.829-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KKN UM PAIT'/><title type='text'>Frentisa Danata</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRwNPJmjBI/AAAAAAAAACQ/YFV1VmtJGLY/s1600-h/fren2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 158px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRwNPJmjBI/AAAAAAAAACQ/YFV1VmtJGLY/s200/fren2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265957237010369554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-2225254194247022897?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/2225254194247022897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/frentisa-danata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/2225254194247022897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/2225254194247022897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/frentisa-danata.html' title='Frentisa Danata'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRwNPJmjBI/AAAAAAAAACQ/YFV1VmtJGLY/s72-c/fren2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-5100500799898097143</id><published>2008-11-07T08:42:00.000-08:00</published><updated>2008-11-07T08:53:01.829-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KKN UM PAIT'/><title type='text'>Ery Budiasih</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRwBiqkoJI/AAAAAAAAACI/bcBHlYvu_Lg/s1600-h/ery.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 156px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRwBiqkoJI/AAAAAAAAACI/bcBHlYvu_Lg/s200/ery.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265957036090499218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-5100500799898097143?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/5100500799898097143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/ery-budiasih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/5100500799898097143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/5100500799898097143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/ery-budiasih.html' title='Ery Budiasih'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRwBiqkoJI/AAAAAAAAACI/bcBHlYvu_Lg/s72-c/ery.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-9010391237272992097</id><published>2008-11-07T08:41:00.000-08:00</published><updated>2008-11-07T08:53:01.829-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KKN UM PAIT'/><title type='text'>Elly Mulia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRv2AGBi0I/AAAAAAAAACA/rEgJYKwhyLg/s1600-h/ely2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 148px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRv2AGBi0I/AAAAAAAAACA/rEgJYKwhyLg/s200/ely2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265956837831838530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-9010391237272992097?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/9010391237272992097/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/elly-mulia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/9010391237272992097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/9010391237272992097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/elly-mulia.html' title='Elly Mulia'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRv2AGBi0I/AAAAAAAAACA/rEgJYKwhyLg/s72-c/ely2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-5079167742833245154</id><published>2008-11-07T08:40:00.000-08:00</published><updated>2008-11-07T08:53:01.829-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KKN UM PAIT'/><title type='text'>Brian Wicaksono</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRvo6xxCBI/AAAAAAAAAB4/iVC6LnCH6zk/s1600-h/brian.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 167px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRvo6xxCBI/AAAAAAAAAB4/iVC6LnCH6zk/s200/brian.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265956613066393618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-5079167742833245154?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/5079167742833245154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/brian-wicaksono.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/5079167742833245154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/5079167742833245154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/brian-wicaksono.html' title='Brian Wicaksono'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRvo6xxCBI/AAAAAAAAAB4/iVC6LnCH6zk/s72-c/brian.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-5168369026992331065</id><published>2008-11-07T08:39:00.000-08:00</published><updated>2008-11-07T08:53:01.829-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KKN UM PAIT'/><title type='text'>Muhammad Alfan Effendy</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRvZHk46NI/AAAAAAAAABw/gdyY8utTMgU/s1600-h/Alfan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 167px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRvZHk46NI/AAAAAAAAABw/gdyY8utTMgU/s200/Alfan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265956341624137938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-5168369026992331065?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/5168369026992331065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/muhammad-alfan-effendy.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/5168369026992331065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/5168369026992331065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/muhammad-alfan-effendy.html' title='Muhammad Alfan Effendy'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRvZHk46NI/AAAAAAAAABw/gdyY8utTMgU/s72-c/Alfan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-3780571691990165574</id><published>2008-11-07T08:38:00.000-08:00</published><updated>2008-11-07T08:53:01.830-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KKN UM PAIT'/><title type='text'>Tulus Sutrisno</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRvIvHMPZI/AAAAAAAAABo/6sYfmGUDa2M/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 170px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRvIvHMPZI/AAAAAAAAABo/6sYfmGUDa2M/s200/4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265956060179217810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-3780571691990165574?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/3780571691990165574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/tulus-sutrisno.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/3780571691990165574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/3780571691990165574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/tulus-sutrisno.html' title='Tulus Sutrisno'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRvIvHMPZI/AAAAAAAAABo/6sYfmGUDa2M/s72-c/4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-1465182904641222749</id><published>2008-11-07T08:36:00.000-08:00</published><updated>2008-11-07T08:53:01.830-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KKN UM PAIT'/><title type='text'>Abdillah Al Haddar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRuyAb8_rI/AAAAAAAAABg/DuFiUICtS78/s1600-h/abdil3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 160px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRuyAb8_rI/AAAAAAAAABg/DuFiUICtS78/s200/abdil3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265955669692710578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-1465182904641222749?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/1465182904641222749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/abdillah-al-haddar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/1465182904641222749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/1465182904641222749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/abdillah-al-haddar.html' title='Abdillah Al Haddar'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRuyAb8_rI/AAAAAAAAABg/DuFiUICtS78/s72-c/abdil3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-8484357112332675678</id><published>2008-11-07T08:35:00.000-08:00</published><updated>2008-11-07T08:53:01.830-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KKN UM PAIT'/><title type='text'>Dwi Febria Wulandari</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRuaduGffI/AAAAAAAAABY/f7p5XC9aIrc/s1600-h/ndari2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 158px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRuaduGffI/AAAAAAAAABY/f7p5XC9aIrc/s200/ndari2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265955265236598258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-8484357112332675678?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/8484357112332675678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/dwi-febria-wulandari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/8484357112332675678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/8484357112332675678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/dwi-febria-wulandari.html' title='Dwi Febria Wulandari'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRuaduGffI/AAAAAAAAABY/f7p5XC9aIrc/s72-c/ndari2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-5704004707466525172</id><published>2008-11-07T08:34:00.000-08:00</published><updated>2008-11-07T08:53:01.830-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KKN UM PAIT'/><title type='text'>Muhammad Imam Jazuli</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRuKintCCI/AAAAAAAAABQ/HqW4dmgUQJI/s1600-h/imam.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 158px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRuKintCCI/AAAAAAAAABQ/HqW4dmgUQJI/s200/imam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265954991674034210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-5704004707466525172?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/5704004707466525172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/muhammad-imam-jazuli.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/5704004707466525172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/5704004707466525172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/muhammad-imam-jazuli.html' title='Muhammad Imam Jazuli'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRuKintCCI/AAAAAAAAABQ/HqW4dmgUQJI/s72-c/imam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-4457873338276718883</id><published>2008-11-07T08:32:00.000-08:00</published><updated>2008-11-07T08:56:08.936-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KKN UM PAIT'/><title type='text'>Rofi’ul Huda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRt1bUaJuI/AAAAAAAAABI/WawWWiOfFuA/s1600-h/rofi%272.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 149px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRt1bUaJuI/AAAAAAAAABI/WawWWiOfFuA/s200/rofi%272.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265954628936804066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRt1bUaJuI/AAAAAAAAABI/WawWWiOfFuA/s1600-h/rofi%272.jpg"&gt;Ini dia ko&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRt1bUaJuI/AAAAAAAAABI/WawWWiOfFuA/s1600-h/rofi%272.jpg"&gt;r&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRt1bUaJuI/AAAAAAAAABI/WawWWiOfFuA/s1600-h/rofi%272.jpg"&gt;des kita yang cakep, tidak sombong, baik hati dan rajin menabung.&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRt1bUaJuI/AAAAAAAAABI/WawWWiOfFuA/s1600-h/rofi%272.jpg"&gt;singkat kata, &lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRt1bUaJuI/AAAAAAAAABI/WawWWiOfFuA/s1600-h/rofi%272.jpg"&gt;ini orang calon suami yang sempurna, tipe pemimpin yang bijaksana...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-4457873338276718883?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/4457873338276718883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/rofiul-huda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/4457873338276718883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/4457873338276718883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/11/rofiul-huda.html' title='Rofi’ul Huda'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/SRRt1bUaJuI/AAAAAAAAABI/WawWWiOfFuA/s72-c/rofi%272.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-6350979682083899703</id><published>2008-04-23T15:56:00.000-07:00</published><updated>2009-04-23T15:59:45.211-07:00</updated><title type='text'>surat aku</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;RIWAYAT HIDUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data Pribadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama : Tulus Sutrisno&lt;br /&gt;Tempat/Tanggal Lahir: Lamongan, 08 Desember 1984&lt;br /&gt;Agama : Islam&lt;br /&gt;Status Pernikahan : Belum Menikah&lt;br /&gt;Tinggi Badan  : 164 cm&lt;br /&gt;Berat Badan : 60 kg&lt;br /&gt;Alamat : Jl. Sumbersai VII A / 17 Malang 65145&lt;br /&gt;Handphone : 085648428731&lt;br /&gt;Blog : masterdagan.blogspot.com&lt;br /&gt;E-mail  : dagancenter@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan Formal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2004 –  2009 Program Studi Fisika, Jurusan Fisika, Fakultas MIPA&lt;br /&gt; Universitas Negeri Malang&lt;br /&gt;2001 – 2004  MA Tarbiyatut Tholahah, Kranji, Lamongan&lt;br /&gt;1998 – 2001 MTs Membaul Ulum, Dagan, Lamongan&lt;br /&gt;1992 – 1998    MI Membaul Ulum, Dagan, Lamongan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman Organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2007- 2009                 Ketua FOSHMA TABAH Komisariat Malang Raya&lt;br /&gt;2006-2008                  Pengawas KOPMA Universitas Negeri Malang&lt;br /&gt;2005-2006                  Staff PSDA KOPMA Universitas Negeri Malang&lt;br /&gt;2006-2007                  Anggota PENALARAN BEM FMIPA UM&lt;br /&gt;2005-2006                  Anggota PENGMAS HMJ Fisika FMIPA UM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada : Yth. &lt;br /&gt;     Pimpinan TEE Company&lt;br /&gt;     di tempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hormat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan informasi mengenai kebutuhan karyawan di perusahaan yang , maka:&lt;br /&gt;Nama    : Tulus Sutrisno&lt;br /&gt;Tempat, Tanggal Lahir : Lamongan, 08 Desember 1984&lt;br /&gt;Jenis Kelamin  : Laki-laki&lt;br /&gt;Agama   : Islam&lt;br /&gt;Pendidikan   : S1. &lt;br /&gt;Alamat   : Jl. Sumbersari VIIA No. 17 &lt;br /&gt;  Malang 65145&lt;br /&gt;HP    : 085648428731&lt;br /&gt;bermaksud untuk mengajukan lamaran menjadi Staff Administrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bahan pertimbangan berikut saya lampirkan:&lt;br /&gt;1.Daftar Riwayat Hidup (CV)&lt;br /&gt;2.Pas Foto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besar harapan saya agar dapat bergabung dengan TEE Compeny. Atas perhatiannya saya sampaikan terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormat saya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulus Sutrisno&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-6350979682083899703?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/6350979682083899703/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/04/surat-aku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/6350979682083899703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/6350979682083899703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2008/04/surat-aku.html' title='surat aku'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-484111218071407303.post-7910210097998914066</id><published>2007-02-09T15:12:00.000-08:00</published><updated>2009-02-09T15:25:07.488-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Geofisika'/><title type='text'>Link Geofisika</title><content type='html'>Link Geofisika&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://www.bmg.go.id/depan-lomba.bmg"&gt;Badan Meteorologi dan Geiofisika&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://www.pdf-search-engine.com/geofisika-pdf.html"&gt;Geofisika.pdf download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/484111218071407303-7910210097998914066?l=masterdagan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masterdagan.blogspot.com/feeds/7910210097998914066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2007/02/link-geofisika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/7910210097998914066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/484111218071407303/posts/default/7910210097998914066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masterdagan.blogspot.com/2007/02/link-geofisika.html' title='Link Geofisika'/><author><name>Nur Ahmad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17867431578346703170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_D7XZMZNTMKc/ScLIZ5NeiQI/AAAAAAAAAMQ/msEdKkWWaDI/S220/1a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
